Tuesday, December 8, 2015

Iman Taklid : Iman Yang di Perdebatkan

Iman Taklid : Iman Yang di Perdebatkan - Pernahkah anda mendengar iman taklid? Ya, Iman taklid adalah iman yang didasari oleh perkataan guru-nya, meyakini apa yang di katakan gurunya, percaya kepada Allah S.W.T tanpa didasari dalil naqli (Al-Quran dan Hadits) atau dalil aqli (Dalil Akal).


Perdebatan Ulama Tentang Iman Taqlid
1. Abul Hasan Al-Asy’ari  (wadhi ilmu tauhid) , Qadhi Abu Bakar Al-Baqillani , Imam M├ólik Bin Anas & Imamul Haramain  berpendapat bahwa iman taqlid hukumnya sah, dapat tapi orangnya berdosa lantaran mengikuti orang lain tidak dengan dalil. dan ini merupakan pendapat yang paling unggul.
 
2. Ibnu ‘Arabi & Imam Sanusi , berpendapat bahwa iman tak sah, namun dalam Kitab Kubra, Imam Sanusi mencabut kembali pendapatnya. (Kifayatul Awam)

3. Imam Dasuqi : berpendapat bahwa iman taqlid itu sah, dapat tapi orangnya berdosa bagi mereka yg bisa utk berpikir. Pernyataan ini yg dijadikan pernyataan para ulama (Al-Mu’tamad/pendapat yg dipegang atau dipedomani) pernyataan ini berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah (2) ayat 286 :
iman taklid

4. Sebahagian ulama Iman Taqlid sah hukumnya & tak berdosa asalkan dalilnya bersumber dari Al-Qur’an.

5. Sebahagian ulama, Iman Taqlid sah & tak berdosa baik utk ahli berpikir ataupun orang awam, pernyataan ini didasarkan pada hadits Nabi, waktu menjawab pertanyaan dari Seseorang Arab Badwi : ”Ya Rasulullah, bagaimanakah caranya agar masuk surga?”, spontan Nabi menjawab katakanlah olehmu!” :

iman taklid
6. Sebahagian ulama lagi berpendapat bahwa iman taqlid itu sah, bahkan bila telah beriman diharamkan untuk mencari dalil. yaitu dalil-dalil yang di kotori oleh pendapat para ahli filsafat.

Karakteristik Iman Taqlid :

1. Iman Taqlid ialah iman ikut-ikutan, merupakan orang yg beriman dgn semua rukun iman tapi hanya ikut-ikutan saja.

2. Pegangan Islamnya tak kuat, prinsip Islamnya tak kukuh. Ia tak mempunyai argumen yg kuat kenapa dirinya beriman. Seandainya ditanya, "Apa bukti wujudnya Allah?" Dirinya cuma bisa menjawab, "Saya mendengar orang bicara ada, sehingga aku juga mengatakan ada".

3. Sandaran keyakinannya terhadap orang lain, dirinya tak mempunyai dalil 'aqli ataupun naqli (dalil akal atau dalil Al Quran) utk membuktikan keyakinannya pada rukun iman.

4. Mayoritas umat Islam hri ini, baik berpangkat atau tidak, miskin ataupun kaya, bodoh atau pintar, yaitu beberapa orang yg beriman taqlid. Mereka yg beragama Islam karena dengan cara kebetulan dilahirkan dari ibu & Bpk yg beragama Islam. Keyakinan mereka pada Allah hanya dikarenakan kebiasaan sejak lahir.

5. Mereka lebih tahu mengenai anatomi seekor kuman yg amat sangat kecil, daripada Allah Yang Maha Besar. Mereka lebih dapat diandalkan menyangkut wujud bumi yg susah & rumit daripada suasana kiamat yg dahsyat. Mereka lebih percaya dgn teori sains daripada janji-janji Allah yg terkandung dalam Al Quran & Hadist.

6. Sifat orang yg beriman taqlid kepada agama Islam seperti daun kering yg ditiup angin kesana-kemari. Mereka tak akan mengawal keyakinan nafsu yg liar, serta tidak mampu berhadapan dgn ujian.

Untuk itu, kami mengajak kepada siapa saja yang membaca postingan ini, mari kita tingkatakan keimanan yang ada dalam hati, kita coba lebih mementingkan Iman kita, sisakan waktu sejenak untuk lebih mendalami tauhid, mendalami dalil-dalil akidah agar kita keluar dari rasa bimbang yang selama ini berkelumut didalam hati.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 4:53:00 PM
Tags :

Related : Iman Taklid : Iman Yang di Perdebatkan

0 komentar:

Post a Comment