Langsung ke konten utama

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Secara Umum Menurut Para Ahli

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Secara Umum Menurut Para Ahli - Manusia yaitu makhluk yg diciptakan oleh Tuhan YME dengan segala kesempurnaanya. Salah satu kesempurnaan yg diberikan Tuhan YME pada manusia yaitu “akal dan pikiran” yg membedakannya dgn makhluk lain. Sejak diciptakan & dilahirkan manusia sudah dianugerahi hak-hak yg melekat pada beliau & mesti dihormati oleh manusia yg yang lain. Hak tersebut dinamakan juga dgn hak asasi manusia (HAM).

Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) Secara Umum Menurut Para Ahli


Pengertian Hak asasi manusia atau HAM adalah hak dasar atau hak pokok yang melekat dalam diri manusia sejak manusia diciptakan sbg anugerah Tuhan Yg Maha Esa. Hak yang dimiliki manuisa pastinya tak bisa dijalankan sebebas-bebasnya, sebab dia berhadapan langsung & harus menghormati hak yg dimiliki orang lain. Hak asasi manusia terdiri atas dua hak yg paling fundamental, yang pertama adalah hak persamaan dan kedua hak kebebasan. Tanpa hak tersebut, sehingga akan sangat susah utk menegakkan hak asasi lainnya.

Pernyataan pada hak asasi manusia pada hakikatnya ialah penghargaan pada segala potensi & harga diri manusia menurut kodratnya. Meski begitu, kita tak boleh lupa bahwa hakikat tersebut selain mengundang hak untuk menikmati kehidupan dengan cara kodrati. Karena dalam hakikat kodrati itupun terkandung kewajiban dalam diri manusia tersebut. Tuhan memberikan sejumlah hak dasar tadi dgn kewajiban mendidik dan menyempurnakannya.
Baca juga : Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Seterusnya, John Locke adalah seseorang ahli ilmu Negera dalam buku Sistem Pemerintahan Indonesia Th 2012 karangan Trubus Rahardiansyah menyebutkan bahwa hak asasi manusia merupakan hak-hak yg diberikan langsung oleh Allah S.W.T sbg hak yg kodrati. Maka dari itu, tak ada kekuasaan apapun didunia yg sanggup mencabutnya. Hak sifatnya sangat mendasar bagi kehidupan & hidup manusia dan adalah hak kodrati yg tidak mungkin terlepas dari dan dalam kehidupan manusia.

Tidak Hanya John Locke, terdapat juga tokoh nasional yg memberikan batasan berkaitan hak asasi manusia. Beliau adalahProf. Mr. Koentjoro Poerbapranoto, dalam buku Sistem Pemerintahan Indonesia (2012) karangan Trubus Rahardiansyah yg menuturkan hak asasi manusia ialah hak yg bersifat asasi, artinya hak-hak yg dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak mungkin dipisahkan dari hakikatnya maka sifatnya suci.

Menurut Undang-Undang RI No. 39 Th 1999 mengenai Hak Asasi Manusia Pasal 1 menyatakan bahwa “Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu seperangkat hak yg melekat pada manusia juga sebagai makhluk Allah S.W.T dan merupakan Anugerah Allah yg wajib dihormati, dijunjung tinggi, & dilindungi oleh negera, hukum, pemerintah dan tiap-tiap orang demi kehormatan juga perlindungan harkat & martabat manusia”.

Berdasarkan rumusan-rumusan hak asasi manusia diatas, bisa kita simpulkan bahwa HAM yaitu hak yang melekat kepada diri manusia yg bersifat kodrati dan fundamental juga sebagai sebuah anugerah Tuhan YME yang harus dihormati, dijaga, & dilindungi oleh tiap-tiap individu, masyarakat, atau negeri.

Dengan begitu, hakikat penghormatan & perlindungan pada HAM merupakan menjaga kese- lamatan eksistensi manusia dengan cara utuh lewat tindakan keseimbangan. Keseimbangannya yaitu antara hak & kewajiban pula keseimbangan antara keperluan perseorangan dengan keperluan umum. Upaya menghormati, melindungi, & menjunjung tinggi HAM jadi kewajiban & tanggung jawab dengan antara individu, pemerintah (aparatur pemerintahan baik sipil ataupun militer), & negeri. 

Jadi, dalam memenuhi dan menuntut hak tidak akan terlepas dari pemenuhan kewajiban yg mesti dilaksanakan. Demikian pula dalam memenuhi kepentingan perseorangan, keperluan tersebut tak boleh merusak keperluan orang tidak sedikit (keperluan umum). Sebab itu, pemenuhan, perlindungan & penghormatan pada HAM harus diikuti dgn pemenuhan pada KAM (kewajiban asasi manusia) & TAM (tanggung jawab asasi manusia) dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, & bernegara.

Dalam penerapannya, hak asasi manusia (HAM) tak mampu dilepaskan dari kewajiban asasi manusia (KAM) & tanggung jawab asasi manusia (TAM). Ketiganya yaitu keterpaduan yg berlangsung secara seimbang. Seandainya ke-3 unsur asasi yg melekat terhadap tiap-tiap individu manusia (baik dalam tatanan kehidupan pribadi, kemasyarakatan, kebangsaan, kenegaraan, dan pergaulan global) tidak berjalan seimbang sehingga bisa dijamin akan menimbulkan kekacauan dan kesewenang-wenangan dalam tata kehidupan manusia.

Beberapa ciri pokok hakikat HAM berdasarkan sekian banyak rumusan HAM di atas, adalah sbg berikut.
a. HAM tak butuh diberikan, diminta, dibeli, maupun diwarisi. HAM yakni sektor dari manusia dengan cara automatis.
b. HAM berlaku utk seluruhnya orang tidak dengan melihat jenis kelamin, ras, agama, etnis, politik, atau asal-usul sosial & bangsa.
c. HAM jangan dilanggar. Tidak satu orang pun mempunyai wewenang untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang konsisten memiliki HAM meski suatu negeri menciptakan hukum yg tak melindungi atau melanggar HAM. Oleh sebab itu, bila HAM dilanggar oleh seorang atau lembaga negara atau sejenisnya sehingga dapat dikenai hukuman.

Postingan populer dari blog ini

Jumlah Pemain Bola Voli Dalam Satu Regu

Jumlah Pemain Bola Voli Dalam Satu Regu - Permainan bola voli adalah olah raga yang sangat digemari oleh kaum laki-laki atau perempuan, dalam permainan ini jumlah pemain nya dibatasi dengan jumlah yang sedikit mengingat lapangan bola voli juga tergolong kecil, berbeda dengan sepak bola yang kita kenal dengan istilah kesebelasan. Jumlah pemain bola voli dalam satu regu maximal ada 6, sedangkan untuk jumlah minumum ada 4 orang.
Baca juga : Ukuran lapangan bola voli standar nasional

Aturan Jumlah Pemain Bola Voli dalam Satu Regu Setiap tim atau regu memiliki jumlah pemain 10 orang, 6 Orang pemain inti dan 4 orang pemain cadanagan. Pada saat pergantian pemain ketika pertandingan berlangsung tidak dibatasi.  Maksimal dalam satu pertandingaan harus ada 6 pemain inti. minimal 4 pemain. Jika kurang dari empat pemain, maka regu bersangkutan dianggap K.O.
Posisi Pemain Saat Pertandingan Bola Voli Posisi pemain ketika pertandingan berlangsung terbagi menjadi 3, diantaranya; 2 Pemain Smasher/spiker…

Tinggi Ring Basket Dari Lantai untuk Putra dan Putri

Tinggi Ring Basket Dari Lantai untuk Putra dan Putri - Ring basket merupakan sesuatu yang termasuk kedalam fasilitas bola basket. Ring basket juga merupakan poin penting dalam permainan bola basket karena ring adalah tempat di mana pemain harus menembak bola ke dalam rangka untuk mengumpulkan poin. Lalu berapakah tinggi ring basket ???
Pada psotingan ini kita akan sama sama mengkaji tinggi ring basket. Ring basket memiliki tinggi yang berbeda. Ketinggian resmi peraturan NBA ring basket adalah 10 kaki dari lantai atau 305cm, dan papan  3,5 kaki vertikal dan 6 kaki horizontal. Hoop berdiameter 18 inci. Ketinggian lingkaran itu adalah standar di semua tingkat bermain.
Baca Juga : Ukuran Lapangan Basket
National Basketball Association memiliki standar yang berbeda untuk hoops basket karena visibilitas dalam permainan dan sifat fisik atlet profesional. Papan pantul basket NBA terbuat dari kaca 1/4-inch-tebal dan 72 inci lebar 42 inci. Konektor terbuat dari  logam, dan lingkaran dan lingkar…

45 Butir-butir Pancasila

45 BUTIR-BUTIR PANCASILA - Sejak tahun 2003, berdasarkan Tap MPR No.I/MPR/2003, 36 butir pedoman pengamalan Pancasila telah diganti menjadi 45 butir butir Pancasila.  Tapi yang sangat disayangkan yaitu tidak adanya kebijakan pemerintah untuk memasukkanya ke dalam kurikulum pendidikan ataupun program doktrinasi lewat media. 
Namun, meski demikian tidak ada salahnya jika kita mengetahui bagaimana cara pengamalan Butir-butir Pancasila tersebut.  Berikut 45 Butir-butir Pancasila beserta contoh sikap yang mencerminkan pengamalannya:

45 BUTIR-BUTIR PANCASILA
A.  Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa…