Saturday, August 6, 2016

Pengertian Cuaca dan Iklim Serta Unsur Unsurnya

Pengertian Cuaca dan Iklim - Pengertian Cuaca adalah keadaan udara di suatu tempat dengan cakupan wnayah yang relatif sempit dan waktu yang relatif singkat. Pengertian iklim adalah keadaan cuaca rata-rata di suatu daerah dengan cakupan Wilayah yang relatif luas dan waktu yang relatif lama. Ilmu yang rnempelajari gejala cuaca disebut meteorologi, sedangkan ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi.

Unsur-unsur cuaca dan iklim

Cuaca dan iklim memiliki unsur-unsur yang sarna, yaitu suhu udara, tekanan udara, angin kelembapan udara awan, dan hUujan yang akan dujelaskan berikut ini;

a. Suhu udara
Suhu udara adalah suatu kondisi atau keadaan panas atau dnngunnya udara di permukaan bumi. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu udara adalah termometer. Pengukuran suhu udara biasyanyajdinyatakan dalam skala Celsnus (C), Reamur (R), dan Fahrenheii (F) Suhu tertinggi di permukaan bumi terdapat di daerah tropis (sekitar ekuador)
Pengertian Cuaca dan Iklim
b. Tekanan Udara
Tekanan udara adalah gaya atau tekanan yang terjadi akibat berat atau massa dari udara. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur tekanan udara adalah barometer.

c. Angin
Angin menurut hukum buys ballot, angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertegangan tinggi menuju ke daerah rendah. Kecepatan angin biasanya dinyatakan dalam knot. Alat yang dapat digunakan untuk mengetahui arah dan kecepatan angin adalah anemometer.

Macam Macam Angin

1. Angin gunung dan angin lembah
Anign gunung dan angin lembah terjadi di daerah pegunungan. siang hari lebih banyak dipanasi sinar matahari dari  pada udara yang terdapa dilahan luas yang terletak dimuka lereng. Akibatnya tekanan udara di,ata; lereng gunung lebih reniiaha dari pada di lembah, bertiuplah angin lembah. Pada malam hari puncak gunung relatif lebih dingin daripada Iembah sehingga tekanan udara di puncak gunung Iebih tinggi daripada di lembah. Hal ini mengakibatkan angin bergerak dari gunung menuju lembah dan disebut angin gunung.

2. Angin darat dan angin Iaut
Angin Adarat dan angin laut terjadi sepanjang tahun. Siang hari darat lebih cepat menerima panas matahari. Massa udara memuai dan tekanan udara di darat lebih rendah daripada di laut, maka bertiuplah angin dari laut ke darat yang disebut angin Iaut. Keadaan sebaliknya terjadi pada malam hari. Darat lebih cepat melepaskan panas daripada laut sehingga udara di atas laut menjadi lebih panas daripada di darat. Angin darat dan angin Iaut digunakan para nelayan untuk pergi dan pulang mencari ikan di laut.

3. Angin fohn
Angin fohn adaiah angin yang bersifat kering dan panas. Setiap udara naik 100 meter, suhunya turun 1°C. Akan tetapi, jika udara tersebut turun maka suhunya iakan naik 1°C setiap turun 100 meter karena udara yang turun selalu kering. Contoh angin fohn yang terjadi di Indonesia, antara Iain angin Bohorok di Deli (Sumatra Utara), Kumbang di Cirebon (Jawa Barat), Gending di Pasuruan dan Probolinggo (Jawa Timur), Brubu di Makassar (Sulawesi Seiatan), serta Wambrau di Biak (Papua).

4. Angin muson
Angin muson adalah yang terjadi di Indonesia ada dua, yaitu angin muson barat dan angin muson timur. Angin muson barat terjadi pada bulan Oktober-April. Pergerakan angin muson barat yang kaya uap air mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim hujan. Saat itu kedudukan matahari berada di belahan bumi selatan. Angin muson timur terjadi pada bulan April-Oktober. Angin muson timur yang bersifat kering mengakibatkan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau. Saat itu kedudukan matahari berada di belahan bumi utara, Angin muson tirriur

5. Angin siklon dan angin antisiklon
Angin siklon adalah udara yang bergerak dari beberapa daerah bertekanan udara tinggi menuju titik pusat tekanan udara rendah di bagian dalam. Sementara antisiklon bergerak dari daerah pusat tekanan udara tinggi menuju tekanan yang mengelilinginya di bagian Iuar. Gerakan arah angin ini berputar. Di angin siklon sering terjadi di laut.

Kelembaban Udara

kelembaban udara adalah kandungan uap air yang ada dalam udara. Uap air yang ada dalam udara tersebut berasal dari hasil penguapan air atau air yang ada pada tumbuhan. Alat yang dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara adalah higrometer kelembaban udara yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari ada dua macam yaitu;  kelembaba nisbi dan kelembaba mutlak.

Kelembaban mutlak adalah angka atau bilangan yang menunjukkan berat uap air dalam satuan gram yang ada dalam satu meter kubik udara. Kelembabab relatif adalah angka dalam hitungan persen yang menunjukkan perbandingan uap air dalam udara dan jumlah uap air maksimum di udara pada suhu yang sama kelembaban nisbi dengan rumus sebagai berikut;

Awan
Awan adalah gumpalan uap air yang terdapat dl atmosfer. Awan kelabu berwarna putih atau keiabu di langit. Cuaca cerah jika di langit terdapat awan Putih tetapi cuaca buruk jika ada awan hitam. Berdasarkan ketinggiannya, klasifikasi awan adalah sebagai berikut;

1) Awan tinggi (di atas 61000 meter)
a) Awan Cirrus
b) Awan Cirrostratus
c) Awan Cirrocumulus

2) Awan sedang (2.000-6_OOO meter)
a) Awan A/tocumu/us
b) Awan Altostratus

3) Awan rendah (O-2.000 meter)
a) Awan Stratocumu/us
b) Awan Stratus

4) Awan dengan susunan vertikal
a) Awan Nimbostratus
b) Awan Cumulonimbus
b) Awan Cumulus

Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya butir-butir air dalam bentuk cair atau padat menuju permukaan bumi. Hujan terbentuk ketika butir-butir air di dalam awan bergabung, menjadi berat, dan jatuh ke bumi. Curah hujan dapat diukur dengan menggunakan alat fluvibgraf atau rain gouge yang dinyatakan dalam skala milimeter. Daerah yang memiliki curah hujan yang sama dihubungkan dengan garis isohiet.
Baca juga : Lapisan Atmosfer beserta Fungsinya

Berdasarkan cara terjadinya, hujan di klasifikasikan atas tiga golongan, sebagai berikut;
1) Hujan konveksi (hujan zenithal), yaitu hujan yang terjadi karena massa udara panas membumbung ke atas. Suhu udara di bagian atas rendah sehingga uap air berkqndengasi menjadi awan. Jika butir air pada awan tersebut bertambah besar, turunlah hujan di tempat udara tersebut naik.
2) Hujan pegunungan (hujan orografis), yaitu hujan yang terjadi karena angin yang lembap.
3) Hujan frontal, yaitu hujan yang terjadi karena udara panas yang lembap bersentuhan terdesak naik ke lereng pegunungan, terjadiiah hujan orografis. dengan massa udara dingin pada bidang front, terjadiiah hujan frontal.

Jenis-jenis iklim

Iklim dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Oleh karena itu, ada bermacam macam dasar dalam pembagian iklim.
a. Iklim Matahari
Iklim matahari adalah ikiim suatu tempat berdasarkan letak garis lintang atau garis semu matahari terhadap permukaan bumi.

b. lklim fisis
lklim fisis adalah iklim suatu tempat yang dipengaruhi oleh lingkungan alam di atau kondisi fisisnya. Berikut tipe-tipe iklim fisis.

klim dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Oieh karena itu, ada beiklim matahari ‘
1. lklim darat, dipengaruhi oleh angin dari daratan yang luas.
2. lklim laut, dipengaruhi oleh angin laut.
3. Iklim ugahari, iklim yang memiliki ciri khusu, yaitu suhu disiang hari sangat panas sedangkan suhu di malam han sangat dingin
4. Iklim pegunungan, terasa sejuk dan terdapgt di daerah pegunungan dengan yang ideal dan kondisi hutan yapg masih luas.

c. lklim Koppen
Wladimir Koppen membagi iklim di muka bumi atas dasar rata-rata suhu udara dan curahi hujan bulanan atau tahunan. W. Koppen berpendapat bahwa suatu iklim termasuk basah
atau kering ditehtukan oleh indeks hujan.

d. lklim Schmidt-Ferguson
Sc11midt-Ferguson membagi kriteria iklim sebagai berikut.
1) Bulan basah, curah hujannya lebih dari 100 mm/bulan dalam 1 tahun.
2) Bulan lembap, curah hujannya antara 60-100 mm/bulan dalam 1 tahun.
3) Bulan kering, curah hujan kurang dari 60 mm/bulan dalam 1 tahun.

Penentuan iklim dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.
1. lklim Oldeman
Oldeman membagi kriteria iklim dengan pedoman jumlah bulan basah secara berurutan.\
1) Bulan basah, curah hujan Iebih dari 200 mm/bulan.
2) Bulan lembap, curah hujan antara 100-200 mm/bulan.
3) Bulan kering, curah hujan kurang dari 100 mm/bulan.

F. Iklim Junghuhn
F. Junghuhn mengklasifikasikan iklim menurut ketinggian tempat dan suhu serta kesesuaiannya untukjenis tanaman tertentu.
Junghuhn membagi iklim sebagau berikut.
1) Daerah panas, dengan ketinggian‘0-600 m dpl, suhu 22°C-26,3°C dengan tanaman padi, tembakau, tebu, cokelat, dan kelapa.
2) Daerah sedang, dengan ketinggian 600 m-1.500 m dpl, suhu 17,1°C-22°C, dengan tanaman padi, tembakau, kopi, teh, cokelat, dan sayuran.
3) Daerah sejuk, dengan ketinggian 1.500 m-2.500 m dpl, suhu 11,1°C-17,1°C dengan tanaman kopi, teh, kina, dan sayuran.
4) Daerah dingin, dengan ketinggian di atas 2.500 m dpl, suhu 6,2°C-11,1°C, dan tidak terdapat tanaman budi daya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 6:59:00 AM

Related : Pengertian Cuaca dan Iklim Serta Unsur Unsurnya

0 komentar: