Friday, February 5, 2016

Pengertian Adaptasi Morfologi, Fisiologi dan Tingkah Laku

Pengertian Adaptasi Morfologi, Fisiologi dan Tingkah Laku - Adaptasi morfologi adalah penyesuaian bentuk atau alat-alat tubuh makhluk hidup dengan lingkungannya. Perubahan bentuk atau organ tertentu pada adaptasi morfologi terjadi dalam waktu yang relatif lama. Adaptasi morfologi merupakan jenis adaptasi yang mudah di amati karena paling tampak jelas.

Contoh adaptasi morfologi pada hewan adalah sebagai berikut:
a. Bentuk paruh burung sesuai dengan jenis makanannya.
b. Bentuk kaki burung sesuai dengan cara hidupnya. 
c. Tipe mulut serangga sesuai dengan cara hidupnya.
d. Bentuk gigi pada omnivora herbivora dan karnivora sesuai dengan jenis makanannya.
e. Warna bulu atau rambut sesuai dengan habitatnya.

pengertian morfologi  morfologi bahasa indonesia  morfologi biologi  sintaksis  morfologi linguistik  morfologi hewan  contoh morfologi  adaptasi morfologi
 Contoh adaptasi morfologi pada tumbuhan adalah sebagai berikut:
a. Xerofit, merupakan tumbuhan yang hidup di lingkungan kering seperti di gurun. Tumbuhan ini beradaptasi dengan lingkungan hidupnya yang kering dengan cara memiliki akar panjang, daun seperti duri, stomata sedikit dan tertutup bulu-bulu untuk mencegah penguapan, mempunyai jaringan penyimpan air di dalam batang dan seluruh permukaan tubuhnya tertutup lilin-lilin. Contohnya seperti kaktus dan bunga mentega.

pengertian fisiologi  fisiologi manusia  fisiologi hewan  pengertian fisiologi manusia  fisiologi tumbuhan  adaptasi fisiologi  sitologi  anatomi fisiologi


b. Hidrofit adalah tumbuhan yang hidup di air. Tumbuhan hidrofit memiliki akar cabang pendek, tangkai daun berongga dan stomata banyak, terdapat ditemukan di atas daun. Contohnya seperti teratai dan eceng gondok. 

c. Higrofit adalah tumbuhan yang hidup di tempat yang lembab. Tumbuhan hidrofit memiliki daun lebar dan tipis, banyak stomata dan sering melakukan gutasi. Contohnya keladi, tumbuhan paku dan lumut.

2. Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah kemampuan organisme untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungannya berdasarkan fungsi kerja alat-alat tubuh. Adaptasi fisiologi tidak mudah diamati seperti adaptasi morfologi. Contoh adaptasi fisiologi adalah sebagai berikut:

a. Osmoregulasi pada ikan air tawar dan ikan air laut. Ikan air tawar memiliki kadar garam dalam tubuh lebih tinggi daripada lingkungannya sehingga air dari lingkungan masuk ke tubuh ikan secara osmosis. Oleh karena itu, ikan air tawar beradaptasi dengan sedikit minum dan banyak mengeluarkan urine yang tidak pekat atau hipertonik.  Tujuannya agar kadar garam dalam tubuhnya menjadi sama dengan lingkungannya atau isotonik.

Ikan air laut memiliki kadar garam dalam tubuh lebih rendah daripada lingkungannya sehingga air dari tubuh ikan keluarkan lingkungan secara osmosis. Cara adaptasi ikan laut adalah dengan banyak minum dan sedikit mengeluarkan urine yang pekat atau hipertonik.

b. Tubuh manusia yang hidup di daratan tinggi akan beradaptasi dengan lingkungannya dengan cara membentuk lebih banyak butir-butir darah merah dan hemoglobin. Hal ini terjadi karena tekanan udara di daratan tinggi lebih rendah daripada di dataran rendah. Sehingga hanya sedikit Oksigen dapat masuk ke dalam tubuh. Untuk mendapatkan lebih banyak oksigen, tubuh manusia memproduksi banyak butir darah merah.


3. Adaptasi tingkah laku
Merupakan Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang didasarkan pada tingkah laku. Penyebab terjadinya adaptasi tingkah laku di darat terutama dipengaruhi oleh air. Contohnya adalah sebagai berikut:

a. Mimikri pada hewan, tingkah laku hewan untuk menghasilkan kemiripan dengan makhluk hidup lain dengan tujuan menghindari diri dari musuh.

adaptasi tingkah laku pada manusia  adaptasi tingkah laku pada tumbuhan  adaptasi tingkah laku pada hewan  seleksi alam  contoh adaptasi tingkah laku  adaptasi tingkah laku pada rayap  pengertian adaptasi tingkah laku  adaptasi tingkah laku pada hewan dan tumbuhan

b. Pohon jati menggugurkan daunnya di musim kemarau untuk mengurangi penguapan.
c. Keladi meneteskan air untuk mengurangi kelebihan air.
d. Rayap dewasa memakan kembali kulitnya yang terkelupas untuk mendapatkan kembali falgellata. Demikian pula rayap yang baru menetas menjilati dubur kayak dewasa untuk mendapatkan flagellata. Flagellata menghasilkan enzim selulase yang dapat mencerna selulosa.
e. Paus secara periodik muncul ke permukaan air untuk bernafas. Paus muncul ke permukaan untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya dan mengeluarkan udara pernapasan yang jenuh dengan uap air.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 2:38:00 AM
Tags :

Related : Pengertian Adaptasi Morfologi, Fisiologi dan Tingkah Laku

0 komentar: