Kisah Nabi Idris AS Lengkap

Kisah Nabi Idris AS Lengkap - Dikisahkan Nabi Idris terjebak dalam suatu masa dimana masa tersebut banyak Manusia yang melupakan Alloh SWT, sehingga Alloh SWT, menurunkan adzab kepada mereka dengan memberikan musim kemarau yang begitu lama dan panjang, Nabi Idris pun akhirnya meminta pertolongan dan memohon kepada Alloh SWT agar menghentikan hukuman tersebut. Akhirnya Alloh SWT, mengabulkan do’a dari Nabi Idris dan mengakhiri adzab bagi kaom yang durhaka itu, tidak lama kemudian turunlah hujan. Kisah lengkap dari Nabi Idris AS akan di bahas pada penjelasan berikut ini.

Kisah Nabi Idris AS Lengkap

Menurut ETIMOLOGI

Dalam Buku yang berjudul "Kisah Menakjubkan 25 Nabi", saya menemukan bahwa nama asli dari Nabi Idris itu adalah Khanukh (Akhnukh), nabi Idris dipanggil dengan nama idris itu karena ia senang sekali mempelajari mushaf-mushaf Nabi Adam AS, dan Nabi Syits AS.

Jika kita pelajari lebih dalam lagi, nama Idris itu berasal dari Bahasa Arab yaitu “darosa yudrisu darsan” namun disini yang menjadi kata yang diambil untuk nama idris itu dari fi’il amarnya yaitu lafad “idris” yang artinya belajarlah!!!. Maka dari itu sudah sepantasnya lah Nabi Idris suka mempelajari banyak hal, karena memang sudah di atur oleh Allah SWT, ia akan menjadi Nabi yang di kenal dengan kegemarannya belajar. Bahkan saking sukanya dia belajar, dia pun disebut-sebut sebagai manusia pertama yang menulis.

Nabi Idris juga terkenal dengan julukan “asadul asad” yang artinya singanya dari segala singa. Mengapa demikian? Karena kegagahannya yang tidak terkalahkan oleh apapun. Dikisahkan juga dari buku yang lain yang saya baca bahwa Nabi Idris juga diberi julukan “Harmasul Haramisah” yang artinya ialah ahlinya perbintangan.

Menurut GENEOLOGI

Nabi Idris merupakan keturunan yang ke – lima dari Nabi Adam AS, Nabi Idris hidup setelah 1000 tahun Nabi Adam wafat. Juga diceritakan dalam salahsatu kisah bahwa nabi idris hidup selama 308 tahun bersama Nabi Adam dalam Tafsir Ibn Katsir. Yaa. Memang mengundang kontroversial mengenai masalah ini, tapi kita tidak usah rebut dan mempermasalahkannya, ini hanyalah masalah waktu, yang kita pelajari kali ini adalah kisah Nabi Idris AS.

Kisah Nabi Idris AS

Berikutnya dikisahkan kembali bahwa Nabi Idris AS, diberi anugerah oleh Alloh SWT, dengan anugerah kepandaian dalam segala macam hal, salah satunya yang paling terkenal adalah Nabi Idris AS, diberi disiplin dalam ilmu dan kemahirannya, serta juga mampu untuk menyiptakan segal macam alat-alat untuk mempermudah dalam pekerjaannya. 

Nabi idris juga terkenal sebagai nabi yang pertama kali mengenal tulisan dan menguasai tidak kurang dari 72 bahasa di Dunia ini. Yang terkenal juga Nabi Idris AS, ini mempunyai keahlian dalam bidang penghitungan, kimia, dan bidang Astronomi juga Ilmu alamnya yang luar biasa dia kuasai sebagai bukti salahsatu Mu’jizat dari Alloh SWT.

Dalam salah satu kitab tafsir karangan Ibnu Ishaq, Nabi Idris AS, adalah manusia pertama yang memegang pena dan mengenal pena, membuat baju, menjahit baju dan yang pertama kali memakai baju, juga merupakan manusia yang sangat mengerti masalah di bidang Medis atau pun kedokteran.

Nabi Idris diberi wahyu sebanyak 30 Suhuf, dan dia hidup lema 350 tahun, atau ad yang mengatakan 365 tahun. Setelah itu Alloh SWT, mengangkatnya ke langit, sebelum diangkat ke langit, sembagaimanaia telah menerima wasiat dari orangtuanya dulu, ia mewasiatkan hal yang sama yaitu menurunkan Nur Muhammad pada puteranya yang terpilih untuk di jag dan di pelihara dengan sebaik-baiknya.

Dikisahkan Nabi Idris terjebak dalam suatu masa dimana masa tersebut banyak Manusia yang melupakan Alloh SWT, sehingga Alloh SWT, menurunkan adzab kepada mereka dengan memberikan musim kemarau yang begitu lama dan panjang, Nabi Idris pun akhirnya meminta pertolongan dan memohon kepada Alloh SWT agar menghentikan hukuman tersebut. Akhirnya Alloh SWT, mengabulkan do’a dari Nabi Idris dan mengakhiri adzab bagi kaom yang durhaka itu, tidak lama kemudian turunlah hujan.

Nabi Idris AS, dikisahkan hidup dan bermukim di Mesir dimana ia berdakwah untuk menegakkan Agama Islam dan mengajarkan pelajaran Tauhid pada umatnya, lalu Nabi Idris akhirnya di angkat ke Langit dengan pembuktian sebagai manusia pilihan Allah. Ada yang menyebutkan pula bahwa Nabi Idris itu meninggal atau wafat di langit yang ke empat ditemani oleh para Malaikat. Tapi, wallohu a’lamu bissowabi !

Disebutkan juga dalam sebuah hadits yang menjelaskan bahwa Nabi Idris adalah Nabi yang pertama kali berbicara dengan Nabi Muhammad SAW ketika peristiwa Mi’roj, kala itu nabi Muhammad SAW, telah di angkat ke langit dan ditemani oleh Malaikat Jibril yang setia padanya, sesampainya di langit Nabi Muhammad melihat seorang laki-laki dan bertanya pada Malaikat Jibril,  “wahai Jibril siapakah ini?” Malaikat pun menjawab, “inilah dia Nabi Idris”.

Nabi Idris AS banyak yang menyebutntya sebagai ahli dalam menjahit, keterangan ini saya dapatkan berdassarkan dari hadits Rosulullah SAW, yang berbunyi, “Nabi Dawud adalah seorang pembuat perisai, Nabi Adam adalah seorang petani, Nabi Nuh adalah seorang tukang Kayu, Nabi Idris adalah seorang Penjahit dan Nabi Musa adalah seorang penggembala.” (H.R. AL-HAKIM).

Kisah Nabi Idris AS, bersama Malaikat Izroil
Dalam kitab Durrotunnasihin, diceritakan kisah Nabi Idris dengan Malaikat maut yaitu Malaikat Izroil. Dimana disana dikisahkan bahwa setiap harinya nabi Idris AS dan Malaikat Maut selalu melaksanakan ibadah bersama, namun pada suatu ketika Nabi Idris tiba-tiba mengajukan permintaan kepada Malaikat Izroil, “wahai Izroil, bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?” 

Kemudian malaikat izroil menjawab dengan agak aneh seraya membalikan pertanyaan pada Nabi Idris, “Wahai Nabiullah, mengapa engkau mengajukan permintaan yang sangat aneh sekali?”, kemudian Nabi Idris AS, pun menjawab, “aku ingin berda’wah pada umatku, bagaimana aku tahu surga dan neraka sementara aku belum pernah kesana?”, akhirnya dengan heran Malaikat pun meminta izin dari Alloh SWT, dan di kabulkanlah permintaan Nabi Adam AS, oleh Alloh SWT, kemudian langsung membawa Nabi Idris ketempat dimana yang ia minta tadi.

Dikisahkan pula dalam kisah Nabi Idris AS ini bahwa ketika tempat pertama yang di perlihatkan adalah Neraka, namun sebelumnya Malaikat Izroil menjelaskan bahwa jika ingin melihat surga dan neraka haruslah meninggal dunia terlebih dahulu, akhirnya Nabi Idris AS, pun tetap menyetujuinya, dan langsung lah dicabut terlebih dahulu Ruhnya Nabi Idris AS, oleh Malaikat Maut.

Sesampainya ditempat pertama yaitu neraka, Nabi Idris AS, baru saja jarak agak dekat dengan Neraka langsung pingsan, karena Nabi Idris AS, melihat sosok dari Sang Malaikat Penjaga Pintu Neraka yang tiada lain adalah malaikat Zabaniyah atau sering di sebut Malaikat Malik, yang tugasnya itu menyiksa manusia yang durhaka yang ada di dalam Neraka, juga menyeret manusia yang tidak berbuat to’at pada Alloh SWT, semasa hidupnya.

Akhirnya, Nabi Idris pun sadar kembali dan tidak ingin melihatnya lagi, karena menurut keterangan dari para ulama, tidak ada lagi yang lebih mengerikan dari Api Neraka. Nabi Idris AS, malihat kobaran api yang sangat teramat sangat dahsyat juga siksaan yang begitu terlihiat pedih sepedih-pedihnya.

Lalu Nabi Idris AS pun pergi jauh dari Neraka dengan badan yang lemas dan lelah sekali karena melihat kobaran api neraka yang dahsyat. Selanjutnya Malaikat Izroil pun membawa Nabi Idris AS, ke Surga, sebelum masuk Malaikat Izroil pun mengucapkan salam kepada Malaikat Ridwan sang juru kunci surga. 

Dikatakan bahwa berbeda sekali malaikat ridwan dan malaikat malik itu, karena malaikat malik memiliki paras yang sangat teramat mengerikan dan menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya, sedangkan malaikat ridwan memiliki paras yang amat teramat tampan dan sangat ni’mat di pandang bagi siapa saja yang memandangnya. Juga dikatakan bahwa malaikat Ridwan sangatlah sopan dan santun dengan wajah berseri-seri selalu mempersilahkan para penghuni surganya Alloh SWT, ketika akan memasuki wilayah surga yang penuh dengan ni’mat serta rahmat dari Allah SWT. 


Apa yang terjadi dengan Nabi Idris ketika melihat Surga? Akhirnya dia pingsan kembali, namun pingsannya bukan karena merasa takut tapi Karena saking takjub nya hati ketika melihat keindahan surga yang tiada bandingannya. Nabi Idris mengucapkan lafad, “subhanalloh, subhanalloh, subhanalloh” dengan berkali-kali karena sangat terpukau dengna segala sesuatu yang ada di dalam surganya Alloh SWT.

Cerita Nabi Idris pun dilanjutkan kembali dengan berjalan-jalan di surga merasakan keni’matan surga, kemudian dilihatnya sungai dengan air yang mengalir seperti kaca, dan di pinggir sungat tersebut ada begitu banyak pohon-pohon yang bagian batangnya terbuat dari emas dan perak. Dan juga Nabi Idris melihat sungat yang warna – warni rasa dan rupanya, ternya disana adalah Telaga KAUTSAR, telaga milik Nabi Muhammad SAW, yang terdapat 4 rasa yang mengalir tiada henti, diantaranya yaitu minuman khomr, madu, susu dan air bening biasa. 

Siapapun yang meminum air dari sana maka tidak akan dapat haus selamanya. Dilihatnya pula oleh Nabi Idris setiap Istana megah nan gemerlap untuk para penghuni surganya Alloh SWT, juga di setiap penjuru pepohonan terdapat buah-buahan yang begittu sangat segar dan ranum serta harum sekali baunya.

Nabi Idris diberi kesempata oleh Alloh SWT, untuk berkeliling di surge, dan ia pun di damping oleh para pelayan surga. Para pelayan surga itu merupakan para bidadari yang amat cantik jelita dan para anak muda yang amat tampan perkasa, perlakuan yang mereka lihatkan sangatlah mencerminkan perlakuan ahli surga yaitu sopan santun dan ramah ketika melayani para penghuni surga. 

Nabi Idris tiba-tiba merasa haus dan ingin meminum air dari sungai surga yang kelihatan sangat ni’mat bila di minum, dan ia pun meminta ijin terlebih dahulu pada malaikat, “wahai Malaikatnya Alloh, boleh kah aku meminum air ini? Kelihatannya airnya begitu sejuk dan sangat segar sekali”, dengan langsungnya malaikat izroil mempersilahkan nabi idris AS untuk minum air dari surga itu, “silahkanlah minum air itu, inilah minuman para ahli surga”. Para pelayan surga pun dating dengan membawakan satu gelas yang berisi minuman dari sungai surga yang gelasnya terbuat dari emas dan perak, kemudian nabi Idris meminum air itu dengan sangat ni’mat sekali.

bersyukur diberi kesempatan bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak.  Minuman yang selezat itu tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ucapan hamdalah berkali-kali pun terucap dari mulutnya ”Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah”

Setelah nabi idris puas melihat surga, akhirnya tiba jug waktu baginya untuk meninggalkan surga dan kembali lagi ke bumi. Namun ia tidak mau kembali lagi ke bumi. Hatinya sudah terpikat oleh keindahan dan kenikmatan surga milik Allah yang maha kuasa.

Nabi idris as pun berkata ”Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kimata nanti,” Malaikat izroil pun menjawab ”Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah dihisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang beriman lainnya,” Namun Allah merupakan Tuhan Yang Maha pengasih, terutama kebada Nabi-Nya. Allah pun mengkaruniakan sebuah tempat yang begitu mulia di langit sana, dan nabi idris merupakan satu-satunya nabi yang tinggal di surga tanpa mengalami kematian.

Ketika dibawa ke tempat mulia itu, saat itu nabi idris baru berusia 82 tahun. cerita nabi idris Ada 4 ayat dalam Al Qur an yang berhubungan dengan kisah Nabi Idris as, ayat-ayat tersebut saling terhubungan di dalam surah maryam dan surah Al-Anbiya’. ”dan ceritakanlah (hai muhammad kepada mereka, kisah) Idris yang terdapat tersebut di dalam Al Qur an. Sesungguhnya ia merupakan orang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi (Qs. 19 : 56 – 57).

”Dan (ingatlah kisah) ismail, idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang sabar.” (Qs. 21 : 85 – 86).

Semoga cerita nabi idris di atas bisa kita ambil hikmahnya, semakin meyakini adanya surga dan neraka. Meningkatkan iman dan takwa kita agar diizinka masuk surga, menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan Allah agar tidak terkena siksa api neraka. Aamiin.

Nabi Idris AS, Pakar Ilmu Perbintangan (Astronomi)
Bangsa Sumeria kuno (4500-1700 SM) dikenal sebagai bangsa yang memiliki peradaban tertinggi dan tertua di dunia. Berbagai macam bangunan dan kebudayaan lahir dari wilayah ini. Salah satunya Taman Gantung (Hanging Garden) di Babilonia.

Nabi Idris AS, selain dikenal sebagai manusia pertama yang menulis dengan pena, juga dikenal sebagai orang yang pertama kali menggunakan bintang sebagai petunjuk arah, waktu bercocok tanam, memperkirakan kondisi cuaca, dan lain sebagainya. Ia juga merupakan manusia pertama yang mnejahit pakaian.

Menurut sebuah riwayat, bangsa Sumeria telah mempelajari ilmu perbintangan untuk mengetahui masa bercocok tanam yang baik. Misalnya, rasi bintang Taurus yang dipercaya sebagai masa awal musim semi dan cocok untuk menanam, sedangkan rasi bintang Virgo dipergunakan sebagai saat tepat untuk memanen.

Bangsa Sumeria kuno (Irak –sekarang) juga dikenal sebagai bangsa pertama yang membuat pembagian bulan dalam setahun menjadi 12 bulan (zodiak) sekaligus membaginya dalam tabel. Selama ini banyak yang beranggapan bangsa Yunani sebagai penemu atau bangsa yang membagi jumlah bilangan bulan dalam setahun. Dalam Alquran telah dijelaskan tentang pembagian bulan dalam setahun, yaitu sebanyak 12 bulan (surah At-Taubah[9]: 36).

Dalam dunia modern, ilmu astronomi atau perbintangan baru ditemukan oleh Nicolas Copernicus (1473-1543 M). ia mengemukakan, bumi berputar pada porosnya, bulan berputar mengelilingi matahari dan bumi, serta planet-planet lain semua beredar mengelilingi matahari.

Salah seorang tokoh muslim yang dikenal sebagai ahli astronomi adalah Abu Raihan Muhammad bin Ahmad al-Biruni (973-1041 M). ia lebih dahulu mengemukakan teori dan ilmu perbintangan sebelum Nicolas Copernicus, yang mengemukakannya 400 tahun kemudian. Ia menulis sebuah buku tentang teori ilmu perbintangan yang dipersembahkan pada Sultan Mas’ud dari Ghazna dengan judul Al-Jamahir fi Ma’rifati al-Jawahir.

Nasihat dari Nabi Idris AS
Nabi Idris as mempunyai beberarapa nasihat dan untaian kata mutiara, antara lain sebagai
berikut :

Kesabaran yang disertai iman kepada Allah (akan) membawa kemenangan, orang yang bahagia adalah orang yang waspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal salehnya, Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa, maka ikhlaskanlah niatmu. Demikian pula (untuk) puasa dan salatmu, janganlah bersumpah palsu dan janganlah menutup-nutupi sumpah palsu supaya kamu idak ikut berdosa, Taatlah kepada rajamu dan tundukklah kepada pembesarmu serta penuhilah selalu mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.

Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya karema mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya. Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya. Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya, seorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperoleh itu.

Nasihat yang rinci nya saya berikan sebagai berikut:
•Kesabaran yang disertai iman kepada Allah (akan) membawa kemenangan.
•Orang yang bahagia adalah orang yang waspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal salehnya.
•Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa, maka ikhlaskanlah niatmu. Demikian pula (untuk) puasa dan salatmu.
•Janganlah bersumpah palsu dan janganlah menutup-nutupi sumpah palsu supaya kamu tidak ikut berdosa.
•Taatlah kepada rajamu dan tunduklah kepada pembesarmu serta penuhilah selalu mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
•Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.
•Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
•Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya, seseorang tidak dapat bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehnya itu.
Kisah Nabi Idris AS Lengkap Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Desuci Lestari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar