Tuesday, September 6, 2016

Pengertian Demokrasi Liberal

Pengertian Demokrasi Liberal (Demokrasi Konstitusional) - Demokrasi liberal (atau dikenal dengan Demokrasi Konstitusional) adalah suatu Sistem Politik yang menganut kebebasan individu. Jika dilihat dari sisi konstitusional Demokrasi Liberal adalah hak yang diberikan kepada individu dari Pemerintah.

Dalam Ensiklopedia Indonesia, Pengertian Demokrasi liberal (atau demokrasi konstitusionnal) yaitu Satu Sistem Politik yang menganut kebebasan dari Individu. Jika secara Konstitusionnal yaitu hak-hak individu dari kekuasaan pemerintah. Dalam demokrasi liberal, keputusan mayoritas (dari perwakilan ataupun langsung) dijalankan pada hampir sebagian besar dibidang-bidang kebijakan Pemerintah yang tunduk pada pembatasan. Dengan tujuan supaya Pemerintah tidak melanggar aturan kemerdekaan dan tetap memberikan Hak pada individu.


Pengertian Demokrasi Liberal

Ada yang berpendapat bahwa Pengertian dari Demokrasi Liberal adalah suatu sistem politik yang menjalankan sistem kebebasan Individual. Demokrasi liberal ini memberikan kebebasan sepenuhnya kepada individu. Dalam demokrasi liberal, keputusan dari Perwakilan atau langsung diberlakukan untuk sebagian besar bidang kebijakan Pemerintah yang patuh pada pembatasan supaya keputusan Pemerintah tidak melanggar Kemerdekaan dan Hak dari Individu seperti yang tercantum dalam konstitusi. Demokrasi liberal ini dijalankan untuk menjelaskan Sistem Politik dan Demokrasi Barat di Negara Amerika Serikat, Britania Raya, dan di Kanada, Britania Raya. Adapun Konstitusi yang digunakan dapat berupa Republik, Sistem Semipresidensial ataupun Sistem Parlementer.

Demokrasi liberal atau demokrasi barat banyak yang menganggap sebagai Demokrasi komunis. Pernyataan itu bisa dibenarkan hanya pada dua pandangan sisi berikut:

1.Secara teori dua jenis bentuk Demokrasi ini memiliki teori, pandangan  hidup, asumsi, pola kekuasaan dan bentuk lembaga-lembaga Sosial Politik yang tidak hanya bertentangan namun sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya.

2.Adanya Pertikaian dan kompetisi terus menerus antara kedua Demokrasi tersebut. Terutama ketika terjadi Perang Dunia I, yang mana sejarah pun berkata membenarkan kejadian pertikaian tersebut.

Demokrasi liberal (demokrasi barat) mempunyai akar-akar Doktrinal dalam Liberalisme menurut Rousseau, John Locke, Stuarl Mill, Jeremy Bentham dan lain-lain. Oleh karenanya, untuk lebih memahami pengertian Demokrasi Liberal sangat diperlukan pentelaahan terhadap liberalisme, Kehidupan Politik serta Prinsip-prinsip Politik. Kriteria tersebut merupakan salahsatu syarat dalam prinsip pokok dalam Demokrasi Liberal.

Perkembangan Demokrasi liberal terkait sangatlah erat hubungannya dengan Perkembangan Kapitalisme. Pengertian Demokrasi Liberal dari pandangan Macpherson akan bertumbuhkembang ditengah masyarakat yang tingkat kapitalisme-nya sangat tinggi. Dalam kata yang lain perkembangan suatu Demokrasi Liberal dengan perkembangan Kpitalisme hanya akan ada di tengah masyarakat kapitalis. Demokrasi Liberal menurut Macpherson yaitu:

“Demokrasi Liberal akan dapat kita temui/lihat di tengah Negara yang sistem perekonomiannya didominasi oleh usaha dari kapitalis, dengan sedikit pengecualian yang hanya bersifat sementara, pasti setiap Negara Kapitalis mereka menganut Demokrasi sistem Liberal“


Melihat pengertian Demokrasi Liberal menurut tokoh/pakar Politik seperti Macpherson didasari oleh Liberalisme. Jadi, jika suatu Negara memakai sistem Demokrasi Liberal secara dari kapitalisme maka harus bersifat liberal pada mulanya, baru kemudian Demokratis. Karena dalam pandangan Macpherson, Negara Demokrasi Liberal di Barat telah melewati proses Liberalisasi terlebih dulu, lalu baru mereka mengalami proses Demokratisasi. Nilai Liberalisme telah dilaksanakan terlebih dulu sebelum nilai demokrasi ditanamkan pada Masyarakatnya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 6:01:00 PM
Tags :

Related : Pengertian Demokrasi Liberal

0 komentar: