Thursday, February 4, 2016

Pengertian Hormon dan Fungsinya

Pengertian Hormon dan Fungsinya - hormon berasal dari kata homaein yang berarti memacu. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Fungsi hormon adalah untuk mengatur metabolisme pertumbuhan, perkembangan reproduksi dan tingkah laku. Hormon dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit tetapi memiliki pengaruh yang besar.

Hormon dan saraf memiliki persamaan tugas dan pengaturan kegiatan-kegiatan tubuh. Perbedaan sistem saraf dan hormon dapat dilihat dibawah ini:

baca juga pengertian sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi

Fungsi Sistem Saraf
a. Mengantarkan rangsangan dengan cepat.
b. Mengantarkan rangsangan secara tidak teratur.
c. Rangsangan melalui serabut saraf.

Fungsi Sistem Hormon
a. Mengantarkan rangsangan dengan lambat.
b. Mengantarkan rangsangan secara teratur.
c. Rangsangan melalui darah.

hormon wanita  macam-macam hormon,  pengertian hormon,  hormon pada manusia


Kelenjar-kelanjar endoktrin yang menghasilkan hormon adalah kelenjar hipofisis, tirsoid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, ovarium, dan testis.

1. Kelenjar Hipofisit
Sebelum kita mempelajari kelenjar hipofisis, Mari kita pelajari hipotalamus terlebih dahulu. Karena hipotalamus memainkan peranan penting dalam koordinasi sistem saraf dan hormon.

Hipotalamus menyekresika dua buah hormon, yaitu hormon pembebas yang memacu kelenjar hipofisis untuk mengekskresikan hormon-hormonnya dan hormon penghambat yang membuat kelenjar hipofisis berhenti menyekresikan hormon. Setiap hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis dikontrol oleh paling tidak 1 hormon pembebas dan penghambat yang dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar hipofisis terdiri atas 3 lobus lobus, anterior anterior, intermediet dan posterior. Ketiga lobus ini menghasilkan banyak hormon yang sangat penting bagi tubuh kita. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut Master of glands. Hormon-hormon yang disekresikan oleh hipofisis dan fungsinya dapat dilihat pada tabel berikut.
Hormon
Fungsi
Lobus Anterior

Hormon pertumbuhan
Memicu pertumbuhan dengan meningkatkan laju pembentukan protein didalam sel
Lactocropic hormone
Merangsang produksi air susu
Thyroid stimuling hormone
Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar tiroid
Adrenocorticortopic hormone
Mengontrol sekresi hormone oleh korteks adrenal
Follicle stimulating hormone
Pada wanita, merangsang perkembangan folikel pada ovariu,
Pada pria, memicu tesris untuk menghasilkan sperma
Luteinizing hormone
Pada wanita, merangkang perkembangan folikel pada ovarium dan sekresi estrogen.
Pada pria, menstimulasi sel interstitial untuk menghasilkan testoteron.
Lobus Intermediet

Melanosit stimuting hormone
Memengaruhi pigmentasi kulit.
Lobus posterior

Hormon anti deuretik
Menurunkanvolume urin dengan cara menyerap air dari ginjal dan meningkatkan tekanan darah.
Oksitotin
Memacu kontraksi uterus selama proses melahirkan dan kelenjar susu agar mengeluarkan air susu

Hormon diperlukan dalam jumlah tertentu. Jika suatu hormon yang dihasilkan berkurang atau berlebih akan membawa dampak yang tidak diinginkan. Jika terjadi pada masa kanak-kanak sekresi hormon pertumbuhan berlebih akan menyebabkan pertumbuhan raksasa gigantisme.

Baca juga : Sistem Ekskresi Manusia Beserta Penjelasannya

Namun, apabila hipersekresi hormon pertumbuhan terjadi di usia dewasa dapat menyebabkan pertumbuhan tulang abnormal di lengan, kaki dan kepala. Kondisi ini dikenal sebagai akromegali. Sebaliknya, bila kekurangan hormon pertumbuhan pada masa anak-anak menyebabkan kekerdilan.

2. Kelenjar Tiroid (gondok)
Kelenjar tiroid terletak di leher bagian depan dan terdiri atas dua lobus. Kelenjar tiroid menyekresikan hormon tiroksin dan kalsitonin.

Hipertiroidisme atau kelebihan hormon tiroksin dapat menghasilkan gejala seperti, suhu tubuh tinggi, banyak berkeringat, penurunan berat tubuh dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini disebut morbus basedowi

Hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroksin selama masa kanak-kanak menyebabkan kretinisme yang mengakibatkan pertumbuhan rangka terhambat dan perkembangan mental yang buruk. Bila hipotiroidisme terjadi pada masa dewasa, maka akan menyebabkan miksoedem dengan gejala laju metabolisme rendah, berat badan berlebih dan rambut rontok.

3. Kelenjar Paratiroid atau anak gondok
Kelenjar atau anak gondok menyekresikan hormon parathormon. Hormon paratiroid berfungsi mengatur kadar kalsium darah. bila kadar kalsium darah berkurang, maka hubungan ini akan meningkatkan pengambilan kalsium dalam ginjal dan usus serta pasang lembaga pembebasan kalsium dari tulang keras sehingga kadar kalsium dalam darah kembali normal.

Kekurangan parathormon menyebabkan kadar kalsium darah turun, yang menyebabkan kontraksi berlebih pada otot rangka atau kejang otot. Sebaliknya, bila kelebihan hormon ini menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah.

4. Kelenjar timus
Kelenjar ini merupakan tempat penimbunan hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi

5. Kelenjar Pankreas
Pulau pulau langerhans merupakan kumpulan sel-sel endokrin pankreas yang menyekresikan hormon ke dalam sistem sirkulasi. masing-masing Pulau mempunyai populasi sel-sel Alfa yang mengekskresikan hormon glukagon dan populasi sel-sel beta yang menyekresikan hormon insulin.

Hormon insulin fungsi untuk Mengubah glukosa atau gula menjadi glikogen di hati. glukagon berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa. kekurangan hormon insulin dapat menyebabkan penyakit diabetes mellitus.

6. Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal)
Kelenjar adrenal terletak diatas tiap ginjal. Kelenjar ini terdiri atas bagian korteks adrenal dan medula adrenal.

7. Kelenjar Kelamin
Kelenjar kelamin pria adalah testis. Sedangkan kelenjar kelamin wanita adalah ovarium. hormon hormon yang dihasilkan oleh kelenjar kelamin pria dan wanita dapat dilihat pada gambar pada tabel berikut berikut:

8. Kelenjar Pencernaan
Kelenjar pada lambung menghasilkan hormon gastrin yang berpengaruh terhadap pengeluaran HCl lambung. kelenjar pada usus menghasilkan hormon sekretin yang berfungsi untuk merangsang sekresi getah  pankreas dan hormon kolesistokinin yang merangsang sekresi Getah empedu.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 2:23:00 PM
Tags :

Related : Pengertian Hormon dan Fungsinya

0 komentar:

Post a Comment