Tuesday, July 7, 2015

Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat - Golongan atau orang-orang yang berhak menerima zakat ada 8 macam (al-ashnaf al-tsamaniyyah) yang disebutkan di dalam al-Qur’an yaitu; fakir, miskin, amil, mu’allaf, budak, gharim, sabilillah, dan ibnu sabil. Dan berikut ini rincian-rinciannya.
1. Fakir Miskin
a. Fakir; ialah orang yg tidak memiliki harta atau mata pencaharian yg pantas yang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari baik itu sandang, papan & pangan.

b. Miskin; ialah orang yg mempunyaai harta atau mata pencaharian namun tak mencukupi. Perlu diketahui bahwa pengangguran yg bisa bekerja & ada lowongan tugas halal yg & pantas namun tak ingin bekerja dikarenakan enggan, bukan termasuk juga fakir/miskin. Sedangkan para santri yg dapat bekerja namun tak pernah bekerja lantaran kesibukan mencari ilmu kalau kiriman belum mencukupi maka para santri termasuk juga fakir/miskin.

orang yang menerima zakat fitrah  orang yang wajib menerima zakat  orang yg menerima zakat  orang berhak menerima zakat  orang berhak menerima zakat mal
Catatan : berkenaan perbedaan antara fakir & miskin; Jika gaji di bawah separuh dari kepentingan maka termasuk juga fakir, kalau pendapatan di atas separuh dari kepentingan maka termasuk juga miskin. Perlu disebutkan di sini bahwa Fuqara’ & masaakin yg cakap bekerja mereka diberi aset bekerja cocok dengan bidangnya. Dan bagi mereka yg cakap berdagang diberi aset berdagang dan bagi yg bisa dibidang pertukangan, sehingga dikasih bekal buat membeli alat-alat pertukangan. Sedangkan yg tak cakap bekerja sehingga dikasih bekal buat memperoleh tugas seperti dikasih aset utk membeli ternak atau pekarangan buat dijadikan upah yg mencukupi keperluan. Dalam perihal ini, amil juga boleh memberi mereka dalam bentuk barangnya. Baca Juga : Pengertian zakat menurut bahasa dan istilah


2. Amil zakat, Syarat-syarat bederta tugas-tugasnya
Yang dimaksud dengan amil zakat ialah panitia atau tubuh yg dibentuk oleh pemerintah yang diberi tugas untuk menangani masalah zakat dengan segala persoalannya. Ada sekian banyak syarat yg dipenuhi dalam diri amil adalah; 1) beragama Islam, 2) mukallaf  (telah baligh & berakal), 3) merdeka (bukan budak), 4) adil dengan pengertian tak sempat melaksanakan dosa besar atau dosa kecil secara terus-terusan, 5) sanggup melihat, 6) mampu mendengar, 7) laki laki, 8) mengerti pada tugas-tugas yg jadi tanggungjawabnya, 9) tak termasuk juga ahlul-bait atau bukan keturunan Bani Hasyim & Bani Muththalib & 10) bukan mawali ahlul-bait atau budak yg dimerdekakan oleh golongan Bani Hasyim & Bani Muththalib. Sedangkan tugas-tugas yg diamanatkan terhadap amil zakat ialah sbg berikut

Tugas-tugas Amil Zakat.

1. Menginventarisasi (mendata) beberapa orang yg wajib mengeluarkan zakat.
2. Menginventarisasi beberapa orang yg mempunyai hak menerima zakat
3. Membawa & menyatukan zakat.
4. Mencatat harta zakat yg masuk & yg dikeluarkan.
5. Memastikan ukuran (sedikit & sebanyak) zakat.
6. Menakar, menimbang, menghitung porsi mustahiqqus zakat
7. Menjaga keamanan harta zakat
8. Membagi-bagikan harta zakat kepada mustahiqqin / orang tang berhak menerima zakat.

Mengingat bahwa tugas-tugas yg sudah disebutkan di atas tidak mungkin dilakukan oleh satu orang atau dua orang, melainkan dari masing-masing pekerjaan mesti ada yg menangani dengan cara khusus sehingga ada sekian banyak macam amil cocok dengan tugas-tugasnya.

Macam-macam Amil Zakat

1. Orang yg membawa & menyatukan harta zakat.
2. Orang yg mengetahui beberapa orang yg mempunyai hak menerima zakat.
3. Sekretaris
4. Tukang takar, tukang nimbang, & orang yg menghitung zakat
5. Orang yg mengkoordinir pengumpulan beberapa orang yg wajib zakat & yg mempunyai hak menerima.
6. Orang yg memastikan ukuran (sedikit sejumlah) zakat.
7. Pegawai keamanan harta zakat.
8. Orang yg membagi-bagikan zakat.

3. Mu’allaf
Golongan orang yang berhak menerima zakat selanjutnya adalah Mu’allaf atau lengkapnya al-mu’affalah qulubuhum yakni orang yg mengupayakan dilunakkan hatinya. Memberikan zakat pada mereka dgn harapan hati mereka jadi lunak & loyal pada agama Islam. Menurut madzhab Syafi’ie mu’allaf ada empat macam; mula-mula, orang yg masuk Islam sedangkan kelunakannya kepada Islam tetap dianggap lemah seperti masihlah ada perasaan asing di kalangan sesama muslim atau merasa terasing dalam agama Islam, ke-2, mu’allaf yg memiliki pengaruh di kalangan komune atau masyarakatnya maka bersama diberinya zakat ada angan-angan menarik simpati masyarakatnya utk masuk Islam, ke3, mu’allaf yg dikasih zakat dgn maksud supaya menopang kaum muslim buat menyadarkan mereka yg tak mengeluarkan zakat (mani’ al-zakat), & keempat, mu’allaf yg dikasih zakat dgn maksud supaya musuh-musuh Islam tak menyerang orang orang muslim.

4. Mukatab
Mukatab ialah budak yg melaksanakan transaksi bersama majikannya berkenaan kemerdekaan beliau dgn cara mengeridit & transaksinya dianggap sah, dan ini juga termasuk golongan orang yang berhak menerima zakat.

5. Gharim
Gharim yaitu beberapa orang yg memiliki beban hutang terhadap orang lain. Hutang tersebut ada kalanya beliau pergunakan utk mendamaikan dua group yg betikai, atau hutang utk membiayai kebutuhannya sendiri & tak bisa membayarnya, & atau hutang dikarenakan menanggung hutang orang lain.

6. Sabilillah
Sabilillah yakni beberapa orang yg berperang di jalan Allah SWT & mereka tak meraih upah resmi dari negeri biarpun mereka tergolong beberapa orang yg tajir. Menurut madzhab Syafi’ie sabilillah tertentu bagi mereka yg berperang diatas. Sementara ada yg berpendapat bahwa termasuk juga sabilillah merupakan segala sesuatu yg jadi alat kebaikan adalam agama seperti pembangunan madrasah, masjid, rumah sakit Islam & jalan raya atau seperti para guru & kiai yg berkonsentrasi mengajarkan agama Islam terhadap warga.(Lihat dalam Jawahir Al-Bukhari, Al-Tafsir Al-Munir, Qurrah Al-A’in Al-Malikiyah)

7. Ibnu Sabil
Ibnu Sabil ialah musafir yg akan bepergian atau yg sedang melintasi tempat adanya harta zakat & membutuhkan bekal perjalananm menurut Syafi’iyah & Hanabilah.

orang yang menerima zakat fitrah  orang yang wajib menerima zakat  orang yg menerima zakat  orang berhak menerima zakat  orang berhak menerima zakat mal


Catatan : Pertama, perlu didapati bahwa dalam pemberian zakat kepada al-ashnaf al-tsamaniyah di atas masing-masing jenis (grup) minimal tiga orang. Dan kedua, seluruh grup di atas diberi sesuai dengan kebutuhannya; fakir miskin dikasih secukupnya untuk keperluan selama satu thn, gharim & mukatab dikasih secukupnya utk membayar tanggungannya, sabilillah dikasih secukupnya untuk keperluan dalam peperangan, ibnu sabil dikasih secukupnya hingga ke negerinya, mu’allaf dikasih dgn pemberian yg bakal membuat maksud yang sesuai dgn macam-macamnya mu’allaf diatas, Sedangkan amil dikasih sesuai dgn gaji pekerjaannya. demikian lah ulasan mengenai orang yang berhak menerima zakat. semoga bermanfaat
Dirangkum oleh : Tim Muroja'ah PPS
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 2:29:00 PM
Tags :

Related : Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

0 komentar: