Saturday, September 24, 2016

Kisah Nabi Adam AS Lengkap

Kisah Nabi Adam AS Lengkap - Dalam sebuah riwayat yang disebutkan As-Suyuth, Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS. Manusia yang pertama kali ada dan menjadi nenek moyang seluruh umat manusia. Karenanya ia di juluki Abul Basyar (bapak umat manusia).  Namun Allah SWT. Selalu memanggilnya “abu Muhammad”.

Kisah Nabi Adam AS Lengkap

Lebih terperinci  Syekh Ahmad Zaini Dahlsahkannya mengisahkannya dalam kitab As-Sirah An-Nabawiyah “bahwa sesungguhnya setelah menciptakan Adam, Allah swt. Mengilhami Adam untuk bertanya kepada-Nya: Ya Allah, kenapa enngkau memanggilku dengan “Abu Muhammad”?
Maka Allah berfirman: Wahai Adam angkatlah kepalamu. Nabi Adam pun mengangkat kepalanya. Seketika itu Adam melihat nur Muhammad meliputi sekitar ‘ars. Kemudian and bertanya: Ya Allah cahaya siapa ini?

Allah swt. Berfirman: ini adalah cahaya seorang nabi dari keturunanmu, di langit namanya Ahmad, di bumi namanya Muhammad. Kalau bukan karenanya, niscaya aku tak akan menciptakanmu, langit, dan bumi.

Baca Juga: Kisah Nabi Adam dan Siti Hawa Turun Kebumi

Selanjutnya, Allah swt. Menciptakan siti Hawwa, dengan rupa yang serupa dan paras sangat jelita,dari tulang rusuk sebelah kiri Adam AS. Dia mempersilahkan Adam AS menikahi siti hawwa dengan mahar bershalawat kepada nabi Muhammad saw. Sebanyak tiga kali.

Imam Abdurahman As-Safuri Asy-Syafi’I dalam kitamnya majatul majalis, menukiol perkataan imam Al-Kisa’i menyebutkan bahwa “setelah menciptakan nabi Adam AS di surga, Allah swt. Menciptakan hawwa dari tulang rusuk Adam AS yang sebelah kiri. Ia menganugrahi kecantikan luar biasa yang melebihi kecantikan 70 bidadari di surge ini, hawwa lajsana bulan purnama di kelilingi bintang2 yang gemerlapan.
Saat Adam AS terbangun dari tidurnya dan melihat hwwa, ia hendak menyentuhnya. Namun terdengar seruan kepadanya, “wahai Adam , engkau tidak di izinkan menyentuhnya sebelum engkau memberikan maharnya.

Adam AS bertanya: “apakah maharnya?
Terdengar seruan jawaban: “maharnya adalah engkau mengucapkan shalawat kepada mMuhammd sebanyak tiga kali”.

Setelah itu merekapun di izinkan untuk bersenag-senang di surge, yang sangat indah dan penuh kenikmatan. Di sanalah Adam AS dan Siti Hawwa selalu melihat nama Muhammad SAW terukir indah bedampingan dengan asma Allah swt. Dalam kitabnya, Al-Hawi lil fatawi As-Suyutu mengisahkan, “sesungguhnya Adam AS telah melihat di setiap tempat di surge, pada gedung-gedungnya, di kamar-kamarnya, di leher-leher bidadari, di daun-daun thuba, di daun2 pepohonan sidratul muntaha, di ujung2 benteng, dan di setiap dahi para malaikat, nama Muhammad senantiasa berdanpingan dengan Asma Allah swt. Yaitu pada lailaha illallah muhammadarosuluullah.”

Suatu saat Alah swt. Meletakan nur Muhammad itu pada punggung (sulbi) Adam AS. “KEMUDIAN ALLAH SWT. MELETAKAN NUR Muhammad di punggungnya (Adam AS) sehungga para malaikat bersujud dan berbaris rapi di belakang nabi Adam AS, serta menghaturkan salam kepada nur Muhammad,” demikian As-Suyuti mengisahkan.

Dengan demikian, sebagaimana ibnu Marzuki mengomentari hal ini secara lahirlah nabi Adam AS adalah perantara adanya nur Muhammad pada diri manusia. Sementara itu imam fakhrudin A-Razi menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwa para malaikat di perintah sujud pada nabi Adam karena di dalam diri Adam terdapat nur Muhammad, dan di perintah sujud itu sebagai penghormatan kepada nabi amuhammad SAW.
Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Madarijush shu’ud mengisahkan, para malaikat senantiasa berbaris rapi di belakang punggung Adam AS. Ia heran dengan perbuatan malaikat itu dan bertanya kepada allah SWT, “Ya Allah kenapa para malaikat senantiasa berbaris di belakangku?”.

Allah SWt menjawab, “Wahai Adam ketahuilah olehmu bahwa para malaikatku senatiasa berdiri di belakangmu karena memandang kepada nur kekasih-Ku, Nakhir zaman, Muhammad SAW.
Adam AS pun memohon kepada Allah SWT, kiranya nur itu di letakan di hadapannya dengan para malaikat.
Maka Allah SWT pun meletakan nur itu di dahinya.

Kala itu allah SWT memerintahkan sujud kepada Adam AS, namun ia membangakang karena kesombongannya. Sebagai mana di sebutkannya dalalam firman Allah ayat 34, “Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malikat, ‘sujudlah kalian kepada Adam’!!! maka sujudlah mereka semua kecuali iblis. Ia enggan dan takabur, sesungguhnya kalian termasuk golongan kafir.
Allah SWT, berfirman bahwa akan menjadikan Manusia sebagai Khalifah di Bumi kelak, tugasnya yaitu untuk mengurusi Bumi dan membuatnya tetap aman. Sebelumnya diciptakannya Nabi Adam AS, Allah SWT, telah lebih dulu memberitahukannya kepada para Malaikat bahwa “sesungguhnya Aku akan menciptakan Khalifah di Bumi.” Kemudian Para malaikat pun bertanya,” Apakah Engkau akan menciptakan khalifah di Bumi itu sosok Manusia yang akan membuat kerusakan dengan berbuat maksiat dan menumpahkan darah? Padahal kami selalu memuja-Mu dan juga selalu mengagungkan-Mu sebagai tanda syukur kepada-Mu?

Allah SWT, pun berfirman, ”Sesungguhnya Aku lebih mengetahui daripada kalian.” Allah memerintah Malaikat mengambil tanah dari Bumi untuk membuat Nabi Adam.
Setelah Nabi Adam terbentuk, Allah meniupkan ruh ke dalam jasad Nabi Adam AS, kemudian diajari ilmu pengetahuan dan nama-nama dari segala macam hal.

Saat itu, ketika Allah SWT, berkehendak untuk menciptakan Nabi Adam AS sebagai Khalifah di Bumi, Allah SWT pun menyuruh para Malaikan dan Iblis untuk bersujud tanda penghormatan kepada Nabi Adam AS yang akan dijadikan Kholifah. Para Malaikat langsung memenuhi perintah dari Allah SWT, beda halnya dengan Iblis. Ketika itu iblis membangkang kepada Allah SWT, langsung Allah SWT, bertanya kepada si Iblis, “Hai Iblis!!! Mengapa kau tidak bersujud kepada Nabi Adam AS,?” lalu jawab Iblis, “bukankah Engkau menciptakan aku dari Api sedangkan Adam dari tanah? Aku tidak bersujud kepada adam, karena aku lebih mulia dari pada Adam.
Jawaban Iblis membuat Allah SWT, murka. “Keluarlah engkau dari surga! Sesungguhnya kau temasuk yang terusir, dan kutukan-Ku tetap atas mu sampai hari pembalasan.” Pembangkangan Iblis adalah menyombongkan diri, ia merasa lebih mulya daripada adam, karena Allah SWT, megusirnya dari surga.
Sementara itu nabi adam sendirian di dalam surga dengan segala kenikmatanya. Namun nabi Adam merasa kesepian. Kemudia Allah SWT, menciptakan Hawwa dari tulang rusuk nabi adam dan memerintahkannya untuk tinggal bersama adam.

Allah SWT, juga memperbolehkan adam bersenang-senang di dalam surga. Akan tetapi ada satu larangan Allah SWT, Adam dan Hawwa dilarang mendekatinya apalagi memakan buah dari pohon tertentu. Mendengar hal ini iblis gembira, ia mendapatkan akal untuk menysatkan adam dan Hawwa. Sejak iblis diusir dari surga, ia selalu mencari-cari kesempatan untuk menggoda adam, Larangan Allah SWT, itu merupakan jalan bagi iblis untuk menjerumuskan adam dan Hawwa, Iblis akan berusaha menggoda adam dan Hawwa supaya memakan buah dari pohon itu. Iblis mengatakan jika adam dan Hawwa memakan buah dari pohon itu maka mereka akan kekal disurga, itulah bujuk rayu iblis.

Setelah berusaha keras, akhirnya usaha iblis berhasil. Suatu ketika, adam dan Hawwa memakan buah dari pohon itu, Allah SWT, pun menegur mereka, “ Bukankah aku telah melarang kalian memakan buah dari pohon itu? Dan aku telah memberitahukan kepada kalian bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian!” Adam dan Hawwa menyesal telah melanggar larangan Allah SWT, Lalu, mereka bertaubat kepada Allah SWT, dan berdo’a.

“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dengan mendurhakai-Mu dan menyalahi perintah-Mu, Maka ampunilah dan kasihanilah kami, Sebab jika engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami, niscaya niscaya kami akan menjadi orang-orang yang merugi.” ( QS Al-A’raaf Ayat 22 )
Allah SWT, memerima tobat Adam dan Hawwa. Tetapi Allah SWT, menurunkan mereka kebumi. Dibumi inilah mereka memulai hidup baru, tidak seperti disurga yang serba nikmat, dibumi adam dan Hawwa harus bekerja keras untuk mendapatkan makanan.

Adam sangat mencintai istrinya, Hawwa. Apalagi saat itu Hawwa sedang hamil, sewaktu mereka dikelluarkan dari surga, adam dan Hawwa terpisah, adam berada di hindustan, sedangkan Hawwa berada di jeddah, mereka saling mencari. Lalu, Allah SWT, mempertemukan mereka di Muzdalifah.

Karena termakan bujuk rayu iblis yang terkutuk, adam dan Siti Hawwa di turun kan oleh Allah SWT. Dalam jangka waktu yang lama, sebagian riwayat mengatakan sampai 40 tahun mereka dipisahkan. Mereka  mengalami berbagai macam kesedihan dan penyesalan yang luar biasa. Berulang kali Adam AS memohon ampunan yang meratap kepada Allah SWT, namun jawaban tak kunjung datang. Hingga ia teringat kemuliaan dan kagungan derajat Muhammad di sisi Allah SWT sehingga timbul harapan untuk memohon ampunan-Nya dengan berwasilah Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Mengenai hal itu Syeikh Ahmad Zaini Dahlan menyampailkan sebuah hadits yang di sampaikan oleh Al-Baihaqi, “diriwayatkan dari sayyidina Umar ibnul Khatab RA bahwa rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah demi haknya Muhammad di sisi-Mu, limpahkanlah ampunan-Mu kepadaku” Allah bertanya bagaimana kamu menretahui (kedudukan) Muhammad sedang aku belum menciptakannya?”
Maka jawab Adam, ‘ya tuhanku engkau telah menciptakan ku dengan tanpa perantara ayah dan ibu engkau tiupkan ruh kepada diriku, lalu engkau angkat kepalaku, maka aku melihat tiang2 arsy bertulisan kalimat lailaha illallah muhammadur rasulullah (tiadak  tuhan selain allah Muhammad utusan Allah). Aku  yakin tidak lah engkau mempersandingkan seseorang pada-Mu melainkan sosok yang paling engkau cintai.’

Allah pun berfirman: ‘kau benar Wahai Adam, sesungguhnya dia (Muhammad) adalah makhluk yang paling ku cintai jika engkau jika engkau meminta kepada-Ku dengan haknya pasti aku mengampunimu. Dan ika karena Muhammad niscaya aku tidak akan menciptakanmu.”

Maka, ia pun kembali dipertemukan dengan siti hawwa setelah lebih dari seratus tahun lamanya keduanya terpisah berada di belahan bumi yang berbeda lalu ia juga diangkat menjadi salah seorang nabi dan rasul dengan sepuluh shahifah (lembaran) wahyu yang di turunkan kepadanya.

Kemudian, An-Nabani melanjutkan kisahnya dalam kitab hujjatullah ‘alal alamin yaitu ketika pada suatu saat nabi Adam AS mendengar suara ddalam dahinya seperti duara kicauan burung.ia nerasa heran dan lantas berkata, suhanallah sungguh sangat agung kekuasaan-Mu,suara apakah ini ya allah?
Allah berfirman, ‘wahai adam (suara itu adalah) tasbih penutup pra nabi dan penghulu seluruh anak keturunanmu.
Nur itu selalu terlihat bersinar kemilauan pada wajah nabi Adam AS. Allah SWT kemudian mengambil sumpah (perjanjian)kepada Adam agar ia menjaga nur tersebut, “wahai Adam, berjanjilah (kepada-Ku) untuk senatiasa memelihara nur tersebut dengan tiadak meletakannya kecuali kepada sulbi2 yang suci dan mulia.”

Baca Juga: Kisah Nabi Idris As Lengkap

Adam AS menerima dengan senag hati amanah itu. Ia bahkan bangga melakdanakan amanah itu ,  serta serta terus menjaganya dan mewasiatkan amnah tesebut kepada para anak-cucunya kelak.

Selain kepada pribadi2 suci yang berperoleh anugrah atas bersemayamnya nur2 Muhammad dalam diri mereka, Allah SWT juga mewasiatkan kepada segenapnnabi dan rasul agar selalu membesarkan kemuliaan nabi Muhammad SAW, di sisi allah SWT dengan senantiasa berdzikir mengucapkan lailaha illallah muhammadur rasulullah, dan bersiap menjadi pembela setianya manakala suatu saat berjumpa dengan nabi Muhammad SAW.
Mengutip dari sebuah hadits yang di riwayatkankan imam ali KKWh, wasiayat Allah itu merupakan bentuk kesaksian mereka (para nabi) masih berada di alam ruh. Disebutkan ruh para nabi tenggelam dalam nur nabi Muhammad SAW dam mereka berteriak, “ya Allah siapa yang menyelimuti kami dengan cahaya?”
Allah menjawab, “ini adalah cahaya Muhammad kekasih-Ku…”

Saat itu, ruh para nabi itu menyatakan beriman kepada kenabiannya, dan Allah berfirman, “aku menjadi saksi tehadap pangakuanmu ini.” Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Imran ayat 81, “dan (ingatah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, sungguh apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datanga seorang rasul yang memebenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan beriman kepadanya dan menolongnya.”
Allah SWT berfirman: apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu? Mereka menjawab, ‘kami mengakui’. Kalau begitu saksikan lah (hai para nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kalian. Begitu pula dalam surat As-Syf ayat 6 “dan ingatlah ketika isa ibn Maryam berkata, “hai baniisrail sesunguhnya aku utusan allah kepadamu membenarkan kitab sebelum mu yaitu tauratdan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang setelahku.

 Di antara bait-bait indah dalam qasidah burdah juga terdapat sebuah baitnya yang menyiratkan pujian indah kepada nabi muahammad SAW sekaligus maka yang serupa dengan pembahasan di atas, “ia laksana matahari dan nabi-nabi sebagai gemintang. Bintang mengerdipkan mata di malam buta (selagi mentari belum menyinarkan cahaya).’

Adam As sangat menjaga nur nan agung itu, sehingga bila hendak mendekati Siti Hawwa, ia bersuci terlebih dahulu dan memakai wewangian, lalu memerintahkan Siti Hawwa untuk melakukan hal yang serupa, seraya mengatakan, “wahai istriku bersucilah dan pakai wewangian. Sesungguhnya sudah dekat saatnya nur Muhammad yang ada pada diriku akan berpindah pada dirimu.”

Sampai suatu hari nur tersebut berpindah dari diri Nabi Adam AS kepada Siti Hawwa. Lantaran nur tersebut, Siti Hawwa  pun terlihat semakin bertambah kecantikannya setiap hari. Wajahnya semakin bersinar dan berseri-seri.

Sejak saat itu, Adam AS tidak berhubungan dengan Siti Hawwa, demi memuliakan nur Muhammad yang berada dalam diri Siti Hawwa. Para malaikat pun senantiasa berduyun-duyun turun ke Bumi seraya  hanya untuk menghaturkan salam sejahtera dari Allah SWT kepada Nur Muhammad.

Setelah melahirkan 39 Putra dari 19 kali kehamilannya, dimana setiap kali melahirkan bayinya selalu kembar dua, laki-laki dan perempuan, akhirnya Siti Hawwa melahirkan Putera bungsunya yang diberi nama Syits, sebagai putranya yang ke-39 dan tidak memiliki saudara kembar. Dikatakan, makna Syits dalam hahasa Arab adalah Hibatullah, atau “anugerah Allah”.

Nabi Adam AS pun wafat, setelah usianya mencapai lebih dari 1.000 tahun. Sementara itu, Ibn Abbas RA menerangkan, “Tidaklah Adam AS wafat kecuali setelah ia melihat putranya dan putra dari putranya (cucunya) hingga berjumlah 40.000 orang. Ia wafat di India, di sebuah Gunung yang disebut Nuda. Ketika terjadi badai topan dan air bah di zaman Nuh AS, tabut makamnya dibawa di dalam kapal oleh Nabi Nuh AS. Setelah mereda air bahnya, Nabi Nuh AS memakamkannya di Baitul Maqdis (palesitna).” Sementara Siti Hawwa wafat setahun setelah wafatnya Nabi Adam AS. Jasadnya dimakamkan di Kota Jeddah.
Baiklah mungkin sekian artikel lengkap yang saya buat tentang Kisah Nabi Adam AS, lengkap ! semoga besar manfaat dan teruslah berkunjung ke situs saya untuk membaca kisah nabi lainnya dengan lengkap dan menarik.

Sebagai tambahan, saya sertakan kisah Qabil dan Habil. Berikut dibawah ini kisahnya:
Di bumi pasangan Adam dan Hawa bekerja keras mengembangkan keturunan. Keturunan pertama mereka ialah pasangan kembar Qabil dan Iqlima, kemudian pasangan kedua Habil dan Labuda. Setelah keempat anaknya dewasa, Adam mendapat petunjuk agar menikahkan keempat anaknya secara bersilangan, Qabil dengan Labuda, Habil dengan Iqlima.
Namun Qabil menolak karena Iqlima jauh lebih cantik dari Labuda. Adam kemudian menyerahkan persolan ini kepada Allah dan Allah memerintahkan kedua putra Adam untuk berkurban. Siapa yang kurbannya diterima, ialah yang berhak memilih jodohnya. Untuk kurban itu, Habil mengambil seekor kambing yang paling disayangi di antara hewan peliharaannya, sedang Qabil mengambil sekarung gandum yang paling jelek dari yang dimilikinya. Allah menerima kurban dari Habil, dengan demikian Habil lebih berhak menentukan pilihannya. Qabil sangat kecewa melihat kenyataan itu. Ia terpakasa menerima keputusan itu walau diam-diam hatinya tetap tidak mau menerima. Maka berlangsunglah pernikahan itu, Qabil dengan Labunda dan Habil dengan Iqlima.
Qabil berusaha memendam rasa kecewa dan sakit hatinya selama beberapa tahun, tetapi akhirnya ia tidak bisa menahan diri. Pada suatu hari Qabil mendatangi Habil yang berada di peternakannya. Iblis telah merasuki jiwanya. Pada saat Habil lengah, Qabil memukulnya dengan batu besar, tepat di kepala Habil. Habil pun mati. Sedang Qabil merasa kebingungan, ia tak tahu harus diapakan mayat saudaranya itu. Ia berjalan kesana kemari sambil membawa jenasah Habil. Ia merasa menyesal.
Allah memberi petunjuk kepada Qabil melalui sepasang burung gagak. Sepasang burung gagak yang hendak berbebut untuk mematuk mayat Habil. Kedua burung itu bertarung sampai salah satunya mati. Burung gagak yang masih hidup lalu menggali lubang dengan paruhnya, kemudian memasukkan gagak yang mati ke dalam lubang itu dan menguburnya. Sesudah mengubur mayat Habil, Qabil masih merasa sangat kebingungan. Ia tidak berani pulang, rasa berdosa telah membuatnya ketakutan sendiri. Akhirnya Qabil melarikan diri menuju hutan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 11:21:00 AM
Tags :

Related : Kisah Nabi Adam AS Lengkap

0 komentar: