Monday, August 8, 2016

Pengertian Siklus Air Hidrologi Panjang Pendek dan Sedang Beserta Gambarnya

Pengertian Siklus Air Hidrologi Panjang Pendek dan Sedang Beserta Gambarnya - Siklus hidrologi atau siklus air adalah bagian fisik bumi yang berguna untuk kehidupan manusia, hewan, rawa dan tumbuhan. Siklus hidrologi atau siklus air dapat kalian pelajari dengan khusus dalam ilmu hidrologi.
Siklus hidrologi dipengaruhi oleh pemanasan sinar matahari. Akibat adanya panas dari matahari terjadilah penguapan yang berasai dari benda-benda mati seperti laut, danau, rawa, sungai yang disebut evaporasi dan yang berasal dari benda hidup seperti hutan yang di transpirasi.

Baca : Lapisan Atmosfer Beserta Fungsinya

Uap air yang memiliki massa yang ringan kemudian naik, di tempat yang suhu udara semakin rendah sehingga uap air akan mengalami proses kondensasi. Kondensasi adalah proses pengembunan uap air yang dapat dilihat sebagai awan.
Di daerah yang beriklim dingin, uap air yang naik dapat berubah membeku atau mengkrisial menjadi es atau salju, proses ini disebut sublimasi. Dari proses kondensasi uap air yang ada berkumpul menjadi awan dan akhirnya berubah menjadi titik-titik air yang jatuh ke bumi sebagai hujan atau presipitasi. Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi sebagian meresap ke dalam tanah menjadi air tanah yang kemudian keluar lagi sebagai mata air dan sebagian lagi mengalir di permukaan bumi menjadi sungai yang menuju ke danau atau ke laut.
Siklus hidrologi dibedakan menjadi tiga, yaitu siklus hidrologi pendek, sedang, dan panjang. Proses ketiga siklus itu sama, namun terdapat perbedaan pada cakupan luas wilayahnya.

Pengertian Siklus Air Hidrologi Panjang Pendek dan Sedang Beserta Gambarnya

a. Siklus Hidrologi Pendek
Dalam siklus pendek, air Iaut mengalami pemanasan dan menguap (evaporasi) menjadi uap air. Pada ketinggian tertentu uap air mengalami pengembunan (kondensasi) menjadi awan. Bila butir-butir embun itu cukupjenuh dengan uap air, hujan (presipitasi) akan turun di atas permukaan laut.
b. Siklus Hidrologi Sedang
Pada siklus sedang, uap air yang berasal dari iautan ditiup oleh angin menuju ke daratan.
Di daratan uap air membentuk awan yang akhirnya jatuh sebagai hujan (prepitasi) di atas daratan. Air hujan tersebut akan mengalir melalui sungai-sungai, seiokan, dan sebagainya hingga kembaii lagi ke laut.
c. Siklus Hidrologi Panjang
Pada siklus panjang, uap air yang berasal dari lautan ditiup oleh angin ke atas daratan. Adanya pendinginan yang rnencapai titik beku pada ketinggian tertentu, menyebabkan terbentuknya awan yang mengandung Kristal. es. Awan tersebut menurunkan hujan es atau salju di pegunungan. Di permukaan bumi es mengalir dalam bentuk gletser, ke sungai dan selanjutnya kembaii ke lautan.
Dalam rangkaian siklus hidrologi yang panjang, air akan melalui bentuk-bentuk itu air permukaan maupun air tanah, serta perairan laut.
a. Air permukaan
Permukaan air yang memiliki daerah aliran dan peredaran di aliran air yang secara alami mengalir dari daerah yang tinggi rendah dan memanjang menuju iaut. Sebuah sungai dapat yaitu bagian huiu, tengah dan hilir.

Dilihat dari sumber airnya, sungai dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sungai hujan, sungai gletser dan sungai campuran.
a. Sungai hujan yaitu sungai yang bersumber airnya berasal dari air hujan.
b. Sungai gletser, yaitu sungai yang bersumber airnya berasal dari es yang mencair.
c. Sungai campuran yaitu sungai yang sumber airnya dari air hujan dan es yang mencair.

Berdasarkan Volume airnya dapat diklasifikasikan menjadi sungai pendek dan sungai periodik.
a. Sungai permanen (episodik) yaitu sungai yang volume airnya tetap stabil sepanjang tahun.
b. Sungai periodik, yaitu sungai yang volume airnya melimpah pada musim hujan sedangkan pada musnm kemarau airnya berkurang bahkan kering.

Berdasarkan arah alirannya, sungai dapat dibedakan menjadi seperti berikut.
a. Sungai konsekuen, yaitu sungai yang arah alirannya sesuai dengan kemiringan lereng.
b. Sungai subsekuen, yaitu sungai yang mengalirnya tegak lurus pada sungai
c. Sungai obsekuen yaitu anak sungai subsekuen yang arahnya berlawanan dengan sungai konsekuen.
d. Sungai resekuen yaitu anak sungai subsekuen yang alirannya sejajar dengan sungai konsekuen.
e. Sungai insekuen yaitu sungai yang arah alirannya tidak teratur dan tidak terikat oleh lereng daratan.

Aliran sungai akan menyusun pola tertentu yang disebut pola aliran sungai. Pola aliran sungai dapat digolongkan menjadi tujuh macam, yaitu sebagai berikut.

a. Pola dendritik, yaitu pola aliran sungai yang dicirikan oleh anak-anak sungainya yang bermuara ke sungai induk secara tidak teratur.
b. Pola sentripetal (memusat), yaitu pola aliran sungai yang memusat pada suatu cekungan atau kawah.
c. Pola sentrifugal (radial), yaitu pola aliran sungai yang tersebar dari suatu puncak seperti di daerah gunung api dan perbukitan.
d. Pola trellis, yaitu pola aliran sungai yang paralel dengan anak-anak sungainya bergabung secara tegak pada sungai induk
e. Pola rektangular, yaitu pola aliran sungai yang dicirikan dengan sungai induk dan anak-anak sungainya membentuk sudut 90°.
f. Pola annular, yaitu pola aliran sungai yang bentuknya melingkar (domes),
g. Pola pinnate, yaitu pola aliran sungai di mana anak-anak sungainya bermuara ke sungai induk membentuk sudut yang lancip.

2. Danau
Danau adalah sebagian permukaan bumi daratan yang berbentuk cekungan dengan ukuran relatik luas yang merupakan tempat penampungan air yang berasal dari hujan, sungau, air tanah dan mata air.

Berdasarkan proses terjadinya, danau dibedakan menjadi sebagai berikut;
a. Danau Vulkanik adalah danau yang terbentuk karena letusant gunung api yang sangat kuat. Misalnya, Danau Kelimutu (Flores dan Danau Batur Bali)

b. Danau tektonik, yaitu danau yang terbentuk karena proses tektonisme atau lapisan kulit bumi. Misalnya, Danau Poso dan Danau Towuti (Sulawesi) Danau ingkarak dan Danau Maninjau (Sumatra).

c. Danau teknovulkanik adalahadalah danau yang terbentuk dari gabungan tenaga vulkanik dan tektonik. Misalnya, Danau Toba dan Danau Ranau (Sumatra);

d. Danau buatan atau waduk, yaitu danau yang terjadi karena adanya aiiran sungai sengaja dibendung oleh manusia. Misalnya, Waduk Gajah Mungkur Waduk dan Waduk Jatiluhur.

e. Danau karst (dolina), yaitu danau yang terbentuk karena larutnya batuan kapur secara kimiawi. Danau ini hanya dapat dijumpai di daerah karst atau kapur, Gunung Kidul, Yogyakarta.

f. Danau gletser, yaitu danau yang terbentuk oleh pengikisan gletser dan membentuk cekungan. Misalnya, The Great Lake di Amerika Utara.

Manfaat Danau
Danau dapat memberikan manfaat bagi manusia, antara lain sebagai sebagai tenaga listrik, daerah wisata dan olahraga, sumber irigasi, tempat budi ikan air tawar, dan pencegah banjir.

3. Rawa
Rawa yaitu tanah basah yang selalu digenangi air secara alami karena sistegm pelepasan yang buruk atau karena letaknya lebih rendah dari daerah di sekelilingnya. Manfaat dari bagi kehidupupan manusia, yaitu dapat di tanami padi, menghasilkan mengasilkan kayu dan dapat budi daya ikan, tempat permukiman dengan rurnah bertiang tinggi air yang terdapat di dalam tanah.

Air tanah adalah air yang terdapat di dalam tanah. Air tanah berasal dari hujan, salju atau bentuk curahan lain yang meresap ke dalam tanah dan tertampung kedap Peresapan air ke dalam tanah (infiltrasi) melalui berbagai media tanah dibedakan menjadi dua jenis yaitu air tanah dangkal (air freatis) dan tanah dalam (air artesis).

1. Air tanah dangkal (air freatis) yaitu air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air (impermeable) tidak iauh dari permukaan tanah Air freatis sangat dipengaruhi oleh  resapan air di sekelilingnya

2. Air tanah dalam (air artesis) yaitu air tanah yang terletakiauh di dalam tanah di antara dua lapisan batuan kedap air (impermeable) Lapisan di antara dua Iapisan kedap air tersebut dinamakan Iapisan akuifer. Lapisan tersebut dapat menampung banyak air. Jika lapisan kedap air retak, secara alami air akan keluar ke permukaan. Air yang memancar ke permukaan disebut nnata air artesis. Air artesis dapat diperoleh melalui pengeboran. Sumur pengeborannya disebut sumur artesis.

Perairan laut
adalah kumpulan air asin dalam jumlah banyak dan luas yang nnemisahkan daratan atau benua. Pengetahuan tentang Iaut dipelajari dalam ilmu tentang kelautan atau oseanografi. Laut mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Kadar garam air laut
Air Iaut terasa asin karena mengandung garam. Air Iaut menerima garam dari air sungai.
Garam di sungai berasal dari hasil pelapukan material di daratan yang ikut terangkut oleh aliran sungai. Kadar garam Iaut rata-rata 3,5%.
2. Suhu Air Laut
Perubahan suhu air Iaut relatif kecil. Hal ini disebabkan adanya gerakan air laut yang terus-menerus serta penggunaan suhu air laut untuk penguapan
3. Kepadatan dan tekanan air Iaut
Air Iaut mempunyai kepadatan lebih tinggi dibanding air murni, sebab mengandung banyak garam-garaman. Tekanan di laut dipengaruhi oleh kedalamannya. Makin ke dalam air laut makin besar.

2. Gerakan air laut 
Gerakan air Iaut meliputi arus Iaut dan gelombang laut. Arus laut  adalah gerakan dengan sirkulasi tetap. Penyebabnya adalah perbedaan suhu, angin, perbedaan kadar garam, dan siklus pasang surut. Gelombang laut adalah gerakan air laut di permukaan laut. Kedalaman laut yang lebih dari 30 m tidak terpengaruh oleh gelombang ini. Gelombang laut dapat terjadi oleh pengaruh angin, gempa. perbedaan kadar garam, atau gangguan lain dipermukaan laut.

Laut di seluruh rnukabumi terbentuk melalui proses berlainan. Menurut proses terbentuknya. Ada dua jenis laut berikut.

1) Laut inggresi, yaitu laut sangat dalam yang terjadi karena dasar Iaut mengalami penurunan. Contoh; Laut Banda (>200 meter).
2) Laut transgresi, yaitu Iaut dangkal yang terjadi akibat permukaan air Iaut naik atau daratan turun dan tergenang air. Contohnya: Laut Jawa, Laut Cina Selatan, dan Laut Arafuru. Kedalaman Iaut transgresi <200 meter.

Menurut letaknya, perairan Iaut dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.
1) Laut pedalaman, yaitu Iaut yang dikelilingi daratan. Misalnya, Laut Hitam dan Laut Kaspia.
2) Laut tengah, yaitu Iaut yang terletak di antara dua benua atau Iebih. Misalnya, LautTengah.
3) Laut tepi, yaitu Iaut di tepi benua yang terpisah gugusan pulau kecil. Misalnya, Laut Jepang dan Laut Cina Selatan.

Menurut kedalamannya, perairan lautdibedakan menjadi empat bagian, yaitu sebagai berikut.
1) Zona litoral (wilayah pasang surut), terietak antara garis air pasang dan surut.
2) Zona neritik (wilayah Iaut dangkal), yaitu zona sampai kedalaman 200 meter dan banyak mengandung ikan.
3) Zona batial (wilayah Iaut dalam), yaitu wilayah Iaut mulai dari kedalaman 200 meter sampai dengan 2.000 meter. Tumbuh-tumbuhan jumlahnya terbatas, begitu juga dengan binatang-binatang lautnya.
4) Zona abisal (wilayah Iaut sangat dalam), yaitu wilayah Iaut yang memiliki kedalaman lebih dari 2.000 meter.

Baca : Pengertian Cuaca dan Iklim

Pengukuran batas wilayah laut
Pengukuran batas wilayah laut suatu negara sesuai dengan hukum laut internasional dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu batas laut teritorial, batas landas kontinen, dan batas zona ekonomi eksklusif.
1) Batasnya, teritorial, yaitu batas yang ditarik sejauh 12 mil laut dari garis dasar ke arah laut lepas
2) Batas landas kontinen, yaitu batas bagian benua yang berada di bawah permukaan laut dengan kedalaman tidak Iebih dari 150 meter.
3) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE),'yaitu zona perairan laut yang diukur sejauh 200 mil dari garis dasar ke arah Iaut bebas.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12:56:00 AM

Related : Pengertian Siklus Air Hidrologi Panjang Pendek dan Sedang Beserta Gambarnya

0 komentar:

Post a Comment