Monday, August 29, 2016

35 Peraturan Futsal Terbaru Indonesia

35 Peraturan Futsal Terbaru Indonesia  - Dalam segala sesuatu diperlukan peraturan, tanpa terkecuali futsal. Meskipun futsal masih tergolong sepak bola, futsal memiliki peraturan tersendiri yang sudah disepakati oleh organisasi tertinggi sepak bola. Peraturan futsal ini wajib dipatuhi oleh siapa pun yang barmain futsal dan tidak ketinggalan untuk Official. Di Indonesia sendiri futsal memiliki peraturan. Lalu apakah peraturan futsal terbaru di Indonesia??? Pada postingan sekarang ini kita akan sama-sama memahami 35 Peraturan futsal.

Peraturan Futsal Terbaru

Peraturan Futsal Terbaru Indonesia

1. Pergantian pemain futsal bisa dilakukan kapan saja selama pertandingan berjalan.
2. Pergantian pemain futsal bisa dilakukan kerika bola berada didalam atau diluar permainan.
3. Pemain yang mau meninggalkan lapangan wajib dan pemain yang akan memasuki lapangan wajib melakukannya di area pergantiannya sendiri, Namun dilakukan apabila pemain yang akan diganti sudah melewati batas lapangan.

4. Pergantian pemain akan dianggap sah apabila pemain pengganti sudah masuk lapangan, dimana itu waktu itu  pemain tersebut sudah menjadi pemain aktif dan pemain yang ia gantikan sudah keluar dan berhenti menjadi pemain aktif.
5. Penjaga gawang atau Kiper diizinkan berganti posisi dengan pemain lainnya.
6. Pada saat pergantian pemain dilakukan, seorang pemain cadangan masuk ke lapangan sebelum pemain yang akan digantikannya meninggalkan lapangan secara sempurna maka: permainan akan di dihentikan sejenak dan pemain yang akan diganti diperintahkan secepatnya untuk meninggalkan lapangan futsal, permainan futsal akan dimulai kembali dengan tendangan bebas tidak langsung yang dilaksanakan oleh regu lawan dari posisi dimana bola tersebut berada pada waktu permainan dihentikan

7. Setiap  Regu atau Tim memiliki hak meminta waktu untuk Time-out selama satu menit pada setiap babak.
8. Time-out tersebut lamanya satu menit dan bisa diminta kapan saja, Namun bisa di bolehkan apabila Regu tersebut memegang bola atau menguasai bola.
9. Apabila Regu yang tidak meminta time-out pada babak pertama, Namun ketika babak kedua regu tersebut hanya bisa mendapatkan satu kali time-out.
10. Bola dinyatakan keluar permainan, Apabila :
- Bola secara sepenuhnya melewati garis gawang, baik itu menggelinding atau melayang,
- Permainan telah dihentikan sementara oleh wasit,
- Bola menyentuh langit-langit lapangan futsal (Ketika pertandingan sedang dimainkan/berlangsung pada lapangan indoor dan secara tidak sengaja bola menyentuh langit-langit,
- Permainan akan dilanjutkan kembali dengan tendangan kedalam, diberikan kepada lawan dari tim yang terakhir menyentuh bola.
- Tendangan kedalam dilakukan dari sebuah titik pada garis terdekat dibawah langit-langit dimana bola menyentuhnya).
11. Tendangan bebas langsung akan diberikan pada regu lawan, apabila seorang pemain melakukan salah satu dari pelanggaran-pelanggaran dibawah ini:
- Kasar atau menggunakan tenaga yang berlebihan,
- Menendang atau mencoba untuk menendang lawan main,
- Mengganjal atau mencoba untuk mengganjal lawan main,
- Menerjang lawan main,
- Mendorong lawan meskipun dengan bahunya sendiri,
- Memukul atau mencoba memukul lawan,
- Mendorong lawan.
12. Tendangan bebas langsung juga bisa diberikan pada regu lawan, apabila seorang pemain melakukan pelanggaran-pelanggaran dibawah ini :
memegang lawan main, meludah pada lawan main, melakukan sleding tackle ketika akan merebut bola ketika bola dikuasai oleh pihak lawan.
13. Tendangan bebas langsung harus di eksekusi dari posisi dimana pelanggaran itu terjadi.
14. Semua jenis pelanggaran yang disebutkan diatas adalah kumpulan pelanggaran-pelanggaran yang diakumulasikan.
15. Jika seorang pemain sudah melakukan pelanggaran keenam bagi timnya pada posisi diantara garis tengah lapangan dan titik pinalti kedua 10 meter dari garis gawang tendangan bebas dilakukan dari titik pinalti kedua.

16. Jika seorang pemain melakukan kesalahan keenam dari timnya dari bagian lapangannya sendiri antara garis 10 m dan garis gawang, tim yang diberi tendangan bebas tersebut dapat memilih apakah mengambilnya dari titik pinalti kedua atau dari tempat dimana pelanggaran terjadi.
17.Jika tendangan bebas langsung dilakukan kearah gawang dan gol terjadi, maka gol tersebut dinyatakan sah.

18.Tendangan pinalti diberikan, jika seorang pemain telah melakukan pelanggaran didaerah pinaltinya sendiri, tidak peduli dimana posisi bola, tetapi asalkan bola dalam permainan atau bola hidup.

19.Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, jika seorang penjaga gawang telah melakukan salah satu pelanggaran dibawah ini : Setelah melepaskan bola dari tangannya, ia menerima kembali dari rekan tim (dengan kaki/tangan), sebelum melewati garis tengah atau sebelum dimainkan atau belum disentuh oleh pemain lawan, menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, dengan secara sengaja dikembalikan kepadanya oleh rekan tim (back pass), menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya, setelah ia menerima bola langsung dari tendangan kedalam yang dilakukan oleh rekan tim, menyentuh atau menguasai bola dengan tangannya atau kaki, lebih dari empat detik.

20.Tendangan bebas tidak langsung diberikan pada tim lawan, dilakukan ditempat terjadinya pelanggaran, jika menurut pendapat wasit seorang pemain: bermain dengan cara yang membahayakan, dengan cara sengaja menghalang-halangi gerakan pemain lawan tanpa ada bola padanya (yang dimaksud bola tidak dalam jarak permainan), mencegah penjaga gawang melepaskan bola dari tangannya, melakukan pelanggaran lainnya yang tidak disebutkan sebelumnya yang mana permainan dihentikan untuk memberi peringatan atau mengeluarkan seorang pemain.

21.Tendangan bebas tidak langsung diberikan kepada tim lawan, dari tempat dimana terjadinya pelanggaran. Kecuali, terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti ditempat yang terdekat dimana pelanggaran terjadi.

22.Untuk Tendangan Bebas Tidak Langsung, gol hanya dapat tercetak dan dinyatakan sah, apabila bola tersebut sudah menyentuh/tersentuh pemain lainnya sebelum masuk kegawang.

23.Seorang pemain diperingatkan dan menunjukkan kartu kuning, jika ia melakukan pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut : bersalah karena melakukan tindakan yang tidak sportif, memperlihatkan perbedaan pendapatnya dengan melontarkan perkataan atau aksi yang tidak baik, tetap melanggar Peraturan Permainan, memperlambat atau mengulur-ulur waktu pada saat memulai kembali permainan, tidak mengikuti perintah untuk menjaga jarak yang ditentukan ketika dilakukan tendangan sudut-tendangan kedalam-tendangan bebas atau tendangan gawang, masuk atau kembali ke lapangan tanpa ijin wasit atau melanggar prosedur pergantian pemain, Secara sengaja meninggalkan lapangan tanpa ijin dari wasit.

24. Untuk setiap pelanggaran, dan kepada lawan akan diberikan tendangan bebas tidak langsung, dilakukan ditempat dimana terjadinya pelanggaran tersebut. Jika pelanggaran ini terjadi didalam daerah pinalti, maka tendangan bebas tidak langsung dilakukan dari garis daerah pinalti pada tempat yang terdekat dimana terjadinya pelanggaran tersebut dan selain itu kepada pemain itu diberikan peringatan dengan menunjukkan kartu kuning.

25. Seorang pemain atau pemain cadangan dikeluarkan dengan menunjukkan kartu merah, jika ia melakukan salah satu pelanggaran sebagai berikut : pemain bermain sangat kasar, pemain melakukan tindakan kasar, meludah pada lawan atau orang lain, menghalangi lawan untuk mencetak gol atau kesempatan mencetak gol dengan sengaja memegang bola dengan cara yang tidak diperkenankan dalam peraturan (hal ini tidak berlaku kepada penjaga gawang didalam daerah pinaltinya sendiri), mengeluarkan kata-kata yang sifatnya menghina atau kata-kata caci-maki, menerima peringatan (Kartu Kuning) kedua didalam pertandingan yang sama.

26. Seorang pemain yang dikeluarkan oleh wasit (send off) tidak dapat ikut kembali kepermainan yang sedang berjalan, maupun duduk dibangku pemain cadangan dan harus meninggalkan sekitar lapangan. Pemain cadangan dapat masuk ke lapangan dua menit setelah rekan timnya dikeluarkan, kecuali tercipta gol oleh lawannya sebelum masa dua menitnya berakhir, dan pemain secara sah telah diijinkan oleh wasit atau pencatat waktu.
28. Pemain boleh sodorkan/operkan bola ke penjaga sendiri dengan kepala (sundulan pada bola dengan kepala), dengan dada atau lutut dan cara lain, asalkan bola telah melewati garis tengah (lapangan) atau telah menyentuh/disentuh atau dimainkan oleh pemain lawan.
29. Menyerang yang dapat membahayakan keselamatan lawannya, harus diberikan sangsi sebagai pemain sangat kasar (must be sanctioned as serious foul play).

30. Tiap tindakan pura-pura di dalam lapangan adalah berniat menipu wasit, harus diberikan sangsi sebagai kelakuan tidak sportif (must be sanctioned as unsporting behaviour).
31. Pemain yang melepaskan baju kaos/shirt ketika merayakan suatu gol, harus diberikan peringatan untuk kelakuan tidak sportif (must be caution for unsporting behaviour).
32. Jika tendangan bebas langsung dilakukan kearah gawang dan gol terjadi, maka gol tersebut dinyatakan sah.
33. Tendangan kedalam adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol tidak dapat disahkan langsung dari tendangan kedalam.
34. Bola harus ditempatkan pada garis pembatas lapangan (garis samping), pada saat menendang bola, bagian dari setiap kakinya berada pada garis pembatas lapangan atau di luar garis pembatas lapangan, pemain/penendang kedalam harus melakukannya dalam waktu 4 detik dari saat menempatkan bola.

35. Tendangan sudut adalah cara untuk memulai kembali permainan. Gol dapat tercetak langsung dari tendangan sudut, tetapi hanya dilakukan terhadap tim lawan, tendangan sudut dilakukan dalam waktu tidak lebih 4 detik oleh pemain yang akan melaksanakan tendangan menempatkan bola.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 3:56:00 AM
Tags :

Related : 35 Peraturan Futsal Terbaru Indonesia

0 komentar:

Post a Comment