Thursday, July 2, 2015

Pengertian Zakat Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian Zakat Menurut Bahasa dan Istilah - Ditinjau dari sudut bahasa, kata zakat yaitu kata dasar (masdar) dari zaka yg berarti barokah, tumbuh, bersih & baik. Sesuatu itu zaka, berarti tumbuh dan berkembang, dan seseorang itu zaka, berarti orang itu baik.

Menurut Lisan Al-‘Arab arti dasar dari kata zakat, ditinjau dari sisi bahasa, yakni suci, tumbuh, barokah dan terpuji; semuanya dipakai dalam Al-Qur’an & Al-Hadits. Namun yg terkuat, menurut Al-Wahidi & lain-lain, kata dasar zaka berarti bertambah & tumbuh, maka bisa dikatakan, tanaman itu zaka, artinya tumbuh, sedangkan tiap sesuatu yg bertambah dinamakan zaka, artinya bertambah.

Jika satu tanaman tumbuh secara normal, sehingga kata zaka di sini berarti bersih. sedangkan jika satu orang mempunyai sifat zaka dalam arti baik, sehingga berarti orang itu lebih banyak memiliki sifat yg baik. Satu Orang itu zaki, berarti seseorang yg mempunyai lebih tidak sedikit sifat-sifat orang baik, & kalimat “zakka al-hakim al-syuhud” berarti hakim menyebut penambahan para saksi dalam khabar.

pengertian zakat menurut istilah fiqih,  pengertian zakat menurut bahasa dan syara' , arti zakat menurut bahasa,  zakat menurut bahasa artinya adalah

Zakat menurut istilah fiqih berarti “Sejumlah harta tertentu diwajibkan Allah diserahkan pada beberapa orang yg berhak menerima zakat” di samping arti “mengeluarkan jumlah tertentu itu sendiri”. Jumlah yg dikeluarkan itu dinamakan zakat karna yg dikeluarkan itu akan bertambah banyak, himahnya adalah menjadikan harta lebih berarti, serta melindungi kekayaan itu akan kebinasaan”. Begitu diungkapkan oleh Al-Nawawi mengutip opini Al-Wahidi. (Fiqh Al-Zakat, I/36).
Baca Juga : Orang yang berhak menerima zakat
Harta Yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya
Al-Madzhahib Al-Arba’ah (madzhab yg empat; meliputi Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali) berlainan pendapat tentang harta yg wajib dikeluarkan zakatnya. Untuk lebih mempermudah Anda bisa lihat pendapat dari empat madzhab tersebut dibawah ini.

A. Harta yg wajib dikeluarkan zakatnya menurut Syafi’iyah :
1. Masyiyah (hewan ternak); meliputi unta, sapi, kerbau, & kambing.
2. Naqd; meliputi emas & perak, juga termasuk juga uang emas atau perak.
3. Zuru’ (hasil pertanian) seperti, padi, kedelai, kacang ijo, jagung, kacang tunggak & gandum.
4. Tsimar (buah-buahan); meliputi anggur & kurma
5. ‘Arudh al-tijarah (harta dagangan).
6. Ma’dan (hasil pertambangan emas & perak) & rikaz (temuan harta emas & perak dari pendaman orang-orang jahiliyah).

B. Harta yg wajib dikeluarkan zakatnya menurut Hanafiah :
1. Masyiyah (hewan ternak); meliputi sapi, unta, kambing & kuda
2. Naqd; emas & perak
3. Seluruhnya tumbuh-tumbuhan yg utk pendapatan termasuk juga madu.
4. Amwal al-tijarah (harta dagangan).
5. Ma’dan (hasil tambang) yg meliputi besi, timah, emas & perak, & rikaz; yg meliputi seluruh kategori permata yg ditemukan dari simpanan jahiliyah

C. Harta yang wajib dikeluarkan zakatnya menurut Malikiyah :
1. Masyiyah (hewan ternak); meliputi sapi, unta & kambing
2. Zuru’ (hasil pertanian) seperti padi, kedelai, kacang ijo, jagung, kacang tunggak (otok), gandum.
3. Tsimar (buah-buahan); meliputi anggur, kurma & zaitun
4. Amwal al-tijarah (harta dagangan).
5. Ma’dan & rikaz
6. Naqd; emas & perak

D. Harta yg wajib dikeluarkan zakatnya menurut Hanabilah :
1. Masyiyah (hewan ternak); meliputi sapi, unta & kambing
2. Naqd; emas & perak
3. Tiap-tiap biji-bijian; seperti kacang, beras, kopi & rempah-rempah.
4. Tsimar (buah-buahan); meliputi anggur, kurma & buah pala.
5. Harta dagangan.
6. Ma’dan (seluruhnya hasil pertambangan seperti emas, perak, besi, timah, minyak tanah & permata) dan rikaz; seluruh barang bernilai yg ditemukan dari simpanan jahiliyah
7. Madu
Demikian Artikel singkat tentang pengertian zakat menurut bahasa dan istilah, semoga bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 9:37:00 AM
Tags :

Related : Pengertian Zakat Menurut Bahasa dan Istilah

0 komentar:

Post a Comment