Saturday, November 28, 2015

Cara Bacaan Salam Yang Benar Dalam Shalat

Cara Bacaan Salam Dalam Shalat - Salam termasuk juga rukun shalat. Maka orang yg meninggalkan salam, baik dgn sengaja ataupun lupa sehingga shalatnya batal. baca juga hal yang membatalkan shalat

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

“Kunci shalat yaitu bersuci, yg mengharamkannya yaitu takbiratul ihram, & yg menghalalkannya ialah salam.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, & dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)

Makna :
  • Mengharamkannya : batas yg mengharamkan utk laksanakan kesibukan di luar shalat
  • Menghalalkannya : batas yg menghalalkan utk lakukan kesibukan di luar shalat

2. Salam yg statusnya rukun shalat yaitu salam pertama, sedangkan salam ke-2 hukumnya sunah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat melaksanakan salam sekali.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan,
أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كان يسلم تسليمة واحدة

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan salam sekali.” (HR. Baihaqi).

3. Inti dari salam ialah bacaan Assalamu alaikum wa rahmatullah….dst. Sementara menoleh dikala salam, hukumnya cara dalam madzhab Syafiiyah. Maka shalat masihlah sah, sekalipun tak menoleh disaat salam. Imam An-Nawawi mengemukakan,
ولو سلم التسليمتين عن يمينه أو عن يساره أو تلقاء وجهه أجزأه وكان تاركا للسنة

Bila ada orang yg mengucapkan salam dua kali ke kanan atau ke kiri, atau menghadap ke arah depan (tak menoleh), shalatnya sah, sekalipun beliau meninggalkan sunah. (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 3/478).

4. Dianjurkan untuk menoleh dengan cara maksimal disaat salam dua kali, maka pipi orang yg shalat tampak dari belakang.

Dari Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, dirinya menceritakan,
كُنْتُ أَرَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ، وَعَنْ يَسَارِهِ، حَتَّى أَرَى بَيَاضَ خَدِّهِ

”Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salam dgn menoleh ke kanan & ke kiri. Sampai saya melihat putihnya pipi beliau.” (HR. Muslim 582).

5. Tata cara salam ada 5 :

A. Mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” disaat menoleh ke kanan & ke kiri.

Dari Abu Ubaidah,
أَنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ كَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، وَعَنْ يَسَارِهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، يَجْهَرُ بِكِلْتَيْهِمَا

Bahwa Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu salam ke kanan dgn mengucapkan, “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” & menoleh ke kiri dgn membaca, “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dia mengeraskan keduanya. (HR. Abdurazaq dalam Mushannaf, 3129).

Hal yg sama pun dilakukan sohib Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma (Mushanaf Abdurazaq 3134).

B. Mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” disaat salam mula-mula & mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah” pada waktu salam ke-2.

Dari Wali bin Hujr radhiyallahu ‘anhu, dia menceritakan,
صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ : «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ»، وَعَنْ شِمَالِهِ : «السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ»

“Saya shalat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dirinya mengucapkan salam waktu menoleh ke kanan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” & saat menoleh ke kiri dirinya mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” (HR. Abu Daud 997 )

C. Mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah” saat menoleh ke kanan & ke kiri.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu,
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ : السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ

“Saya menonton Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salam ke kanan & ke kiri, mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah”, sampai kelihatan putihnya pipi ia.” (HR. Nasai, Abu Daud.) baca juga doa sholat dhuha

D. Salam pertama mengucapkan, ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” & salam ke-2 mengucapkan, ”Assalamu alaikum.”

Dari Wasi’ bin Hibban, ia sempat bertanya pada Ibnu Umar mengenai tata kiat shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliaupun mempraktekkannya, diantaranya,
وَذَكَرَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ عَنْ يَمِينِهِ، السَّلَامُ عَلَيْكُمْ عَنْ يَسَارِهِ

Wasi’ menyatakan bahwa Ibnu Umar mengucapkan ”Assalamu alaikum wa rahmatullah.” diwaktu menoleh ke kanan & mengucapkan ”Assalamu alaikum.” waktu menoleh ke kiri.(HR. Nasai & dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

E. Salam sekali dengan cuma mengucapkan ”Assalamu alaikum.”

Aisyah menceritakan tata trick shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ثم يسلم تسليمة واحدة، السلام عليكم، يرفع بها صوته، حتى يوقظنا

”Kemudian dia salam sekali, mengucapkan ’Assalamu alaikum’ dgn mengangkat suaranya, maka membangunkan kami.” (HR. Ahmad & dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

6. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang salam sekali dgn menoleh sedikit ke arah kanan,

Aisyah menceritakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ فِي الصَّلَاةِ تَسْلِيمَةً وَاحِدَةً تِلْقَاءَ وَجْهِهِ يَمِيلُ إِلَى الشِّقِّ الْأَيْمَنِ قَلِيلًا

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan salam sekali disaat shalat ke arah depan dgn menoleh sedikit ke kanan.” (HR. Daruquthni, Al-Hakim, & dishahihkan Adz-Dzahabi).
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12:47:00 AM
Tags :

Related : Cara Bacaan Salam Yang Benar Dalam Shalat

0 komentar:

Post a Comment