Sunday, August 28, 2016

Pengertian Kerajinan Tekstil dan Contohnya

Pengertian Kerajinan Tekstil dan Contohnya - Penerapan ragam hias di tekstil telah banyak kita jumpai pada banyak sekali daerah pada Indonesia menggunakan merogoh motif tanaman, hewan, dan bentuk imajinasi geometris. Teknik penambahan ragam hias pada media tekstil dapat dilakukan menggunakan cara membatik, menenun, membordir, menyulam, serta melukis.

Bahan tekstil didesain dari gugusan antara benang lungsi dan pakan yang saling bersilangan. Jenis bahan tekstil tidak hanya sebatas di selembar kain, namun juga banyak sekali jenis bahan seperti: kain songket, kain tenun, dan kain bordir. Setiap daerah mempunyai ciri spesial corak serta ragam hias. Baca juga : Pengertian Ragam Hias

Proses pembuatan bahan tekstil dapat dilakukan dengan pola anyaman berupa jalinan antara benang lungsi dan benang pakan yg saling bersilangan. Alat yg digunakan untuk menghasilkan bahan tekstil dapat dilakukan dengan alat tenun tradisional juga yg terbaru.


Jenis dan  Sifat Bahan Tekstil

Jenis tekstil bisa diketahui dari perbedaan serat serta bagian atas teksturnya. Ada yg berasal serat alam (tumbuhan dan hewan), serat sintesis (sintetis), dan  serat asal bahan galian (asbes serta logam). Serat bahan alam misalnya: katun, wol, sutera. Serat sintesis contohnya: dakron, polyester, dan nilon. Serat asal bahan galian contohnya:  brokat,  lame,  dan songket. Jenis-jenis bahan tekstil ini memiliki sifat yang berbeda-beda, sebagai berikut.

A. Kain Katun: sifat bahan katun menyerap air (hidroskopis), praktis kusut, elastis serta dapat disetrika dalam temperatur panas yang tinggi.
B. Wol: sifat bahan wol sangat elastis, tidak praktis kusut, dapat menghantarkan panas, apabila dipanaskan menjadi lebih lunak.
C. Sutera: sifat bahan sutera lembut, licin, berkilat, kenyal dan  kuat. Bahan sutera banyak mengisap air serta mempunyai rasa sejuk apabila dipergunakan.
D. Dakron, polyester, serta nilon: bahan-bahan tekstil ini bersifat lebih tahan panas, tidak praktis kusut, tidak perlu disetrika, kuat, dan Jika dicuci akan cepat kemarau.
E. Brokat, lame, dan songket: sifat bahan tekstil ini kurang menyerap air, mudah berubah rona, tidak simpel kusut, kurang menyerap air dan  tidak tahan menggunakan panas tinggi.

Jenis dan Bahan Pewarna

Bahan tekstil memiliki warna yang tidak sama satu sama lainnya. Tahukah siswa asal mana warna-warna tadi berasal? Warna bisa diperoleh berasal pewarna alami dan dapat diperoleh asal pewarna sintetis. Setiap pewarna ini mempunyai sifat dan  jenis yg tidak selaras. Pewarna alam dihasilkan berasal ekstrak akar-akaran, daun, buah, kulit kayu serta kayu. Pewarna  sintetis  diperoleh asal zat warna buatan yg dirancang melalui proses kimia menggunakan bahan dasar terarang, batu-bara, atau minyak bumi.

Pewarna alami bagi pengrajin telah relatif dikenal. Pewarna alami biasa mereka peroleh dari beberapa jenis bagian tumbuhan seperti: kulit soga, mengkudu, kesumba, dan  teh. Pada pewarna sintetis, jenis pewarnanya ialah Naptol dan  Indigosol. Jenis pewarna Naptol digunakan pada teknik celup dan pewarna Indigosol dapat dipergunakan dengan cara celup dan colet (lukis).

Teknik Kerajinan Tekstil

Proses penerapan ragam hias di bahan tekstil mempunyai prosedur yang tidak sinkron. Teknik sulam, batik, tenun ikat, bordir, serta songket tidak selaras satu dengan yg lain di prosesnya. Ini dia beberapa mekanisme yg dapat digunakan menjadi pedoman pada menerapkan ragam hias pada media tekstil.

A. Siapkan alat, bahan dan media yang akan dipergunakan buat berkarya.
B. Buatlah catatan ihwal langkah-langkah kerja.
C. Siapkan perlengkapan pengamanan kerja.
D. Jaga kebersihan lingkungan kerja.
E. Siapkan laporan akibat kerja.

Bentuk ragam hias bisa diaplikasikan pada media tekstil, keliru satunya adalah menggunakan memakai teknik menggambar. Menggambar di bahan tekstil kaos, menjadi pilihan yang mampu dilakukan. Pewarnaan mampu dilakukan dengan memakai cat tekstil atau cat sablon. Proses pembuatannya dapat memakai kuas serta diberi campuran beraneka warna. Sebelum dicat, kaos terlebih dahulu dibuatkan sketsa ragam hiasnya. Pada waktu pengecatan, usahakan kaos diberi alas dalam supaya tidak tembus ke belakang.

Proses yang wajib dilakukan pada menggambar di bahan tekstil menjadi berikut.
a. Siapkan alat dan bahan melukis.
b. Pakai kaos putih sebagai media.
c. Siapkan objek gambar ragam hiasnya.
d. Keringkan akibat gambar dengan menggunakan sinar mentari .

Menggambar menggunakan bahan tekstil (kaos) mencakup beberapa tahapan berikut.
a. Buatlah sketsa ragam hias yang sudah dipilih.
b. Gunakan kayu triplek atau karton tebal sebagai alas kaos dan letakkan pada dalamnya.
c. Berilah rona di ragam hias pada kaos.
d. Keringkan hasil gambar di sinar surya atau gunakan pengering rambut (hair dryer).
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 1:13:00 AM
Tags :

Related : Pengertian Kerajinan Tekstil dan Contohnya

0 komentar:

Post a Comment