Monday, August 8, 2016

Letak Geografis dan Astronomis Indonesia

Letak Geografis dan Astronomis Indonesia -Pernahkah Anda tahu bahwa kondisi geografis dan Astronomis suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan yang dianut oleh penduduk di wilayah tersebut? Kondisi dan Letak  geografis suatu wilayah dapat mengubah perilaku, sistem kehidupan, dan keadaan sosial penduduk di suatu wilayah tersebut. Seperti contohnya, penduduk yang tinggal di wilayah pantai pada umumnya mempunyai mata pencaharian sebagai nelayan, atau pcnduduk yang tinggal di wilayah pegunungan bermata pencaharian sebagai petani sayuran.
 

Untuk lebih mengenal dan mengetahui letak geografis dan astronomis Indonesia beserta komponen manusia yang beradaptasi di dalamnya, maka dalam postingan sekarang ini kita akan sama sama belajar tentang Letak Geografis dan Astronomis Indonesia.
 
Letak Geografis dan Astronomis Indonesia

Pengertian Letak Astronomis

Letak astronomis yaitu letak sebuah lokasi berdasarkan garis lintang & garis bujurnya. Garis lintang merupakan garis khayal yg melintang melingkari bumi. Garis bujur yakni garis khayal yg menghubungkan Kutub Utara & Kutub Selatan. Secara astronomis, wilayah Indonesia terletak diantara 6°LU-11°LS dan 95°BT- 141°BT. Batas letak astronomis wilayah Indonesia berada pada daerah berikut.

Pulau Papua (batas dengan Papua Nugini) adalah batas untuk bujur timur (141°BT).
Pulau We adalah batas bujur barat (95°BB) dan batas untuk lintang utara (6°LU).
Pulau Roti (NTT) adalah batas untuk Lintang Seiatan (11°LS).

Pengaruh Letak Astronomis

Berikut ini berbagai pengaruh yang ada karena letak astronomis.
Pengaruh akibat letak Iintangnya karena letak lintangnya Indonesia mendapat pengaruh iklim tropis, dengan karakteristik sebagai berikut.

1) Hanya memiliki dua jenis musim,yaitu musim hujan dan musim kemarau.
2) Memiliki curah hujan dan kelembapan tinggi, akibatnya Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang Iuas dengan segala potensinya.
3) Pemanasan matahari berIangsung sepanjang tahun (temperatur rata-rata 26,3°C).
4) Panjang waktu siang dan malam relatif sama dan tetap sepanjang tahun. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
2) Waktu Indonesia Tengah (WITA) = GMT+8 jam, meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan: Selatan, Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara.
3) Waktu Indonesia Timur (WIT) = GMT+9 jam, meliputi Maluku dan Papua.

Pengertian Letak geografis

Letak geografis adalah letak suatu wilayah ditinjau dari kenyataannya di muka bumi. Secara geografis Indonesia berada pada posisi strategis. Indonesia terletak di antara dua samudra (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik) dan dua benua (Benua Asia dan Benua Australia).
 
Letak geografis berikan pengaruh bagi Indonesia, baik dengan cara sosial, ekonomi, ataupun budaya. Lantaran jadi rute lalu lintas pelayaran & perdagangan dunia, bangsa Indonesia sudah lama menjalin jalinan sosial bersama bangsa lain. Pertalian sosial lewat perdagangan tersebut seterusnya jadi jalan bagi masuknya beragam agama ke Indonesia, seperti Islam, Hindu, Buddha, Kristen, & lain-lain. 
 
Indonesia yg kaya dapat sumber daya alam menjual beragam komoditas atau hasil bumi seperti kayu cendana, pala, lada, cengkih, & hasil perkebunan yang lain. Sementara negara-negara lain seperti India & Cina jual beragam product barang seperti kain & tenunan halus, porselen, & lain-lain ke Indonesia.

Letak geologis

Letak geologis adalah Ietak suatu daerah atau negara berdasarkan struktur batu-batuan yang ada pada kulit buminya. Letak geologis Indonesia dapat terlihat dari beberapa sudut, yaitu dari sudut formasi geologinya, keadaan batuannya, dan jalur-jalur pegunungannya.

Cuaca dan iklim di Indonesia
Cuaca adalah keadaan udara pada cakupan wilayah dan waktu yang relatif sempit. Adapun iklim adalah rata-rata keadaan cuaca dengan cakupan wilayah dan waktu yang relatif luas.

Unsur-unsur cuaca dan iklini meliputi suhu udara (temperatur), tekanan udara, angin, awan, kelembapan udara, dan curah hujan.
 
Baca Juga : Pengertian Cuaca Dan Iklim

Jenis tanah di Indonesia
Tanah berasal dari beragam pelapukan batuan yang dipengaruhi iklim, organisme, bahan induk, topografi, dan waktu. Jenis-jenis tanah yang terdapat di Indonesia bermacam-macam, antara lain tanah gambut, Iitosol, andosol, aluvial, regosol, dan lain-lain.

Flora dan fauna Indonesia

Indonesia memiliki kekayaan flora (dunia tumbuhan) dan fauna (dunia hewan) yang beraneka ragam dan persebarannya tidak meratar Persebarannya dipengaruhi oleh faktor iklim, keadaan tanah, relief, dan keadaan air Flora dan fauna Indonesia dikelompokkan menjadi tiga zona, yaitu zona Indonesia barat, Indonesia tengah, dan Indonesia timur.

Kondisi Penduduk Indonesia
Penduduk adalah orang atau sekelompok orang yang tinggal di suatu tempat. Penduduk Indonesia adalah orang-orang yang menetap di Indonesia. Kondisl penduduk meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dan kondisi sosial ekonomi. Kepadatan penduduk berbeda-beda antara daerah satu dengan lainnya

Jumlah penduduk

Pertumbuhan penduduk suatu wilayah dapat diarfikan bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk suatu wilayah karena faktor-faktor tertentu (faktor sosial dan faktor demografi). Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi. Pertumbuhan penduduk migrasi dapat dihitung dengan rumus berikut ini:

[ Pn = Po + ((L - M)+(Mi - Mo)) ]
Keterangan:
Pn jumlah penduduk pada tahun tertenlu (setelah penambahan)
Po jumlah penduduk pada awal tahun hilungan (sebelum penambahan)
L = lahir (kelahiran)
M = mati (kemalian)
Mi migrasi masuk
Mo migrasi keluar ‘
Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk

Kondisi ekonomi antara Kondisi Geografis dengan Kondisi Penduduk Indonesian.
Kondisi penduduk tidak lepas dari kondisi geografis suatu wilayah. Dalam beberapa hal tampak adanya pengaruh kondisi geografis yang memberikan corak pada kehidupan penduduk sekitar.
Baca Juga : Pengertian Siklus Hidrologi Panjang Pendek dan Sedang

1. Mata pencaharian
Mata pencaharian penduduk biasanya disesuaikan dengan keadaan alam sekitarnya. Penduduk yang tinggal di dataran tinggi umumnya bermata pencaharian d| bldang pertaman dan perkebunan. Adapun penduduk yang tinggal di daerah pantai, umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan.

2. Penggunaan lahan
Bentuk keterkaitan antara kondisi geografis dengan penduduk salah satunya adalah keterkaitan antara kondisi alam dengan pola penggunaan lahan. Salah satu cgnvton keterkantan penggunaan lahan dengan alam adalah sawah terasering. Sawah jenis rm diterapkan di wilayah dengan kemiringan lereng yang cukup tinggi. Contoh keterkaitan yang lama, yaitu pola penggunaan lahan permukiman.

Adapun pola keruangan permukiman penduduk sebagai berikut
a. Pola pemwkiman mengelompok atau memusat, pola permukiman ini dibangun memusat pada suatu titik, biasanya terdapat di sekitar gunung atau sumber-sumber air.
b. Pola permukiman memanjang, biasanya terletak di sepanjang aliran sungai, jalan, atau sepanjang garis pantai.
c. Pola permukiman tersebar, umumnya terdapat di daerah yang kurang subur, sulit sumber airnya, atau di daerah dengan kondisi geografis yang kurang menguntungkan. Contohnya di daerah pegunungan karst atau di daerah yang memiliki air tanah dalam.

Kebudayaan
Mungkin sulit menemukan pengaruh kondisi geografis terhadap kebudayaan. Tetapi jika dalam kehidupan nyata, Anda bisa menemukan bentuk pengaruh tersebut. Bukan hanya pengaruh bentang alam, pengaruh kondisi geografis yang lain juga bisa Anda temukan. Jika Anda tinggal di wilayah pegunungan atau suatu saat singgah di kawasan tersebut, perhatikanlah cara berpakaian suhu yang rendah, rata-rata penduduk memakai pakaian yang tebal.

Itulah dari saya mengenai letak Geografis dan Astronomis Indonesia. Semoga bermanfaat. Terimkasih
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 10:28:00 PM
Tags :

Related : Letak Geografis dan Astronomis Indonesia

0 komentar: