Monday, August 10, 2015

Kisah Nabi Hud a.s

Kisah Nabi Hud a.s - Nabi Hud a.s adalah nabi yang di utus kepada kaum 'Ad di Al-Ahqaf, sebagi mana 'Ad sendiri adalah nama bapa sebuah suku yg hidup di jazirah Arab di sebuah tempat bernama "Al-Ahqaf" terletak di utara Hadramaut atr Yaman & Umman & termasuk juga suku yg tertua sesudah kaum Nabi Nuh pun populer dengan kapabilitas jasmani dalam wujud tubuh-tubuh yg besar & sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yg subur dgn sumber-sumber airnya yg mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercocok tanam utk bahan makanan mereka. Dan memperindah lokasi tinggal mereka dgn kebun-kebun bunga yg indah-indah. Berkat anugrah Alloh itu mereka hidup jadi makmur, sejahtera & bahagia juga dalam saat yg singkat mereka berkembang biak & jadi suku yg terbesar diantara suku-suku yg hidup di sekelilingnya.

Layaknya dgn kaum Nabi Nuh kaum Hud adalah suku Aad ini yaitu penghidupan rohaninya tak mengenal Allah Yg Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat patung-patung yg diberi nama " Shamud" & " Alhattar" & itu yg disembah yang merupakan tuhan mereka yg menurut kepercayaan mereka dpt berikan kebahagiaan, kebaikan & keuntungan juga sanggup menolak kriminal, kerugian & segala musibah. Ajaran & agama Nabi Idris & Nabi Nuh telah tak berbekas dalam hati, jiwa dan juga cara hidup mereka sehari-hari. Kenikmatan hidup yg mereka sedang tenggelam di dalamnya berkat tanah yg subur & menghasilkan yg melimpah ruah menurut anggapan mereka yakni kurniaan & pemberian ke-2 berhala mereka yg mereka sembah. Karenanya mereka tak putus-putus sujud terhadap ke-2 berhala itu mensyukurinya sambil memohon perlindungannya dari segala bahaya & mushibah berupa penyakit atau kekeringan.

Sebagai akibat & buah dari aqidah yg sesat itu pergaulan hidup mereka jadi dikuasai oleh tuntutan & pimpinan Iblis, dimana nilai-nilai moral & akhlak tak jadi dasar penimbangan atau kelakuan & tindak-tanduk seorang tapi kebendaan & kapabilitas lahiriahlah yg menonjol maka timbul kerusuhan & perbuatan sewenang-wenang di dalam penduduk di mana yg kuat menindas yg lemah yg besar memperkosa yg mungil & yg berkuasa memeras yg di bawahnya. Sifat-sifat angkuh, congkak, iri-hati, dengki, hasut & benci-membenci yg didorong oleh udara nafsu merajalela & menguasai penghidupan mereka sehingga tidak berikan tempat pada sifat-sifat belas kasihan, sayang menyayang, jujur, amanat & rendah hati. Demikianlah gambaran penduduk suku Aad sewaktu Allah mengutuskan Nabi Hud juga sebagai nabi & rasul pada mereka.

Nabi Hud Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya
Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa ke semasa apabila Hamba-hamba-Nya telah berada dalam kehidupan yg sesat telah jauh menyimpang dari ajaran-ajaran agama yg dipindah oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seseorang Nabi atau Rasul yg bertugas buat menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yg sebelumnya mengembalikan penduduk yg telah tersesat ke jalanlurus & benar & mencuci bersih jiwa manusiadari segala tahayul & syirik menggantinya & mengisinya dgn iman tauhid & aqidah yg sesuia dgn fitrah.

Demikianlah sehingga terhadap suku Aad yg sudah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup & kenikmatan duniawi maka tak mengenalkan Tuhannya yg mengurniakan itu seluruhnya. Di utuskan terhadap mereka Nabi Hud seseorang drp suku mereka sendiri dari keluarga yg terpandang & berpengaruh populer sejak kecilnya dgn kelakuan yg baik budi pekerti yg luhur & sgt bijaksana dalam pergaulan dgn kawan-kawannya.
Nabi Hud mengawali dakwahnya dgn menarik perhatian kaumnya suku Aad terhadap tanda-tanda bentuknya Allah yg berupa alam sekeliling mereka & bahawa Allahlah yg mencipta mereka seluruhnya & mengurniakan mereka dgn segala kenikmatan hidup yg berupa tanah yg subur, air yg mengalir pula tubuh-tubuhan yg tegak & kuat. Dialah yg harusnya mereka sembah & bukan patung-patung yg mereka perbuat sendiri. Mereka juga sebagai manusia yakni makhluk Tuhan paling mulia yg tak sepatutnya merendahkan diri sujud menyembah batu-batu yg sewaktunya dpt mereka hancurkan sendiri & memusnahkannya dari pandangan.

Di terangkan oleh Nabi Hud bahwa dia ialah rosul Allah yg ditugaskan utk menyuruh mereka ke jalan yg benar beriman pada Allah yg menghidupkan & mematikan mereka, memberikan rezeki atau mencabutnya dari mereka. Beliau tak berharap pendapatan & menuntut balas jasa atas usahanya memimpin & menuntut mereka ke jalan yg benar. Nabi hud hanya menjalankan perintah Allah & memperingatkan mereka bahwa jika seandainya mereka masih menutup telinga & mata mereka menghadapi ajakan & dakwahnya mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih dan akan dibinasakan oleh Allah layaknya yang terjadinya pada kaum Nuh yg mati binasa tenggelam dalam air bah akibat kecongkakan & kesombongan mereka karena menolak ajaran & dakwah Nabi Nuh seraya teguh kepada pendirian & kepercayaan mereka pada berhala & patung-patung yg mereka sembah & puja itu.

Bagi kaum 'Ad seruan & dakwah Nabi Hud itu yakni barang yg tak sempat mrk dengar maupun menduga. Mereka melihat bahwa ajaran yg dipindah oleh Nabi Hud itu dapat mengubah sama sekali cara hidup mereka & membongkar peraturan & rutinitas istiadat yg sudah mereka kenal & warisi dari nenek moyang mereka. Mereka tercengang & merasa heran bahwa seseorang dari suku mereka sendiri sudah berani berupaya merombak tatacara hidup mereka & menukar agama & kepercayaan mereka dgn sesuatu yg baru yang tidak dapat dimengerti  dan diterima oleh akal fikiran mereka. Dgn segera ditolaklah oleh mereka dakwah Nabi Hud itu dgn bermacam macam argumen & tuduhan kosong kepada diri dia serta ejekan-ejekan & hinaan yg diterimanya dgn kepala dingin & penuh kesabaran.

Berkatalah kaum Aad pada Nabi Hud : "Wahai Hud! Ajaran & agama apakah yg engkau hendak anjurkan terhadap kami? Engkau mau supaya kami meninggalkan persembahan kami pada tuhan-tuhan kami yg berkuasa ini & menyembah tuhan mu yg tak dpt kami jangkau dgn pancaindera kami & tuhan yg menurut kata anda tak bersekutu. Cara persembahan yg kami lakukan ini adalah yg sudah kami warisi dari nenek moyang kami & tak sesekali kami tak dapat meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yg semestinya kembali pada aturan nenek moyangmu & jgn mencederai kepercayaan & agama mereka dgn memebawa satu buah agama baru yg tak kenal oleh mereka & pasti tak bakal direstuinya."

Wahai kaumku! jawab Nabi Hud,Sesungguhnya Tuhan yg saya serukan ini terhadap anda utk Menyembah-Nya meski anda tak dpt Menjangkau-Nya dgn pancainderamu tapi anda dpt melihat dam merasakan bentuknya dalam diri anda sendiri yang merupakan ciptaannya & dalam alam semesta yg mengelilingimu sekian banyak langit dgn matahari bln & bintang-bintangnya bumi dgn gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan & binatang-binatang yg kesemuanya dpt berguna bagi anda juga sebagai manusia. & jadi anda dpt menikmati kehidupan yg sejahtera & bahagia. Tuhan itulah yg mesti anda sembah & menundukkan kepala anda Kepada-Nya.Tuhan Yg Maha Esa ga ada bersekutu tak beranak & diperanakan yg meskipun anda tak dpt Menjangkau-Nya dgn pancainderamu, ia dekat drp kamu mengetahui segala gerak-geri & tingkah lakumu mengetahui isikan hati mu denyut jantungmu & jalan fikiranmu. Tuhan itulah yg mesti disembah oleh manusia dgn kepercayaan penuh pada Keesaan-Nya & Kekuasaan-Nya & bukan patung-patung yg anda perbuat pahat & ukir dgn tangan anda sendiri kemudian anda sembah yang merupakan tuhan padahal dirinya sebuah barang yg pasif tak dapat berbuat sesuatu yg menguntungkan atau merugikan anda. Alangkah bodohnya & dangkalnya fikiranmu jikalau anda masihlah mempertahankan agamamu yg sesat itu & menolak ajaran & agama yg sudah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yg Maha Esa itu."

Wahai Hud! jawab kaumnya,"Gerangan apakah yg menjadikan engkau berpandangan & berfikiran lain drp yg telah jadi pegangan hidup kami sejak dulu waktu & menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan maka engkau menghina & merendahkan wibawa tuhan-tuhan kami & memperbodohkan kami & mempunyai anggapan kami berakal sempit & berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa engkau terpilih jadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu utk mengambil agama & kepercayaan baru pada kami & menggandeng kami ke luar dari jalan yg sesat menurut pengakuanmu ke jalan yg benar & lurus. Kami merasa heran & tak dpt menerima oleh akal kami sendiri bahwa engkau sudah dipilih jadi pesuruh Tuhan. Apakah kelebihan anda diatas seorang drp kami , engkau tak lebih tak kurang yaitu satu orang manusia biasa seperti kami hidup makan minum & tidur tidak ada bedanya dgn kami, kenapa engkau yg dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau menurut anggapan kami seseorang pendusta besar atau mungkin saja engkau berfikiran tak sehat terkena kutukan tuhan-tuhan kami yg senantiasa engkau ejek hina & cemuhkan."
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 9:36:00 PM
Tags :

Related : Kisah Nabi Hud a.s

0 komentar: