Friday, July 10, 2015

Pengertian Puasa Secara Bahasa dan Syar'i

Pengertian Puasa secara umum dan syar'i - Puasa secara bahasa adalah al-imsak artinya menahan, sedangkan  puasa menurut syar'i adalah: Menahan diri dari sesuatu yang dapat membatalkan menurut cara tertentu.

Dalil-Dalil Wajib Puasa

Adapun dalil yang menetapkan wajibnya puasa adalah Firman Alloh s.w.t dalam Q.S Al-baqarah ayat 183.

Artinya :Hai orsng-orang yg beriman, diwajibkan atas mu berpuasa layaknya diwajibkan atas beberapa orang sebelum kamu supaya anda bertakwa.

Baca juga : niat puasa rajab
Islam itu di bangun atas lima (dasar) syahadah, sholat, zakat,haji & puasa Ramadhan (H.R Bukhari).
Awal diwajibkannya puasa Ramadhan adalah pada bulan sya’ban tahun kedua hijriyah.



Rukun Puasa

1. Niat
Niat adalah mengucapkan dalam hati akan melakukan suatu pekerjaan, dan niat ini hukumnya adalah wajib sebagai mana Rosululloh bersabda dalam hadist innamal a’malu binniyaati. dan dimulai diwaktu magrib sampai terbit fajar/shubuh serta di sunnahkan juga melafadzkan niat denga lisan. Dan wajib di ulangi tiap-tiap tengah malam puasa, adapun dalil yg mewajibkan berniat tiap-tiap malamnya adalah hadist


Artinya : barang siapa yangtidak berniat semenjak ketika tengah malam sebelum terbit fajar sehingga tidaklah puasa baginya .

Dan seandainya telah berniat puasa, sehingga tak membatalkan puasa dengan faktor faktor yg membatalkan puasa, sebab yg disebut Puasa yakni menahan diri dari hal hal yg membatalkan puasa dimulain saat fajar sampai terbenam matahari. Sehingga bisa difahami bahwa wajib berniat puasa pada tengah malam harinya di khususkan terhadap puasa wajib (ramadhan, nadzar, kafarah). Adapun niat pada s puasa sunnat tidak harus dilakukan pada malam, sama seperti di jelaskan dalam hadist.

Nabi tanya pada Siti Aisyah : apakah ada padamu utk di makan? Jawabnya tak ada, Rasulullah bersabda kalau begitu saya berpuasa.

Sehingga niat puasa sunnah boleh dilakukan sesudah fajar dengan syarat segala syarat syarat puasa sudah tercapai ( tak melaksanakan faktor yg membatalkan puasa)

Dalam puasa fardhu sehingga wajib dita’yin dalam niatnya,(niat saya puasa ramadhan esok hari)

Kalau seseorang berniat ; niat saya puasa sebulan ramadhan penuh “ sehingga sahlah puasa untuk hri pertamanya nya, (hanya sehari) adapun bila seorang makan sahur ( makan & minum pada tengah malam puasa)

Sehingga aspek ini telah mencukupi sbg penganti niat puasa dgn pengetahuannya dapat masuknya bln ramadhan. Sebab sudah mendatakan maksud( kesengajaan).

Baca juga : Manfaat puasa untuk kesehatan tubuh

2. Menahan diri dari perihal faktor yg membatalkan puasa.
  • Bersenggama (bersetubuh) baik mengeluarkan sperma ataupun tidak, Dan jika dilakukan pada waktu siang hari ramadhan maka wajib baginya membayar kafarah puasa, hal ini sudah dujelaskan oleh para dalam kitab Tuhfatul muhtaj.

Kifarat Puasa

1. Memerdekakan hamba cahaya ('abid).
2. Harus berpuasa 2 bulan berturut turut.
3. Memberi makan kpdaorang miskin atau faqir sbnyak 60 orang.

kifarat ini termasuk juga kifarat tartib (mesti berurutan) diantara ketiganya. Dan diwaktu tak (belum) mampu, sehingga Konsisten baginya menanggung hutang kifarat tersebut, dikarenakan masalah ini termasuk juga HUQUUQULLOH /hak-hak Alloh.(tuhfatul muhtaj 3/452).

(memerdekan budak, puasa dua bln dengan cara berurutan & memberi makan kpd orang miskin atau faqir sebanyak 60 orang ( wajib dengan cara tertib)

  • Mengeluarkan sperma (mani) dengan sengaja, sehingga jika mengeluarkan sperma karena mimpi maka itu tidak membatalkan puasa.
  • Muntah secara disengaja. Barang siapa ynag terpaksa muntah tidaklah qhada atasnya & barang siapa yg sengaja muntah sehingga hendaklah diqhadanya.
  • Memasukkan sesuatu ke dalam rongga ( seluruhnya lubang yg terbuka: hidung, mulut, telinga, vagina, puting susu (perempuan)dubur ) sehingga membatalkan puasa ,adapun memasukkan jarum ke badan ( suntik ) tak membatalkan puasa apabila tidak sampai pada rongga di dalam badan.

Orang yg berpuasa dan disuntik, puasanya tak batal, lantaran obat yg dimasukan lewat injeksi itu merupakan ke dalam daging dan tidak ke masuk melalui rongga tubuh. [ Al Mahali, dari Kitab Al Qalyubi juz 2 halaman 56 ]

  • Mandi dengan meneggelamkan diri, dapat membatalkan pua, karena air akan masuk melalui telinga dan hidung serta yang lainnya.
Adapun makruh hukumnya mencuim bau-bau an atau mencicipi masakan dengan catatan tidak sampai masuk kedalam rongga.


"Dimakruhkan mencicipi makanan (bagi orang yg puasa) tersebut jika benar-benar bagi orang yg tak ada keperluan sedangkan bagi seseorang pemasak makanan baik laki laki atau wanita atau orang yg mempunyai anak kecil yg mengunyahkan makanan buatnya sehingga tak dimakruhkan mencicipi makanan untuk mereka seperti apa yg di fatwakan Imam Az-Ziyaadi".(Assyarqowy I/445)

1. Tak membatalkan puasa kemasukan debu jalanan atau debu tepung ketika mengayaknya, kecuali di sengaja dengan mulutnya, adapun merokok dapat membatalkan puasa, dikarenakan asap rokok mengandung ‘ain (nikotin yg bisa membatalkan puasa) sehingga amat keliru seandainya di qyaskan terhadap asap kendaraan (yg bukan perbuatannya sendiri) & asap tembakau yg dikumpulkan karena di hisap dianggap benda menurut etika layaknya yang di jelaskan oleh syekh Taifi & di perkuat oleh syekh Ahmad Nakhli dan syekh Ali shufi.

2. Sehingga di fahami perbuatan2 yangg membatalkan puasa jikalau hal itu di lakukan dgn sengaja, adapun seandainya tiak ada unsur kesengajaan sehingga maka tidak membatalkan puasa, sama seperti Sabda Rasulullah :

Artinya : barang siapa yg lupa diwaktu beliau berpuasa sehingga makan atau minum, hendaklah dieruskan puasanya, sehingga cuma Allah sudah menganugrahkan kepadanya makanan atau minuman dan tak ada qhada dan kafarah baginya.

Bagitu juga sisa makanan yg tertinggal disela sela gigi, di basahi oleh air ludah dulu tertelan tidak dengan di sadarinya sehingga tak membatalkan puasa selagi beliau tak dapat memisahkan antara sisa makanan & air liur , & kalau disengajanya bersama dapat memisahkannya ( sisa makanan & air ludah (liur) sehingga membatalkan puasa lantaran di anggap lalai.
Demikianlah pengertian puasa menurut bahasa dan syar'i, semoga bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 2:11:00 PM
Tags :

Related : Pengertian Puasa Secara Bahasa dan Syar'i

0 komentar:

Post a Comment