Monday, October 3, 2016

Bacaan Sholat Margib paling Lengkap

Bacaan Sholat Magrib Sangat Lengkap -  Sholat Magrib Adalah sholat yang dilakukan kala terbenamnya mata hari di sebelah barat. Ini menandakan bahwa harusnya dan wajibnya kita sholat ketika waktu tersebut. Sholat magrib ini dilakukan sebanyak 3 roka’at. Bisa dilakukan dengan berjama’ah bisa juga munfarid (sendiri-sendiri), namun alangkah baiknya kita lakukan dengan berjama’ah, karena pahala bagi orang yang berjamaah jauh bandingannya dengan orang yang sholat sendiri, yaitu sebanyak 27 berbanding 1.

Baiklah, pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan ilmu tentang bacaan sholat magrib lengkap dengan tatacaranya.

Panduan sholat lengkap


Ketika seseorang akan melaksanakan sholat magrib, maka ikuti langkah-langkah saya dari awal sampai akhir. Sebagai berikut:

1. Niat
Jika seseorang bermaksud untuk melaksanakan sholat, maka wajiblah menyertakannya dengan niat dalam hati. Niat ini bertujuan untuk menentukan shoalt apakah kita, seperti sholat fardhu magrib yang kali ini menjadi pembahasan saya. Berikut niat kita melakukan sholat magrib ini:

اُصَلّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى 
Ditulis dalam latin:
USHOLLII FARDHOL MAGHRIBI TSALAATSA RAKA'AATIM MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA-AN MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya:
“Aku berniat sholat fardhu magrib tiga roka’at menghadap kiblat sebagai ma’mum Ikhlas karena Allah Ta’ala”.

Dan juga ada yang beranggapan dengan keras bahwa jika seseorang melafalkan niat nya dengan lisan maka hukumnya adalah BID’AH. Alansannya ialah karena tidak ada seorang ulama pun yang memfatwakan hal semacam itu, memanglah sangat signifikan sekali anggapan dari masing-masing kepala mengenai niat ini, terlebih inipun menjadi perbedaan yang amat dominan dari 4 madzhab yang di sahkan oleh Rosulullah SAW. Meskipun demikian, saya anjurkan  bagi yang suka berniat maka lakukanlah niat, bagi yang tidak suka tidak usah berbicara haram, karena semua nya mempunyai argument dan alasannya masing-masing.

2. Takbir
Setelahnya seorang yang akan sholat membacakan niatnya, maka hendaklah secepatnya bertakbir seraya membacakan niat tadi diatas dalam hatinya. Lafadz takbir ataupun takbirotul ihromnya adalah “Allohu Akbar” yang artinya Alloh Maha Besar.

Takbirotul ihrom dalam sholat merupakan hukum yang wajib dan sudah pasti keterangannya dari Rosulullah SAW. Dimana beliau pernah bersabda, “pembuka sholat adalah bersuci, pengharaman sholat adalah takbirotul ihrom dan penghalalan dari sholat adalah salam”.

Ketika kita bertakbir, tidak boleh mengeraskan bacaan nya kecuali imam saja, dan ketika bertakbir pun dilarang untuk mendahului imam jika kita jadi ma’mumnya. Tetapi boleh bagi seorang muadzin yang kemudian menyambungkan kalimat takbir dari imam pada jama’ah lain, atau sekarang sering kita sebut “bilal” dalam takbirotul ihrom. Mengapa bilal? Karena pertama kali yang menuturkan kalimat dari Rosulullah SAW, dengan takbir adalah bilal.

3.Mengangkat Kedua Tangan berikut Cara-caranya yang Benar
Ketika kita takbirotul ihrom, maka dianjurkan untuk sama waktunya ketika kita mengucapkan kalimat takbir, bahkan ada yang membolehkan kita melakukan sebelumnya ataupun sesudahnya.

Mengangkat kedua tangan maka haruslah kita membukakan jari-jari kita dengan sedikit condong kea rah kiblat jari-jarinya, lalu sejajarkanlah dengan pundak kita ataupun bahu kita bahkan boleh kita angkat sejajar dengan telinga kita. Sholat seperti ini pernah dilihat oleh para shohabat dari Nabi Muhammad SAW.

4.Meletakkan kedua Tangan Kita dengan benar
Cara meletakan kedua tangan kita ketika sholat fardhu, khususnya sholat magrib ini maka yang benar adalah sebagai berikut:
a.Meletakan tangan kanan diatas tangan kiri. Ini merupakan suatu peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW, memerintahkannya kepada para Shohabat ketika melaksanakan sholat. Jadi sangatlah dianjurkan.
b.Bisa meletakan tangan kanan kita diatas punggung tangan kiri milik kita. Ataupun bisa di atas lengan dan pergelangan tangan kiri kita.
c.Bisa juga dilakukan dengan menggenggam tangan kiri kita dengan tangan kanan kita.

5. Tempat Kita akan Meletakan Tangan 
Tempat kita meletakkan tangan kita bisa diatas dada ataupun di tengah-tengah perut kita. Mau laki-laki atapun permpuan. Asalkan jangan menyimpan tangan kita di atas pinggang saja.

6. Hati harus Khusyu dan Melihat ke Tempat Sujud kita
Setelahnya kita menyimpan tangan kita, ketika sholat magrib maka haruslah kita memfokuskan fikiran dan hati guna agar tercipta suasana sholat yang khusyu. Lalu dengan focus juga harus melihat ke tempat dimana kita akan sujud nanti. Maka dari itu, sangat di sarankan, untuk sajadah yang kita gunakan jangan yang gambarnya macam-macam, takutnya gak khusyu. Karena sholat yang salahsatu ada kemungkinan diterima itu adalah sholatnya orang yang khusyu.

Sangat dilarang ketika kita sholat melirik ke sana kemari, mau ke atas, ke samping asalkan harus ke bawah. Ke tempat dimana kita akan sujud.

7. Membaca do’a iftitah ataupun istiftah (pembuka)
Setelahnya kita mencoba khusyu dalam sholat, maka selanjutnya adalah membaca do’a iftitah. Banyak sekali macam dari lafad do’a istiftah ini, namun pada kali ini saya akan mengambil salah satu yang masyhur juga dan sering di gunakan.

Berikut lafal do’anya:
“Subhaanaka Allahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuka, wa ta’alaa jadduka, walaa ilaha ghaiyruka”.
Artinya : Maha Suci Engkau ya Allah, segala puji hanya bagi-Mu, kedudukan-Mu sangat agung, dan tidak ada sembahan yang hak selain Engkau.
Perintah ber-istiftah telah sah dari Nabi, maka sepatutnya diperhatikan untuk diamalkan.
do’a istiftah yang lain terdapat pada gambar berikut:

Tata Cara dan Bacaan Sholat Magrib sangat lengkap


“ALLAHUUMMA BA’ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI, ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAAHUMMAGHSILNII MIN KHATHAAYAAYA BIL MAA’I WATS TSALJI WAL BARADI”

artinya:
“Ya, Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya, Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya, Allah cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).

Kadangkala pula Rosulullah SAW, membaca do’a ini ketika do’a  istiftah, beriktu bacaannya di bawah ini:



“WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAN [MUSLIMAN] WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. INNA SHOLATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAHI RABBIL ‘ALAMIIN. LAA SYARIIKALAHU WABIDZALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN. ALLAHUMMA ANTAL MALIKU, LAA ILAAHA ILLA ANTA [SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA] ANTA RABBII WA ANA ‘ABDUKA, DHALAMTU NAFSII, WA’TARAFTU BIDZAMBI, FAGHFIRLII DZAMBI JAMII’AN, INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA. WAHDINII LI AHSANIL AKHLAAQI LAA YAHDII LI AHSANIHAA ILLA ANTA, WASHRIF ‘ANNII SAYYI-AHAA LAA YASHRIFU ‘ANNII SAYYI-AHAA ILLA ANTA LABBAIKA WA SA’DAIKA, WAL KHAIRU KULLUHU FII YADAIKA. WASY SYARRULAISA ILAIKA. [WAL MAHDIYYU MAN HADAITA]. ANA BIKA WA ILAIKA [LAA MANJAA WALAA MALJA-A MINKA ILLA ILAIKA. TABAARAKTA WA TA’AALAITA ASTAGHFIRUKA WAATUUBU ILAIKA”

yang artinya:
“Aku hadapkan wajahku kepada Pencipta seluruh langit dan bumi dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sesuatu pun yang menyekutui-Nya. Demikianlah aku diperintah dan aku termasuk orang yang pertama-tama menjadi muslim. Ya Allah, Engkaulah Penguasa, tiada Ilah selain Engkau semata-mata. [Engkau Mahasuci dan Mahaterpuji], Engkaulah Rabbku dan aku hamba-Mu, aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosaku. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang berhak mengampuni semua dosa. Berilah aku petunjuk kepada akhlaq yang paling baik, karena hanya Engkaulah yang dapat memberi petunjuk kepada akhlaq yang terbaik dan jauhkanlah diriku dari akhlaq buruk. Aku jawab seruan-Mu, sedang segala keburukan tidak datang dari-Mu. [Orang yang terpimpin adalah orang yang Engkau beri petunjuk]. Aku berada dalam kekuasaan-Mu dan akan kembali kepada-Mu, [tiada tempat memohon keselamatan dan perlindungan dari siksa-Mu kecuali hanya Engkau semata]. Engkau Mahamulia dan Mahatinggi, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).

8. Membaca Surat Al-Fatihah
Ketika kita akan membaca surat alfatihah, maka Sunnah jika kita membaca ta’ud terlebih dahulu, lalu membaca basmallah. Bacaan basmallah pun sudah termasuk pada rukun sholat karena menurut pendapat imam syafi’I bahwa basmallah termasuk surat al-fatihah.

Karena membaca surat al-fatihah hukumnya wajib, maka bagi orang yang bukan orang arab pun harus bisa. Bagi orang yang tidak hafal bacaan fatihah maka bisa digantikan oleh lafad ini:
“Subhaanallah, wal hamdulillah walaa ilaha illallah, walaa hauwla wala quwwata illaa billah”.
“Artinya : Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang haq selain Allah, serta tidak ada daya dan kekuatan melainkan karena Allah”.

Bacaan surat al-fatihah bagi ma’mum cukup hanya mendengarkan saja ketika imamnya membacakan fatihah. Dan ketika imam selesai membaca fatihah, maka giliran ma’mum lah yang membaca fatihah. Namun hanya cukup terdengar oleh terlinga kita masing-masing.

9. Membaca Surat lagi setelah Membaca Al-Fatihah
Perlu diingat, bahwa setiap kali imam itu beda-beda. Di sunatkan bagi waktu subuh membaca surat yang panjang setelah membaca Fatihah. Dan juga disunatkan setelah fatihah pada waktu magrib membaca surat yang pendek saja.

10. Ruku’ dan Tumaninah
Berikutnya setelah kita membaca surat ba’da fatihah, maka kita harus ruku’, dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sekaligus mengucapkan takbir lafadz “Allohu Akbar”, dan disimpan diatas lutut dengan sebaik-baiknya. Lalu merenggangkan jari kita seolah-olah menggenggam lutut kita. Hukumnya kita melakukan ruku’ adalah wajib, dan tumaninah pun harus dilakukan (berhenti sejenak seukuran dengan mengucapkan lafadz subhanalloh).

Ketika kita ruku’ juga diharuskan punggung kita sejajar dengan kepala kita, karena guna merenggangkan kembali sendi-sendi yang lama tidak digerakkan. Kepala kita tidak boleh terlalu atas ataupun terlalu bawah.

Bacaan ketika ruku’ adalah sebagai berikut:
“Subhaana rabbiyal azhiimi wa bi hamdihi” 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

11. I’tidal
Selesainya kita ruku’, maka langsung berdiri lagi dan membaca do’a I’tidal, berikut do’anya:
“Rabbanaa lakal hamdu Mil ussamaawaati wamil-ul ardhi wamil-u maasyi’ta min syai-in ba’du”.
Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki sesudah itu.”

12. Sujud Awwal
Kemudian, setelah I’tidal maka kita sujud awwal. Dengan mengucapkan “allohu akbar” kembali. Ketika turun akan sujud, maka kedua tangan diletakan terlebih dahulu sebelum kedua lututnya kebawah.

Syarat kita melakukan sujud, maka yang kena ke atas tempat sholat kita yaitu, harus menghadap ke kiblat, kedua tangan kita, jidat kita, kaki dan lutut kita, ujung jari-jari kita harusnya menghadap ke kiblat.

Bacaan ketika sujud adalah sebagai berikut:
“Subhaana rabbiyal a’la wa bi hamdihi”. 3x
Artinya : Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan segala puji bagi-Nya. 3x

13. Duduk diatara Dua Sujud
Bacaan duduk diantara dua sujud adalah sebagai berikut:
“Allahummagfirlii, warhamnii’ wajburnii’, warfa’nii’, wa ‘aafinii, warjuqnii”.
“Artinya : Ya Allah ampunilah aku, syangilah aku, tutuplah kekuranganku, angkatlah derajatku, dan berilah aku afiat dan rezeki”.

14. Sujud kedua
Setelah kita melakukan duduk diantara dua sujud maka kita harus melakukan sujud kedua lagi, tata caranya sebagaimana tadi dalam sujud pertama yang dijelaskan.

15. Duduk istirahat kemudian,
Ketika kita dalam roka’at pertama sholat magrib, maka kita harus kembali lagi ke atas karena akan melaksanakan roka’at kedua dan ketiga. Saat kita keatas utuk roka’at kedua, maka disunahkan untuk melakukan duduk istirahat.

16. Rokaat Kedua
Rokaat kedua sholat magrib dilakukan sebagaimana kita melakukan sholat magrib pada roka’at pertama. Kemudian yang terakhir:

17. Roka’at ketiga
Tasyahud akhir pada roka’at ketiga dilakukan setelah tasyahud awal roka’at kedua.
Dimana pada tashyahud akhir wajib hukumnya untuk kita melakukannya. Kita harus meletakkan tangan kanan sampai siku kita diatas paha dan lutut sebelah kanan, lalu tangan kiri diatas lutut tangan kiri dan pahanya. Pada roka’at ketiga ini, bacaan surat fatihah dari roka’at ke 3 ini tidak boleh dibaca melainkan harus di sir (pelan-pelan).

Kemudian, kita harus menggerakkan telunjuk dan melihatnya ketika membacakan lafadz “Asyhadu Alla  ilaaha illalloh”.

Berikut bacaan lengkap Tasyahud Akhir dalam Bacaan Sholat Magrib:
“At-tahiyyaatu lillah washalawaatu wat-thayyibat, assalamu ‘alan – nabiyyi warrahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu ‘alaiynaa wa’alaa ‘ibaadil-llahis-shaalihiin, asyhadu alaa ilaaha illallah, asyhadu anna muhamaddan ‘abduhu warasuuluh”.
“Artinya : Segala penghormatan bagi Allah, shalawat dan kebaikan serta keselamatan atas Nabi dan rahmat Allah serta berkat-Nya. Keselamatan atas kita dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba dan rasul-Nya”.

18. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW
Setelah membaca tasyahud, maka kita harus membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut di bawah ini lafadz sholawat ketika kita melaksanakan sholat.
“Allaahumma Shalli ‘Ala Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad Kamaa Shallaita ‘Alaa Aali Ibrahiim, Innaka Hamiidum Majiid. Allaahumma Baarik ‘Alaa Muhammad Wa ‘Alaa Aali Muhammad Kamaa Barakta ‘Alaa Aali Ibrahiim, Innaka Hamiidum Majiid.”
artinya: “Ya Allah berikanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung.”

Terakhir, kita lanjutkan dengan berdo’a dan mengucapkan salam ke sebelah tangan kanan dulu, lalau kesebelah tangan kiri. Berikut salah satu do’a yang sering dipakai setelah sholatnya:
 “Allaahumma Innii A’uudzubika Min ‘Adzaabi Jahannama Wa Min ‘Adzaabil Qabri Wa Min Fitnatil Mahyaa Wal Mamaat Wa Min Fitnatil Masiihid Dajjaal.”
artinya: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam, siksa kubur, fitnahnya hidup dan mati serta fitnahnya Al-Masiihid Dajjaal.”
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12:13:00 PM
Tags :

Related : Bacaan Sholat Margib paling Lengkap

0 komentar: