Wednesday, July 1, 2015

Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap Niat Bacaan dan Doa

Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap Niat Bacaan dan Doa - Sholat dhuha atau sholat sunat dhuha yaitu sholat sunat yg dikerjakan pada saat dhuha. Waktu dhuha adalah diwaktu di mana matahari sudah terbit atau naik sekitar 7 hasta sampai terasa panas menjelang shalat dzuhur. atau kurang lebih dari jam 7 pagi hingga jam 11, dan ini juga gantung daerah masing-masing. Sholat duha sebaiknya dikerjakan pada seperempat ke-2 atau kurang lebih pukul sembilan pagi. Sholat dhuha dilakukan dengan cara sendiri atau tidak berjamaah (Munfarid).

tata cara sholat dhuha niat  sholat dhuha, cara sholat dhuha, bacaan sholat dhuha, doa sholat dhuha


Niat Sholat dhuha.
Buat niat sholat dhuha  sama dgn sholat sunah yang lain, yaitu niat nya sebagai berikut:

"Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa"
Arti dalam bahasa Indonesia :
"Saya niat shalat sunat dhuha dua rakaat, Ikhlas karena Allah Ta'ala"

Tata cara sholat dhuha

Tata cara sholat dhuha sama dgn sholat sunah pada umumnya.
Sesudah membaca niat seperti yg sudah terdaftar di atas selanjutnya membaca takbir,
Membaca doa Iftitah
Membaca surat al Fatihah
Membaca satu surat didalam Alquran. Afdholnya rakaat pertama membaca surat Asy-Syam & rakaat ke-2 surat Al Lail
Ruku’ & membaca tasbih tiga kali
I’tidal & membaca bacaannya
Sujud pertama & membaca tasbih tiga kali
Duduk diantara dua sujud & membaca bacaanya
Sujud ke-2 & membaca tasbih tiga kali. begitu juga untuk rakaat kedua dikerjakan sama dengan rakaat pertama dan diakhiri dengan salam.

Jumlah rakaat sholat dhuha

Sholat duha dilakukan dalam dua rakaat satu kali salam. Sementara itu jumlah rakaat untuk sholat dhuha para ulama berbeda pendapat, ada yang berpendapat paling sedikit rakaat sholat dhuha 2 dan jumlah maksimalnya 12, ada juga yang berpendapat bahwa jumlah minimal rakaat sholat dhuha adalah 2 dan jumlah maksimal tidak terbatas. Untuk mengetahui lebih jauh tentang perbedaan pendapat tersebut silahkan anda simak 3 pendapat dibawah ini. namun yang paling kuat adalah pendapat pertama. La'ala showab.

1. Jumlah rakaat sholat duha maksimal 8 Rakaat. Pendapat inilah yang dipilih oleh Madzhab Maliki, Syafi’i, & Hambali. Dalil yg dipakai madzhab ini ialah hadis Umi Hani’ radhiallaahu ‘anha, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahnya dikala fathu Mekah & Dia shalat delapan rakaat.(HR. Bukhari, no.1176 & Muslim, no.719).

2. Rakaat maksimal yaitu 12 rakaat. Ini adalah opini Madzhab Hanafi, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, & pendapat lemah dalam Madzhab Syafi’i. Pernyataan ini berdalil dengan hadis Anas radhiallahu’anhu.

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة
Barangsiapa yg shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuat untuk orang tersebut sebuah istana di surga.” Tapi hadis ini termasuk juga hadis dhaif/lemah. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, & Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib. Tirmidzi mengemukakan, “Hadis ini gharib (asing), tidak kami ketahui kecuali dari jalur ini.” Hadis ini didhaifkan banyaknya ahli hadis, diantaranya Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhis Al-Khabir (2 : 20), & Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah (1 : 293).

3. Tidak ada batas maksimak untuk rakaat shalat dhuha. Pendapat ini yg dikuatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi. Dalam kumpulan fatwanya tersebut, Suyuthi mengemukakan, “Tidak terdapat hadits yg membatasi shalat duha dgn rakaat tertentu, sedangkan sebagian ulama berpendapat bahwasanya jumlah maksimal 12 rakaat yaitu pendapat yang tidak mempunyai sandaran layaknya yg diisyaratkan oleh Al-Hafidz Abul Fadl Ibn Hajar & yg yang lain.”. Dirinya juga mengambil perkataan Al-Hafidz Al-’Iraqi dalam Syarh Sunan Tirmidzi, “Saya tak mengetahui seorang pun sahabat ataupun tabi’in yg membatasi shalat duha dengan 12 rakaat. Begitu juga, aku tidak mengetahui seorangpun ulama madzhab kami (syafi’iyah) – yg membatasi jumlah rakaat dhuha – yg ada hanyalah pernyataan yg disebutkan oleh Ar-Ruyani & diikuti oleh Ar-Rafi’i & ulama yg menukil perkataannya.”

Sesudah menyebut pernyataan sebahagian ulama Syafi’iyah, As-Suyuthy menyebut opini sebahagian ulama malikiyah, merupakan Imam Al-Baaji Al-Maliky dalam Syarh Al-Muwattha’ Imam Malik. Dirinya menyampaikan, “Shalat dhuha bukanlah termasuk juga shalat yg rakaatnya dibatasi dengan bilangan tertentu yg tak boleh ditambahi atau dikurangi, tapi shalat dhuha termasuk juga shalat sunnah yg boleh dikerjakan semampunya.” (Al-Hawi lil fataawa, 1 : 66).

Doa sholat dhuha

Do’a Shalat Dhuha bahasa Arab :
Berikut ini ialah bacaan doa sholat dhuha dalam bahasa arab. Klik untuk memperbesar gambar.

sholat dhuha, bacaan sholat dhuha, tatacara sholat dhuha, cara sholat dhuha, doa sholat dhuha, shalat dhuha

Do’a Shalat Dhuha bahasa indonesia.
Sedangkan bagi yg belum bisa membaca tulisan Arab, dapat membaca teks latin dibawah ini.
Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadakash shalihin.

Keutamaan Sholat Dhuha

Hadits Rasulullah saw yg menceritakan berkenaan keutamaan shalat Dhuha, di antaranya :

1. Sedekah bagi semua persendian badan manusia
Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra, beliau berbicara bahwa Nabi Muahammad saw bersabda : “Di tiap-tiap sendir seseorang dari kalian terdapat sedekah, tiap-tiap tasbih (ucapan subhanallah) ialah sedekah, tiap-tiap tahmid (ucapan alhamdulillah) yaitu sedekah, tiap-tiap tahlil (ucapan lailahaillallah) merupakan sedekah, tiap-tiap takbir merupakan sedekah, menyuruh pada kebaikan yakni sedekah, mencegah dari kemungkaran ialah sedekah. & dua rakaat Dhuha dikasih pahala” (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yg besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash ra beliau berkata : “Rasulullah saw mengirim suatu pasukan perang. Nabi saw berkata : “Perolehlah keuntungan (ghanimah) & cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling bicara menyangkut dekatnya maksud (tempat) perang & banyaknya ghanimah (keuntungan) yg dapat diperoleh & langsung kembali (dikarenakan dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian saya perlihatkan pada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yg akan diperangi), paling tidak sedikit ghanimah (keuntungan) nya & segera kembalinya? Mereka menjawab; “Ya! Rasul bicara lagi : “Barangsiapa yg berwudhu’, selanjutnya masuk ke dalam masjid buat melaksanakan shalat duha, dirinya lah yg paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya & lebih cepat kembalinya.” (Shahih Al-Targhib : 666).

3. Sebuah rumah di surga
Bagi yg rajin mengerjakan shalat Dhuha, sehingga beliau dapat dibangunkan suatu rumah di dalam surga. Factor ini dijelaskan dalam suatu hadits Nabi Muahammad saw : “Barangsiapa yg shalat Dhuha banyaknya empat rakaat & empat rakaat sebelumnya, sehingga beliau akan dibangunkan suatu rumah di surga.” (Shahih Al-Jami` : 634).

Mudah-mudahan artikel tentang tata cara sholat dhuha yg di lengkapi dgn bacaan niat & doa sholat dhuha diatas dapat berguna bagi kita semua. Rajinlah sholat dhuha tiap-tiap pagi. Mudah-mudahan senantiasa berlimpah pahala dari Allah SWT, meraih rezki halal & baik bagi dunia & akhirat. Aamiin.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 2:47:00 AM
Tags :

Related : Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap Niat Bacaan dan Doa

0 komentar: