Tuesday, September 6, 2016

Sejarah Internet Di Indonesia Lengkap

Sejarah Internet Di Indonesia Lengkap - Sejarah internet Indonesia bermula di awal tahun 1990-an. Waktu itu, jaringan Internet di negara Indonesia lebih dikenal sebagai Paguyuban Network. M. Samik-Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, Onno W. Purbo artinya sejumlah nama legendaris pada awal pembangunan Internet Indonesia (tahun 1992 hingga 1994). Masing-masing telah menyumbangkan keahliannya dan juga dedikasinya pada menciptakan jaringan personal komputer atau PC dan Internet yang ada di Indonesia.

sejarah internet di indonesia lengkap sejarah internet di indonesia secara singkat sejarah internet di dunia sejarah internet dan perkembangannya perkembangan internet di indonesia sejarah internet di dunia dan indonesia rangkuman sejarah internet di indonesia makalah sejarah internet di indonesia

Sejarah Internet Di Indonesia

Tulisan-tulisan pena pertama mengenai Internet di Indonesia terinspirasi oleh sebuah kegiatan amatir radio pada tahun 1986, khususnya di studio Amatir Radio Club (ARC) ITB. Hanya bermodalkan pesawat radio pemancar Single Side Band disingkat SSB Amatir Radio Kenwood TS430 miliknya Harya Sudirapratama (YC1HCE) dan personal komputer atau PC Apple II miliknya Onno W. Purbo (YC1DAV), belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), serta tak ketinggalan Suryono Adisoemarta (N5SNN) berguru kepada para senior amatir radio seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Alm. Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV) melalui band amatir radio 40 m atau 7 MHz. Mereka mulai mendiskusikan teknik menciptakan jaringan komputer dengan radio menggunakan teknologi radio paket.

Robby Soebiakto yg waktu itu bekerja di sebuah perusahaan yaitu PT. USI IBM Jakarta dan dia adalah ahli di antara para amatir radio di Indonesia, khususnya pada bidang komunikasi data packet switching melalui radio yang dikenal menjadi radio paket. Teknologi radio paket TCP/IP untuk Internet lalu diadopsikan oleh rekan-rekan Robby Soebiakto pada BPPT, LAPAN, UI, dan  ITB yg akhirnya menjadi tumpuan PaguyubanNet antara tahun 1992 sampai tahun 1994.

Sejarah Internet Di Indonesia 1998

Pada tahun 1988, melalui surat eksklusif, Robby Soebiakto meminta Onno W. Purbo yang saat itu berada di Hamilton, Ontario, Kanada diminta untuk mendalami teknik jaringan Internet yang berbasis protokol TCP/IP. Robby Soebiakto meyakinkan Onno W. Purbo bahwa  masa depan teknologi jaringan personal komputer di global akan berbasis di protokol TCP/IP. Hal ini yg pada kemudian menjadi pemicu akan penulisan buku-buku jaringan personal komputer Internet berbasis TCP/IP oleh Onno W. Purbo maupun rekan-rekan penulis lainnya yang ada Indonesia.

Robby Soebiakto pula menjadi koordinator alamat IP pertama berasal AMPR-net (Amatir Packet  Radio  Network) yg di Internet dikenal menggunakan domain AMPR.ORG serta IP 44.132. AMPR-net Indonesia kemudian dikoordinir oleh Onno W. Purbo di tahun 2000. Aktivitas AMPR-net salahsatu nya adalah mengkoordinasi aktifitas anggota ORARI melalui mailing list ORARI, orari-news@yahoogroups.Com.

Baca juga Sejarah Internet

Di awal perkembangan jaringan paket radio di negara Indonesia, Robby Soebiakto adalah salahsatu pionir pada kalangan amatir radio Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System yang disingkat menjadi BBS. BBS adlah jaringan surat elektronik e-mail yang merelai e mail supaya dikirim melalui server/komputer BBS yang mengkaitkan poly "server" BBS amatir radio seluruh global supaya e-mail bisa berjalan dengan sangat lancar.

Komunikasi yang di lakukan oleh Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada bersama rekan-rekan amatir radio di Indonesia terus berlanjut sampai awal 1990an. Menggunakan alat-alat PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia dan Kanada dilakukan melalui jaringan amatir radio. Robby Soebiakto berhasil menciptakan gateway amatir satelit di rumahnya pada kawasan Cinere. Dengan menggunakan bantuan satelit-satelit OSCAR milik amatir radio, komunikasi lebih antara Indonesia dan Kanada berjalan cepat. Pengetahuan secara perlahan ditransfer serta berkembang melalui jaringan amatir radio ini.

Sejarah Internet Di Indonesia 1992-1993

Di tahun 1992-1993, Muhammad Ihsan, seseorang peneliti di LAPAN Ranca Bungur yang di tahun 1990-an menggunakan pimpinannya mak Adrianti menjalin sebuah kerjasama dengan sebuah lembaga penelitian antariksa Jerman DLR mencoba berbagi jaringan PC atau personal komputer  menggunakan teknologi radio paket pada band 70 cm serta dua m. Setelah itu, Muhammad Ihsan menjadi motor penggerak di LAPAN untuk menciptakan sekaligus mengoperasikan satelit buatan LAPAN Indonesia yang dikenal sebagai LAPAN TUBSAT maupun INASAT.

Jaringan LAPAN dikenal juga sebagai JASIPAKTA serta didukung dengan DLR. Muhammad Ihsan mengoperasikan relai penghubung antara ITB Bandung menggunakan gateway Internet yang ada pada BPPT. Di BPPT, Firman Siregar mengoperasikan gateway radio paket yang bekerja pada band 70 centimeter. PC 386 sederhana yg menjalankan acara NOS di atas sistem operasi DOS dipergunakan menjadi gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya.

Sejarah Internet Di Indonesia 1994
Tanggal tanggal 7 Juni 1994, Randy Bush berasal dari negara Portland, Oregon, Amerika serikat melakukan ping ke IPTEKNET lalu melaporkan hasilnya pada rekan-rekannya yang ada di Natonal Science Foundation (NSF) Amerika serikat. Pada laporan Randy Bush tersebut tertera waktu yg diharapkan untuk "ping" pertama dari Indonesia ke Amerika, yaitu lebih kurang 750 mili dtk melalui jaringan leased line yang berkecepatan 64 Kbps.

Nama lain yg tidak kalah berjasa ialah Pak Putu. Beliau membuatkan PUSDATA DEPRIN di masa kepemimpinan Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo sekaligus menjalankan BBS pusdata.Dprin.Go.Id. Pada masa awal perkembangan BBS, Pak Putu berjasa mempopulerkan penggunaan e-mail, khususnya di Jakarta. Aktivitas Pak Putu banyak didukung oleh Menteri Perindustrian Tungki Ariwibowo yg sangat menyukai personal komputer  serta Internet. Pak Tungki ialah menteri pertama Indonesia yg menjawab e-mail sendiri.

Pada akhir tahun 1992, Suryono Adisoemarta kembali ke negara Indonesia. Kesempatan itu tidak dilewatkan sang anggota Amatir Radio Club (ARC) ITB seperti, Aulia K. Arief, Arman Hazairin, Basuki Suhardiman yg didukung Adi Indrayanto untuk mencoba menyebarkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat sekaligus bermodalkan PC 286 bekas, ITB juga turut bergerak pada jaringan PaguyubanNet. Institusi lain mirip UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN yang lebih dahulu terhubung ke jaringan Internet memiliki fasilitas yg jauh lebih baik daripada ITB. Pada ITB, modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) artinya alat-alat pinjaman berasal Muhammad Ihsan dari LAPAN.

Baca juga : Jaringan Komputer

Waktu masih menempuh studi di University of Texas di Austin, Texas, Suryono Adisoemarta menyambungkan TCP/IP Amatir Radio Austin ke gateway Internet untuk pertama kalinya pada gedung Chemical and Petroleum Engineering University of Texas, Amerika perkumpulan. Semenjak waktu itu, komunitas Amatir Radio TCP/IP Austin Texas tersambung ke jaringan TCP/IP di seluruh belahan dunia. Pengetahuan inilah yang kemudian diterapkan Suryono Adisoemarta ketika mengembangkan radio paket di ITB. Suryono Adisoemarta yg kemudian hari menyandang nama panggilan YD0NXX sebagai motor penggerak teknologi satelit Amatir Radio maupun teknologi Amateur Packet Reporting System (APRS) yg memungkinkan kita untuk melihat posisi-posisi stasiun amatir radio di peta  di Internet yang bisa ditinjau pada situs http://aprs.Fi.

Bermula dari teknologi radio paket kecepatan rendah 1200 bps, ITB  lalu memperoleh sambungan leased line 14.4 Kbps ke RISTI Telkom menjadi bagian asal IPTEKNET pada tahun 1995. Akses Internet permanen diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lainnya khususnya pada PaguyubanNet.


Sejarah Internet Di Indonesia 1996
September 1996 adalah tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5M bps ke Jepang yang terus ditambah menggunakan sambungan ke TelkomNet & IIX sebanyak 2 Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting dalam jaringan pendidikan di Indonesia yg menamakan dirinya AI3 Indonesia yg mengkaitkan lebih asal 25 forum pendidikan pada Indonesia di tahun 1997-1998.

Jaringan pendidikan menjadi lebih marak di saat naskah kita ini di tulis, dengan adanya JARDIKNAS dan  melekat yang dioperasikan sang DIKNAS dan mengkaitkan sekitar 15.000 lebih sekolah Indonesia ke Internet yg akan menjadi media untuk mencerdaskan bangsa Indonesia agar bisa berkompetisi di era globalisasi mendatang.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12:42:00 PM
Tags :

Related : Sejarah Internet Di Indonesia Lengkap

0 komentar: