Thursday, September 1, 2016

Pengertian Hukum, Tujuan Hukum dan Unsur Hukum

Pengertian Hukum, Tujuan Hukum dan Unsur Hukum - Kehidupan manusia pada bermasyarakat, selain diatur sang aturan pula diatur sang norma-istiadat agama, kesusilaan, serta kesopanan, serta kaidah-kaidah lainnya. Kaidah-kaidah sosial itu mengikat pada arti dipatuhi oleh anggota masyarakat di mana kaidah itu berlaku.

Hubungan antara hukum serta kaidah-kaidah sosial lainnya itu saling mengisi. Adalah kaidah sosial mengatur kehidupan manusia dalam warga dalam hal-hal hukum tidak mengaturnya. Selain saling mengisi, jua saling memperkuat. Suatu kaidah aturan, misalnya "kamu tidak boleh membunuh" diperkuat oleh kaidah sosial lainnya.

Baca juga : Pengertian Norma dan Macamnya

Pengertian Hukum, Tujuan Hukum dan Unsur Hukum
 
Kaidah kepercayaan, kesusilaan, serta norma juga berisi suruhan yg sama. Dengan demikian, tanpa adanya kaidah aturan juga pada rakyat telah ada larangan membunuh sesamanya. Hal yang sama pula berlaku untuk pencurian, penipuan, dan  lain-lain pelanggaran hukum.

Korelasi antara istiadat kepercayaan, kesusilaan, kesopanan dan aturan yang tak bisa dipisahkan itu dibedakan karena masing-masing mempunyai asal yang berlainan.  Norma agama bersumber dari agama terhadap TUHAN Maha Esa. Norma kesusilaan berasal dari suara hati (manusia kamil). Norma kesopanan Sumbernya keyakinan rakyat yang bersangkutan serta norma aturan berasal dari hukum perundang-undangan.

Baca juga : Macam macam norma

Pengertian Hukum

Hukum artinya himpunan petunjuk hidup (perintah- perintah serta larangan-embargo) yang mengatur rapikan tertib pada warga  yg seharusnya ditaati sang seluruh anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pelanggaran petunjuk hayati tersebut dapat menyebabkan tindakan oleh pemerintah/ penguasa.

Norma yang berlaku dalam kehidupanbermasyarakat, berbangsa, dan  bernegara
Untuk lebih memudahkan batasan pengertian aturan, perlu kalian ketahui unsur-unsur dan ciri-ciri aturan, yaitu:

Unsur-unsur hukum

1. Hukum tentang tingkah laku pada pergaulan warga ;
2. Hukum itu diadakan oleh badan-badan resmi yg berwajib;
3. Hukum itu di umumnya bersifat memaksa, dan
4. Hukuman terhadap pelanggaran hukum tersebut dengan tegas.

Ciri-ciri hukum

1. Adanya perintah dan /atau embargo
2. Perintah serta/atau embargo itu harus ditaati setiap orang.

Tujuan hukum

Secara awam tujuan hukum dirumuskan sebagai berikut:
a. Buat mengatur tata tertib warga  secara tenang dan  adil.
b. Buat menjaga kepentingan tiap manusia supaya kepentingan itu tak bisa diganggu.
c. Buat mengklaim adanya kepastian hukum pada pergaulan manusia.

Kalian bisa bayangkan, bagaimana jika dalam bangsa dan negara tidak ada atau tidak berlaku aturan. Apa yg akan terjadi? Hukum sangat krusial bagi setiap orang dalam kehidupan bermasyarakat dan  bernegara. Pertanyaan mengenai apa fungsi hukum itu dapat dikembalikan pada pertanyaan dasar : 

Apakah tujuan hukum itu ?

Tujuan hukum adalah terciptanya ketertiban dalam rakyat. Ketertiban merupakan tujuan utama dari hukum. Ketertiban merupakan kondisi   utama (mendasar) bagi adanya suatu warga  insan pada manapun jua.

Untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat diperlukan adanya kepastian hukum dalam pergaulan antar insan pada rakyat. Tanpa kepastian hukum serta ketertiban warga , manusia tidak mungkin menyebarkan talenta-bakat serta kemampuan yang diberikan tuhan kepadanya secara optimal.

Dengan demikian, tujuan hukum merupakan terpelihara serta terjaminnya kepastian serta ketertiban. Selain itu, berdasarkan Mochtar Kusumaatmadja, tujuan lain asal hukum merupakan tercapainya keadilan. Tetapi, keadilan itu tak jarang dipahami secara bhineka isi dan  ukurannya, dari warga  serta zamannya.

Pembagian hukum

Hukum menurut bentuknya dibedakan antara hukum tertulis dan hukum tidak tertulis. Hukum Tertulis, yaitu hukum yg dicantumkan dalam berbagai hukum perundangan. Sedangkan hukum tidak Tertulis, yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan  pada rakyat tetapi tidak tertulis (diklaim aturan norma).

Apabila dilihat menurut isinya, hukum dapat dibagi dalam hukum Privat dan  hukum Publik. Hukum Privat (hukum Sipil), yaitu hukum yang mengatur korelasi- korelasi antara orang yg satu dengan orang yg lain, menggunakan menitik beratkan kepada kepentingan perseorangan, misal hukum Perdata. Adapun Hukum Publik (aturan Negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara Negara dengan indera-alat perlengkapan atau hubungan antara Negara menggunakan perseorangan (masyarakat negara).

Aturan Hukum

Aturan hukum terdiri dari :
1. Hukum Tata  Negara,  yaitu hukum yang mengatur bentuk dan  susunan pemerintahan suatu negara serta hubungan kekuasaan antara alat-alat perlengkapannya satu sama lain, serta hubungan antara Negara (Pemerintah pusat) menggunakan bagian-bagian negara (wilayah daerah swantantra).

2. Hukum Administrasi Negara (aturan tata usaha Negara atau hukum rapikan Pemerintahan), yaitu aturan yg mengatur cara-cara menjalankan tugas (hak dan  kewajiban) asal kekuasaan alat-alat perlengkapan negara.

3. Hukum Pidana ( Pidana = eksekusi), yaitu aturan yang mengatur perbuatan-perbuatan apa yg tidak boleh dan  memberikan pidana pada siapa yang melanggarnya dan mengatur bagaimana cara-cara mengajukan masalah-kasus ke muka pengadilan.

4. Hukum Internasional yang terdiri asal hukum Perdata Internasional dan aturan Publik Internasional. Aturan Perdata Internasional, yaitu hukum yg mengatur hubungan-aturan antara warga  negara rakyat negara sesuatu bangsa dengan warga negara masyarakat negara asal negara lain dalam hubungan internasional.

5. Hukum Publik Internasional (aturan Antara Negara), yaitu aturan yang mengatur korelasi antara negara yg satu dengan negara-negara yg lain dalam hubungan internasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 5:52:00 AM
Tags :

Related : Pengertian Hukum, Tujuan Hukum dan Unsur Hukum

0 komentar:

Post a Comment