Friday, February 5, 2016

Pewarisan Sifat dan Rekayasa Genetika

Pewarisan Sifat dan Rekayasa Genetika - Di dalam sel terdapat banyak kromosom. Di kromosom inilah tersimpan bahan genetika yang menentukan sifat-sifat suatu organisme. Sifat-sifat ini dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya adanya sifat sifat yang diwariskan dari ketua atau induk kepada keturunannya telah lama diketahui. akan tetapi, orang-orang belum mengetahui bagaimana sifat-sifat ini diwariskan dari induk kepada keturunannya.

Pada abad ke 19, Mendel meneliti tentang pola pewarisan sifat pada tumbuhan kacang kapri. Berkat penelitiannya, sekarang kita dapat mengerti Bagaimana pola pewarisan sifat suatu organisme. Ilmu yang mempelajari pola pewarisan sifat pada makhluk hidup disebut dengan genetika. kemudian Mendel diakui sebagai bapak genetika. 

Rekayasa genetika, hukum mendel, pengertian gen, pewarisan sifat, persilangan dihibrid, gen adalah, fungsi gen, persilangan monohibrid



Mendel memilih tanaman kacang kapri sebagai objek penelitiannya. Karena tanaman ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah menghasilkan banyak keturunan, daur hidupnya pendek, mudah melakukan penyerbukan dan mempunyai sifat sifat beda yang mencolok.

Langkah awal yang dilakukan Mandel dalam menentukan galur murni. Galur murni merupakan tanaman yang apabila melakukan penyerbukan sendiri menghasilkan keturunan yang memiliki sifat yang sama dengan tanaman induknya. jalur-jalur yang dipilih Mendel adalah Galur galur murni yang mempunyai beberapa sifat mencolok yaitu bentuk biji matang: bulat dan keriput, warna biji: kuning dan hijau. warna bunga; putih dan ungu, warna polong muda; warna hijau dan kuning, bentuk polong tua; halus dan kasar, kedudukan bunga; diketiak dan ujung dan tinggi tanaman; tinggi dan pendek.

Mendel keemudian menyilangkan 2 tanaman galur murni yang mempunyai sifat berbeda atau monohibrid. Misalnya, tanaman kapri berbunga Ungu disilangkan dengan tanaman kapri berbunga putih. Keturunan hasil persilangan pertama ini disebut filial pertama atau F1. Tanaman F1 dicatat berdasarkan sifat-sifat yang dipakai sebagai pembeda tetuanya.

Setelah itu Mendel menanam biji F1 dan tanaman yang tumbuh selanjutnya dibiarkan menyerbuk sendiri dan menghasilkan biji generasi F2. Tanaman F2 dicatat sifatnya dan ditanam seterusnya hingga F7. setelah berhasil mendapatkan pola pewarisan sifat dengan satu sifat beda, Mendel melanjutkannya dengan melakukan persilangan dengan dua sifat berbeda yaitu dihybrid. Contohnya tanaman berbatang tinggi dan berbiji bulat, disilangkan dengan tanaman berbatang pendek dan berbiji keriput. Kemudian dia kembali mengulangi langka seperti penelitian monohibrid.

Hukum Mendel
Berdasarkan hasil percobaan monohibrid dan dihibrid yang dilakukan. Mendel menyimpulkan bahwa:
1. Setiap sifat organisme dikendalikan oleh sepasang faktor penentu sifat.
2. Setiap pasangan faktor penentu sifat memperlihatkan Salah satu sifat penampakan luar.
3. Satu faktor penentu Sifat dapat menutupi faktor penentu sifat lainnya. 
4. Faktor penentu Sifat dapat menutupi faktor penentu sifat lainnya. 
5. Individu memiliki sifat yang sama.
6. Nama pasangan faktor penentu sifat memisah secara bebas ketika pembentukan sel kelamin.
7 .Setia faktor penentu dapat berpasangan secara bebas ketika membentuk gamet
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 1:31:00 AM
Tags :

Related : Pewarisan Sifat dan Rekayasa Genetika

0 komentar: