Minggu, 25 September 2016

Bacaan Sholat Jenazah

;

Bacaan Sholat Jenazah


Sholat Jenazah ialah sholat yang wajib dilakukan oleh seorang Muslim dikala ada orang muslim lain yang meninggal dunia. 


Hukum melakukan sholat jenazah ini yaitu fardhu kifayah, dalam artian wajib dilakukan oleh seseorang saja atau sebagian dari sekian banyak ahli kampung yang ada di tempat orang yang meninggal tersebut, namun jika tidak ada yang melakukannya sama sekali maka dosanya akan ditimpakan pada seluruh ahli kampung yang ada.

Sholat jenazah ini dianjurkan untuk dilakukan secara berjama’ah atupun tidak apa-apa jika dilakukan dengan munfarid ataupun sendiri-sendiri.

Bacaan Sholat Jenazah lengkap dengan arab dan artinya

Meskipun kita sesekali dan tidak sering melaksanakan sholat jenazah, tapi wajiblah kita tahu minimalnya bagaimana tata cara atau pun kaefiatnya khususnya untuk para kaum laki-laki yang biasa lebih banyak melaksanakannya dari pada perempuan. Dalam artikel lengkap kali ini saya akan tuturkan satu persatu mulai dari niat sampai salam bacaan sholat jenazah nya.

Rukun sholat jenazah ini dalam madzhab Imam Syafi’i terdapat 7 rukun sholat jenazah. Berikut dibawah ini sebagai rinciannya:

Yang pertama Niat, 

Niat dalam sholat jenazah sama halnya dengan niat sholat yang lainnya. Yang terpenting dalam niat itu harus sama dengan ketika takbirotul ihrom, dan wajib memperjelas bacaan fardhu meski tidak disebutkan fadhu kifayahnya, juga untuk ma’mun wajib meniatkan berma’mum, untuk imam wajib meniatkan berimam.

Dalam sholat jenazah tidak diwajibkan untuk menentukan atau menyebutkan mayat siapa yang di sholatkan namanya. Gambarannya seperti ini, jika ada seseorang yang menyolatkan mayat terus dia menyebutkan nama mayat tersebut tapi tidak memberi isyarah apakah mayat tersebut anak-anak atau pun sudah tua, laki-laki ataupun perempuan, terus dalam kenyataannya ternyata nama yang disebutkan tadi tidak sesuai dengan nama asli dari mayat tersebut, maka sholatnya tidak sah.

Berikut niat menyolatkan mayat:

اُصَلِّيْ عَلىَ هَذَا اْلَميِّتِ ِللهِ تَعَالَى
Aksara latinnya: Ushallii 'alaa haadzal mayyiti lillaahi ta'aala
Aku niat menshalatkan mayyit (laki-laki) ini, karena Allah Ta'aala
Lafadz هذا الَميّتِ /haadzal mayyiti diganti dengan هذه الَميّتِة /haadzihil mayyitati jika mayatnya perempuan maka bacaan nya akan seperti ini:
اُصَلِّيْ عَلىَ هَذِهِ اْلَميِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى
Latinnya: Ushallii 'alaa haadzihil mayyitati lillaahi ta'aala
Aku niat menshalatkan mayyit (perempuan) ini, karena Allah Ta'aala
Lebih lengkapnya lagi saya sediakan dalam bentuk gambar, seperti di bawah ini:
Bacaan dan panduan lengkap tentang sholat jenazah atau sholat mayit

Yang kedua Membaca 4x takbir

Dalam menyolatkan mayat, tidak ada istilah ruku, sujud, tasyahud awal dan akhir, melainkan hanya berdiri saja dan salam pun dilakukan ketika berdiri. Bedanya sholat jenazah dengan sholat lainnya yang paling signifikan itu yaitu membaca takbir dan berkali-kali tangan diangkat dalam rangka takbirotul ihromnya. Setiap takbiran beda-beda yang dilakukannya, seperti setelah takbir pertama itu membaca surat Al-Fatihah, takbir ke dua membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan takbir ketiga membaca do’a untuk mayat, terakhir takbir keempat itu mengucapkan salam. Dan selesailah sholat mayat kita.

Yang ketiga berdiri, wajib pada orang yang mampu untuk melakukannya

Yang keempat membaca surat al-fatihah
Membaca fatihah ini dilakukan setelah takbir ke – 1, jika berjamaah maka hanya dilakukan oleh imam saja.

Yang kelima membaca sholawat pada Nabi besar Muhammad SAW, setelah takbir ke – 2 dilakukannya

Berikut adalah bacaan sholawat setelah takbir ke-2:
أللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ إِبْرَاهِيْمَ فِى اْلعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ

Dalam latin ditulisnya: Allaahumma shalli 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima. Wa baarik 'alaa  muhammadin, wa 'alaa aali  muhammadin, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima, wa 'alaa aali  ibraahiima.  Fil 'aalamiina innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Berilah berkah kepada Muhammad dan keluarganya (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Yang keenam yaitu mendo’akan orang yang telah meninggal tersebut dilakukan setelah takbir ke – 3
Berikut dibawah ini do’a untuk mayat yang di sholatkan:
الَّلهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وأَكْرِمْ نُزُوْلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَى الثَوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ 

Tulisan latinnya: Allaahummaghfirlahuu, warhamhuu, wa 'aafihii, wa'fu 'anhuu, wa akrim nuzuulahuu, wa wassi' madkhalahuu, waghsilhu bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhu daaran khairan min daarihii, wa ahlan khairan min ahlihii, wa zaujan khairan min zaujihii, waqihi fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun  sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah istrinya dengan istri yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.

Sangat dianjurkan bagi kita untuk mengetahui bagaimana pergantian domirnya dalam Bahasa arab untuk membedakan ketika mayat laki-laki bagaimana dan ketika mayatnya perempuan bagaimana bacaannya. Namun disini yang akan saya berikan bacaan sholat untuk mayat perempuan, karena diatas merupakan bacaan sholat untuk laki-laki.
الَّلهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وأَكْرِمْ نُزُوْلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِمَاءٍ وثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهَا مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَى الثَوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهَا وَقِهِهَا فِتْنَةَ القَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ

Dalam Bahasa latin ditulis: Allaahummaghfirlahaa, warhamhaa, wa 'aafihaa, wa'fu 'anhaa, wa akrim nuzuulahaa, wa wassi' madkhalahaa, waghsilhaa bimaa-in watsaljin wabaradin, wanaqqihaa minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minaddanasi, wa abdilhaa daaran khairan min daarihaa, wa ahlan khairan min ahlihaa, wa zaujan khairan min zaujihaa, waqihaa fitnatal qabri wa 'adzaabannaar.

Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah kesalahannya dengan air, es dan embun  sebagaimana mencuci pakaian putih dari kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, gantilah suaminya dengan suami yang lebih baik, hindarkanlah dari fitnah kubur dan siksa neraka.

Yang ketujuh yaitu membaca salam setelah takbir ke empat
Ada keterangan yang menjelaskan boleh ditambah kembali dengan do’a sebelum mengucapan salamnya. Yaitu sebagai berikut:
panduan paling lengkap tentang bacaan sholat jenazah atau mayit

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Ditulis: Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
Artinya yaitu:
"Keselamatan, Rahmat Allah dan keberkahan-Nya semoga untuk kalian semua".

Dari rukun ataupun kaefiat sholat jenazah yang 7 tadi, dapat disimpulkan bahwa Sholat jenazah dilakukan dengan berdiri lalu melakukan 4 kali takbir, disetiap telah takbir bacaan nya berbeda-beda, dan tidak ada ruku, sujud maupun tasyahud akhir, melainkan hanya berdiri saja.

Sekian artikel yang saya buat ini, semoga menjadi manfaat bagi kita semua dan membuat kita semua selalu mengingat mati. Karena menurut perkataan Imam Maliki beliau berkata bahwa hal yang paling dekat sekali dengan kita di Dunia ini adalah MATI. Perlu di ingat juga bahwa kepedulian kita terhadap sesame merupakan gambaran kepedulian orang lain terhadap kita, maka dari itu rajinlah menyolatkan jenazah orang lain dikala ada yang meninggal, sehingga kita dapat berdo’a agar semoga kelak kita meninggal ada banyak yang menyolatkan jenazah kita. Amiiin.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 19.45.00
Tags :

Related : Bacaan Sholat Jenazah

0 komentar:

Posting Komentar