Saturday, August 6, 2016

Pengertian Peta, Komponen, Simbol dan Jenisnya

Pengertian Peta, Komponen, Simbol dan Jenis - Manusia menggunakan peralatan dan cara dalam mengenali lingkungannya dengan membuat peta. Peta telah berkembang menjadi alat untuk mengenali lingkungan dan potensinya.

Dalam usaha mengenali karakteristik wilayah, peta menjadi panduan bagi manusia. Dengan peta Anda dapat bercerita tentang lokasi, bentuk  lahan, dan jarak antara tempat satu dengan kota lain maupun kenampakan-kenampakan unik yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Semakin berkembangnya teknologi membuat peta dunia mudah diakses dimana saja dengan sangat mudah. Contohnya adalah google maps.

Pengertian Peta, Komponen, Simbol dan Jenisnya
Apa fungsi dari peta, atlas, dan globe? Apa saja komponennya? Bacalah artikel ini dengan saksama, untuk meningkatkan pemahaman Anda. Peta adalah gambaran pemukaan bumi pada bidang datar dengan skala ’atau' perbandingan dilengkapi simbol sebagai penjelas. Adapun orang yang ahli membuat peta disebut kartografer.

Syarat Syarat Peta Yang Baik dan Ideal

Agar mudah dimengerti, peta harus memenuhi beberapa persyaratan dalam pembuatannya, yaitu Peta harus sama bentuk, peta harus sama jarak, peta harus sama luas, peta memiliki petunjuk arah yang benar, informasi yang tergambar jelas dan penyajian data pada peta harus benar, rapi dan lengkap.

Komponen Komponen Peta

Peta yang baik adalah peta yang mempunyai informasi lengkap dan menggambarkan semua kenampakan dan ada serta mudah diinterpretasi oleh penggunanya.  Adapun komponen komponen peta yang harus di penuhi dalam suatu peta adalah;

a. Judul Peta
Judul peta harus menggambarkan isi dan karakteristik peta yang digambar. Dengan adanya judul, maka pembaca akan mengetahui isi peta tersebut.

b Garis Tepi
Garis tepi atau border adalah garis yang terletak pada bagian tepi dan ujung ujung tiap garis bertemu dengan ujung garis yang berdekatan.

c. Orientasi, merupakan arah penunjuk mata angin. Pada peta biasanya arah mata angin menunjuk ke utara.
d. Skala, adalah perbandingan antarajarak di peta danj arak sebenarnya di muka bumi. Skala peta dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

  • Skala angka (numerical scale), yaitu skala yang dinyatakan dalam bentuk perbandingan angka sebagai pembanding jarak. Contohnya skala : 200.000, berarti jarak 1 cm peta sama dengan 200.000 cm jarak sebenarnya di permukaan bumi.
  • Skala garis (skala grafis), dinyatakan dalam bentuk garis Iurus yang terbagi dala beberapa bagian yang sama panjangnya.5 cm 25 km Arti dari skala tersebut adalah setiap 1 cm di peta sama dengan 5 km pada jarak sebenarnya (jarak di permukaan bumi).

e. Simbol peta, dapat diartikan sebagai gambar pengganti dari objek yang terdapat di permukaan bumi. Pembuatan petadapat dilakukan dengan baik jika memerhatikan dua hal yang penting, yaitu simbol dan warna.
  • Simbol Peta
Berdasarkan bentuknya, simbol dibagi menjadi tiga sebagai berikut. Simbol titik/dot, digunakan untuk menyatakan posisi atau lokasi suatu tempat. Simbol yang digunakan dapat berupa simbol piktorial (gambar) maupun huruf. Simbol garis, digunakan untuk menggambarkan batas-batas administrasi, jalan, maupun sungai. Simbol luasan/bidang, digunakan untuk menunjukkan suatu tempat tertentu, seperti hutan atau rawa.

Baca Juga : Pengertian Cuaca dan Iklim

  • Warna peta
Warna merah dan hitam umumnya digunakan untuk mewakilixhasil budaya manusia, meliputi jalan, batas daerah, kota, dan lain sebagainya. Merah dan hitam juga digunakan untuk mewakili gunung api aktif (warna merah) dan yang tidak aktif (hitam).

  • Warna hijau untuk mewakili kenampakan vegetasi dan biasanya juga digunakan untuk mewakili dataran rendah.
  • Warna biru untuk mewakili perairan seperti danau, 'sungai, dan laut. Semakin tua warna biru pada peta maka semakin dalam suatu perairan.
  • Warna kuning dan cokelat untuk mewakili dataran tinggi dan pegunungan. Makin tua warna cokelat di suatu wilayah pada
  • Warna putih untuk mewakili kenampakan gletser di muka bumi. Misalnya, untuk peta, makin tinggi relief wilayah tersebut mewakili daerah kutub dan gletser di atas pegunungan tinggi.

f. Legenda, peta terdapat legenda yang menerangkan arti dari simbol-simbol pada peta.
g. Lettering, adalah semua tulisan yang bermakna yang terdapat pada peta; Lettering/tulisan berfungsi memberikan penjelasan terhadap informasi Iokasi, letak, dan kenampakan objek geografi di dalam peta.
h. Sumber data, sumber peta perlu dicantumkan untuk meyakinkan pengguna bahwa peta tersebut berasal dari instansi atau lembaga yang berkompeten dalam pembuatan peta.
i. Tahun pembuatan, peta harus mencantumkan tahun pembuatan karena bisa saja kondisi permukaan bumi pada tahun pembuatan peta tidak sama dengan kondisi permukaan bumi pada saat peta itu dibaca.

j. Garis astronomis, merupakan garis khayal yang dibuat dan digunakan untuk mempermudah menentukan posisi suatu tempat di muka bumi. Garis astronomis dinyatakan dalam bentuk koordinat garis lintang dan garis bujur.
k. Peta inset, merupakan peta yang disisipkan karena wilayah yang digambar merupakan - bagian dari peta utama. Peta inset berfungsi sebagai petunjuk lokasi daerah yang dipetakan terhadap daerah sekitarnya.
l. Nomor peta, penomoran pada peta sangat penting untuk lembar peta dengan jumlah besar dan seluruhvlembar peta terangkai dalam satu bagian muka bumi.

3. Jenis Jenis Peta Berdasarkan Skala dan Isinya

a. Berdasarkan isi data yang disajikan
1) Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan  relief permukaan bumi yang dipetakan.

Peta umum dibagi menjadi tiga, yaitu:
a) Peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan permukaan bumi lengkap dengan reliefnya.
b) Peta korografi, yaitu peta yang menggambarkan seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bersifat umum, dan biasanya berskala sedang. Contoh peta korografi adalah atlas.
c) Peta dunia, yaitu peta umum yang berskala sangat kecil dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

2) Peta tematik, yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus.
Contoh-contoh peta tematik, antara lain: Peta geologi dan Peta air tanah

b. Berdasarkan skalanya
1) Peta kadaster/peta teknik, yaitu peta yang mempunyai skala sangat besar antara 1 : 100 sampai 5.000.
2) Peta skala besar, yaitu peta yang mempunyai skala antara 1 : 5.000 sampai 1 3 250.000.
3) Peta skala sedang, yaitu peta yang mempunyai skala antara 1 : 250.000 sampai 1 1 500.000.
4) Peta skala kecil, yaitu peta yang mempunyai skala antara 1 : 500.000.sampai 1 1 1.000.000.
5) Peta geografi/peta duniayyaitu peta yang mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000.

c. Berdasarkan jenisnya
1) Peta foto, yaitu peta yang dihasilkan dari mozaik foto udara atau portofolio yang dilengkapi garis kontur, nama, dan legenda.
2) Peta garis, yaitu peta yang menyajikan detail alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan.

d. Berdasarkan proses pembuatan
1) Peta manuskip, yaitu produk pertama suatu peta yang akan diproduksi dalam keseluruhan proses pemetaan.
2) Peta dasar, yaitu peta yang sajikan dasar untuk pembuatan peta-peta lainnya.
3) Peta turunan, yaitu peta yang diturunkan dari peta induk dan skalanya lebih kecil daripada peta induknya.

Baca Juga : Lapisan Atmosfer beserta Fungsinya

4. Bentuk peta

a. Peta analog
1) Peta datar (peta biasa atau peta planimetri), yaitu peta yang dibuat pada bidang datar seperti kertas, kain, kanvas, maupun tripleks
2) Peta timbul (peta relief atau peta stereometri), merupakan model pencitraan tiga dimensi suatu wilayah.

b. Peta digital, yaitu peta yang dibuat dengan perangkat digital seperti komputer. Peta digital dapat disimpan dalam bentuk file maupun dicetak pada kertas

5. Fungsi peta

Fungsi peta secara umum adalah sebagai berikut.
a. Menunjuk_kan posisi, lokasi, dan titik suatu tempat di permukaan bumi.
b. Memperlihatkan ukuran (luas dan jarak) serta arah suatu tempat di permukaan bumi.
c. Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai, dan bentuk-bentuk lainnya.
d. Membantu peneliti untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
e. Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.

6. Memperbesar dan memperkecil peta memperbesar atau memperkecil ukuran peta dapat diiakukan dengan menggunakan alat maupun tanpa alat. Ada beberapa cara untuk memperbesar dan memperkecil peta, yaitu:
a. Menggunakan alat pantograf
b. Menggunakan kamera fotografi atau zoom transfercope fotografi 
c. Menggunakan fotokopi
d. Menggunakan sistem karvak/grid (square method) sangkar atau grid.

Mungkin sekian dari saya mengenai pengertian peta, komponen peta, simbol peta dan jenis peta, semoga bermanfaat. Terimakasih.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 7:33:00 PM
Tags :

Related : Pengertian Peta, Komponen, Simbol dan Jenisnya

0 komentar:

Post a Comment