Tuesday, September 27, 2016

Bacaan Sholat Subuh Paling Lengkap

Bacaan Sholat Subuh


Begitu banyak orang disekeliling  kita yang masih kebingungan dengan kaefiat ataupun tata cara pelaksanaan sholat fardhu yang benar dan insya alloh menjadi wasilah di terimanya sholat. Maka dari itu, saya membuat postingan kali ini khusus untuk para pemula ataupun mualaf ataupun orang yang sedang belajar tata cara sholat fardhu yang benar.

Saya poskan disini kaefiat ataupun tata cara berikut bacaan sholat subuh yang lengkap. Dari mulai roka’at pertama dan juga langsung saya sertakan roka’at ke duanya.

Sholat subuh adalah sholat yang dilaksanakan ketika kita terbangun dari tidur, ataupun ketika pertama kali terbit fajar shodiq. Disana kita diwajibkan untuk melaksanakan sholat sebanyak 2 (dua) roka’at. Disunatkan pula untuk pelaksanaan sholat subuh ini membacakan surat-surat yang panjang setelah bacaan surat al-fatihahnya.

Bacaan dan Tata Cara Sholat Subuh paling Lengkap !!!

Berikut tata cara dan bacaan sholat subuh lengkap:


Roka’at Pertama

1.Berdiri terlebih dahulu ketika pertama kali kita menginjak sajadah yang dipakai sholat, kemudian hadapkan dada kita ke kiblat dengan tegak dan istiqomahkan.
Gambarannya seperti pada gambar di bawah ini:

Berikut di bawah ini niat bacaan sholat subuh untuk orang yang sholat sendirian (munfarid):
“Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa”
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.

Berikutnya niat bacaan sholat subuh untuk orang yang menjadi imam (berjama’ah):
“Ushallii fardash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’aalaa”.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, sebagai imam, karena Allah Ta’ala.

Selanjutnya niat bacaan sholat subuh untuk orang yang menjadi ma’mum:
“Ushallii fardhash-Shubhi rak’ataini mustaqbilal qiblati makmuuman lillaahi ta’aalaa”.
Artinya :
Saya (berniat) mengerjakan sholat fardhu Shubuh sebanyak dua raka’at dengan menghadap kiblat, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.
2.Gerakan selanjutnya setelah kita membacakan niat dalam hati yaitu gerakan takbirotul ihrom. Tata cara nya keduat tangan  kita diangkat lalu simpan di sisi telinga kita dengan keadaan tangan di lebarkan, lalu jari-jarinya agak sedikit condongkan kea rah kiblat. Dengan membacakan “Allaahu Akbar”.
Berikut dibawah ini contoh gambaran tata caranya:
3.Selanjutnya yaitu menyimpan kedua tangan kita dengan posisi terumpak-umpak, tangan kanan diatas tangan kiri dan simpan dengan menggenggam tulang pergelangan dari tangan kiri, tangan kita bisa kita simpan di dada, di perut ataupun diatas pusar kita. Yang penting tidak sampai di kebawahkan lurus, karena menjaga dari geraknya anggota tangan kita maka dari itu harus disimpan seperti posisi pada gambar di bawah ini:

4.Baiklah, jika tangan kita sudah disimpan seperti pada gambar, maka bagian mulailah bacaan sholat subuh kita selama berdiri, yang pertama sekali kita disunahkan untuk membacakan do’a iftitah sebelum membaca surat al-fatihah. Berikut di bawah ini bacaan do’a iftitah:
“Allaahu Akbaru kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw-wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina”
Artinya :
Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).

5.Setelah kita membaca do’a iftitah, maka selanjutnya kita harus membaca surat al-fatihah. Sangatlah wajib kita membaca surat al-fatihah ini Karena termasuk pada salahsaru rukun sholat, jika ditinggalkan maka tidak sah lah sholat kita.
Berikut di ini bacaan dari surat al-fatihah:
“Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin”.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

6.Kemudian setelah membaca surat al-fatihah, disunatkan untuk membaca salah satu surat dari al-qur’an, baik yang panjang ataupun yang pendek. Namun, ketika kita berma’mum pada saat imam membaca surat setelah al-fatihah ini kita wajib membaca surat al-fatihah waktu itu, ketika tadi imam membaca surat al-fatihah kita wajib mendengarkannya dan tidak membaca apapun.
Berikut kami contohkan bacaan surat al-ikhlas:

“Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul huwallahu ahad. Allahus-samad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad”.
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

7.Gerakan selanjutnya yaitu Ruku’. Kita harus melakukan ruku’ setelah bacaan surat setelah al-fatihah. Caranya dengan mengangkat kedua tangan kembali dan mengucapkan “Allahu Akbar”,
Perhatikan gambar di bawah ini:

8.setelah itu bungkukkan tubuh kita dari mulai awal pinggang sampai kepala ke setengah tinggi badan kita, dan meletakan kedua tangan kita pada kedua lutut kita, dengan posisi kepala dan punggung kita lurus.
Jika bingung, lihatlah gambar di bawah ini:

9.kemudian ketika kita dalam posisi membungkuk harus membaca do’a berikut:

“Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdihi” 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

10.setelah ruku’ kemudian kita harus melakukan i’tidal, yaitu bangun dari ruku’ dan berdiri dengan tegak, sekaligus mengangkat kedua tangan dengan serentak seraya membacakan “allohu akbar” dan mengucapkan bacaan ini setelahnya:

“Sami’allaahu liman hamidah”
Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

11.Ketika masih berdiri dalam I’tidal kita baca do’a I’tidal seperti yang di bawah ini:

“Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du”.
Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

12.Setelah itu, kita membaca “allohu akbar” lagi, tapi tidak mengangkat kedua tangan, yang harus dilakukan harus menyempurnakan anggota tubuh yang termasuk wajib kena pada sajadah kita ketika sujud. Letakkan dahi kita ke atas tempat sholat dan didorong dari belakang oleh kedua kaki yang jari-jarinya menghadap ke kiblat. Lalu berdo’a seperti bawah ini:


“Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi”. 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

13.Selanjutnya kita lakukan duduk diantara dua sujud, ini pun merupakan salah satu dari rukun sholat, maka janganlah tertinggal, ketika bangun dari sujud yang pertama kita mengucapkan “allohu akbar” dan ketika telah sempurna duduknya hendaklah membaca do’a berikut di bawah ini:


“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii”.
Artinya : Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

14.Kemudian kita melakukan gerakan sujud kembali sebagai sujud kedua, dan mengucapkan “allohu akbar” ketika ke bawah lagi, dan membaca do’a sujud kembali. Contoh gambarnya seperti di bawah ini:

“Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi”. 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

15.Terakhir, kita harus bangun kembali dengan berdiri tegak untuk melakukan bacaan sholat subuh pada roka’at kedua. Dengan mengangkat kedua tangan dan kembali mengucapkan “allohu akbar”.

Rakaat Kedua


a.Pertama kali kita masuk roka’at kedua itu tidak usah membaca do’a iftitah, melainkan langsung membaca surat al-Fatihah:
“Bismillahir-rahmanir-rahim. Al-hamdu lillahi rabbil-alamin. Ar-rahmanir-rahim. Maliki yaumid-din. Iyyaka na’budu wa iyaka nasta’in. Ihdinas-siratal-mustaqim. Siratal lazina an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dallin.”
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

b.Setelah itu, seperti pada roka’at pertama, jadi setelah surat al-fatihah kembali kita harus membaca surat dalam al-qur’an, untuk roka’at kedua saya contohkan dengan surat al-kafirun. Berikut bacaannya:

“Bismillahir-rahmanir-rahim. Qul ya ayyuhal-kafirun. La a’budu ma ta’budun. Wa la antum ‘abiduna ma a’bud. Wa la ana ‘abidum ma ‘abattum. Wa la antum ‘abiduna ma’a’bud. Lakum dinukum wa liya din.”
Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

c.Setelah membaca surat kembali kita ruku’ dengan mengangkat kembali kedua tangan seraya mengucapkan “allohu akbar” dan menyimpan tangan kita diatas lutut dengan posisi punggung dan kepala lurus. Berikut gambarannya:
 d.Bungkukkan badan dan bacalah do’a berikut:

“Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdihi” 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

e.Setelah ruku kita melakukan I’tidal kembali, dengan mengangkatkan kedua tangan kita. seraya mengucapkan “allohu akbar”, berikut gambarannya:
                                                 
“Sami’allaahu liman hamidah”
Artinya : Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

f.Ketika masih dalam I’tidal, Masih dalam keadaan berdiri i’tidal kemudian kita harus membaca doa i’tidal. Seperti dalam gambaran di bawah ini:
“Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du.”
Artinya :
“Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”
g.Sebagai madzhab dari Imam Syafi’I, maka saya menambahkan Do’a Qunut yang harus dibacakan dalam sholat subuh untuk orang yang menganut madzhab syafi’I, sekaligus dengan mengangkat kedua tangan layaknya orang yang berdo’a tapi harus masih dalam keadaan I’tidal dalam roka’at kedua. berikut do’a qunutnya:

“Allaahummahdinii fii man hadaiit, wa aafinii fii man aafaiit, wa tawallanii fi man tawallaiit, wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarra maa qadhaiit. Fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaiik. Innahu laa yadzillu maw waalaiit. Wa laa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaarakta rabbanaa wa ta’aalait. Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaik wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummuyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallam”.
Artinya:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama-sama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau pastikan. Karena sesungguhnya Engkau-lah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum (menentukan) atas Engkau. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidaklah akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau dan Maha Luhurlah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas yang telah Engkau pastikan. Aku mohon ampun dan tobat kepada Engkau. Semoga Allah memberi rahmat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya dan sahabatnya.”

Membaca do’a qunut hukumnya sunat ab’ad, dimana jika tertinggal ataupun lupa maka harus diganti dengan melakukan sujud sahwi ketika sebelum mengucapkan salam dalam tasyahud akhir nanti.

h.Selanjutnya kita mengucapkan “allohu akbar” dan melakukan sujud tanpa harus mengangkat kedua tangan terlebih dahulu. Lakukan lagi seperti posisi sujud yang tadi dijelaskan pada roka’at pertama seraya membacakan do’a berikut di bawah ini sekaligus gambarannya:
“Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi”. 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

i.Selanjutnya kita lakukan kembali duduk diantara dua sujud, dengan mengucapkan “allohu akbar” dan duduklah, ketika kita sudah duduk dengan sempurna maka bacalah do’a berikut ini:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii”.
Artinya : Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.

j.Setelah itu, sujudlah kita kembali untuk sujud kedua dan mengucapkan “allohu akbar” lalu membaca do’a sujud kembali seperti pada gambaran di bawah ini:
“Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi”. 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

k.Kemudian bangkit dari sujud seraya mengucapkan “Allahuakbar”, lalu melakukan duduk tasyahhud (tahiyat) akhir. Adapun tata cara duduk pada Tasyahhud Akhir ini adalah, hendaknya orang yang sholat duduk pada pangkal pahanya yang kiri dengan posisi kaki kiri yang keluar dari bagian bawahnya, sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak. Hendaknya tangan yang kanan diletakkan di atas paha yang kanan, dengan posisi jari-jari yang menggenggam, kecuali jari telunjuk dan ibu jari, maka hendaklah kedua jari ini dibiarkan menjuntai (tidak dalam keadaan menggenggam). Lalu, hendaklah jari telunjuk ditegakkan ketika orang yang sholat mengucapkan kalimat “illallah”, bukan saat ia mengucapkan kalimat “laa ilaaha”. Pada sisi yang lain, hendaklah tangan kiri diletakkan di atas paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang terkembang. Berikut gambaran gerakan dan bacaan sholat subuh dalam Tasyahhud Akhir ini:
Tata Cara Sholat Subuh Lengkap
Bacaan Sholat Subuh

“At-tahiyyaatul mubaarakatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi. Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin. Wa ‘alaa aali Muhammadin kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiim, wa ‘alaa aali Ibraahiim, wa baarik ‘ala Muhammadin wa ‘alaa aali Muhammadin, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiidun.”
Artinya :
Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan (shalawat), serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan (Shalawat) untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan (shalawat) kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung (Mulia).

l.Terakhir, dari rukun sholat, kita harus melakukan ucapkan salam, yaitu dengan menengokkan wajah kesebelah kanan untuk salam yang pertama. Seperti terlihat dalam gambar di bawah ini untuk contohnya:
m. Salam yang diucapkan ketika sedang menengok ke kanan adalah :
“Assalaamu’alaikum wa rahmatullaah”
Artinya : Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah atas dirimu.

n. Kemudian mengucapkan salam kedua sambil menengokkan wajah ke kiri.
Bacaan Lengkap Sholat Subuh
Salam yang diucapkan ketika sedang menengok ke kiri adalah:
“Assalaamu’alaikum wa rahmatullaah”
Artinya : Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah atas dirimu.


Baarokalloh !!!

Baru saja anda mempelajari tata cara dan bacaan sholat subuh dengan lengkap. Semoga and dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan semoga sholat kita semua diterima oleh Alloh SWT., amiiin yaa robbal ‘aalamiiin.

Bonusnya !!!
Bacalah tasbih, tahmid dan takbir masing-masing sebanyak 33x setelah sholat subuh kita, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW., pada para shohabat. Berikut bacaannya:
Bacaan Tasbih : “Subhanallah“, artinya Maha Suci Allah;
Bacaan Tahmid : “Alhamdulillah“, artinya Segala Puji Bagi Allah;
Bacaan Takbir : “Allahuakbar“, artinya Allah Maha Besar.

Dibawah ini hadits yang menerangkan perintah tersebut diatas:
Abu Hurairah ra. berkata, “Orang-orang fakir miskin dari kalangan Muhajirin datang kepada Nabi saw., mengeluh dan berkata, ‘Orang-orang kaya telah memborong semua pahala dan tingkat-tingkat tinggi serta kebahagiaan yang abadi, mereka sholat dan puasa sebagaimana kami sholat dan puasa, tetapi mereka mempunyai sisa-sisa harta untuk berhaji, berumrah, berjuang, dan sedekah.’ Maka sabda Nabi saw., ‘Sukakah aku ajarkan kepada kamu sesuatu yang dapat mengejar (pahala) orang-orang yang telah dulu dari kamu dan orang yang kemudian dan tidak ada orang yang lebih utama daripada kamu kecuali yang berbuat seperti perbuatan kamu?’ Jawab mereka, ‘Baiklah, ya Rasulullah.’ Maka sabda Nabi, ‘Kamu baca tasbih (Subhanallah), takbir (Allahuakbar), dan tahmid (Alhamdulillah) tiap selesai shalat masing-masing 33 kali’.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 6:42:00 PM
Tags :

Related : Bacaan Sholat Subuh Paling Lengkap

0 komentar:

Post a Comment