Monday, October 10, 2016

Bacaan Takbiratul Ihram

Bacaan Takbiratul Ihram -


Takbirotul ihrom merupakan salahsatu dari rukun sholat yang sering kita lakukan. Dimana kita melakukan shola fardhu maupun Sunnat maka selayaknya lah kita hafal akan bacaan takbiratul ihram tersebut, baik dalam keadaan imam maupun menjadi ma’mum.

Rosulullah Bersabda dalam haditsnya yang bunyinya:

مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Artinya ialah:
“Kunci shalat itu adalah bersuci, lalu memulainya dengan takbir kemudian mengakhirinya dengan ucapan salam.

Takbiratul ihram adalah takbir yang pertama kali kita bacakan saat sholat. Sebagaimana yang tertulis langsung dalam ta’rif atau definisi sholat, takbir ini merupakan hal paling wajib yang harus kita kerjakan dalam sholat.

lengkap gerakan dan gambar dalam panduan bacaan takbiratul ihram ini

LAFADZ TAKBIRATUL IHRAM


Lafadz ataupun bacaan takbiratul ihram ialah sebagai berikut:

اَللهُ اَكْبَرُ 

Yang artinya ialah: “Allah SWT, itu Maha Besar

Lalu, timbullah suatu pertanyaan, “apakah wajib mengangkat tangan kita saat takbiratul ihram?” nah, jawabannya adalah tidak wajib, namun Sunnah muakad.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Utsaimin yang berkata:

رفع اليدين عند تكبيرة الإحرام، وعند الركوع، وعند الرفع منه، وعند القيام من التشهد الأول سنة

Artinya adalah: “mengangkat kedua tangan kita ketika takbiratul ihram dan ketika ruku’, lalu ketika I’tidal dan ketika berdiri lagi dari posisi tasyahud awwal hukumnya Sunnat”.

PELETAKAN TANGAN KETIKA TAKBIRATUL IHRAM


Keadaan Telapak Tangan ketika TAKBIRATUL IHRAM

Takbiratul Ihram posisi tangan kita jangan di bentangkan semuanya, jangan pula digenggam.
Jari-jari tangan kita harus menghadap ke kiblat (pami tiasa).
Rosullullah Pun Bersama shohabatnya :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ رَفَعَ يَدَيْهِ مَدًّا

Atinya adalah:
Rosulullah SWT, ketika masuk ke sholat, maka beliau memindahkan tangannya dan dibentangkan 2 fungsinya.

 Berikutnya:
1.   Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَة

BACAAN TAKBIRATUL IHRAM


1.    Mengangkat tangan pada sejajar dengan pundak dan ukurannya juga sama.
2.    Selanjutnya mengangkat tangan sekaligus do’a disana.
3.    Mambaca takbir lalu mengerjakan niat dalam hati
4.    Bacaannya "ALLOOHU AKBAR"

WAKTU TAKBIRATUL IHRAM


Takbiratul Ihrom waktunya ialah setiap niat dan setiap qobla fatihah. Adapun lebih rinci lagi masalah takbiratul ihram bisa terus simak ke bawah.

Bacaan takbiratul ihram ini merupakan suatu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan oleh kita ketika melaksanakan sholat. Mengucapkannya juga tidak harus dengan niat bareng. Karena mustahil sekali lafadz takbiratul ihram dan niat dapat bersatu.

Inilah gambarannya pendapat dari Imam Hanafi dan Imam Hambali tentang takbiratul ihram dan niat yang disatukan:

Imam Al-Kasani mengatakan: 

إن تقديم النية على التحريمة جائز عندنا إذا لم يوجد بينهما عمل يقطع أحدهما عن الآخر

Artinya yaitu: “boleh mendahulukan Niat daripada Takbiratul Ihram menurut mandhab kami” (imam Hanafi).

Ibnu Qudamah ikut berpendapat juga:

قال أصحابنا: يجوز تقديم النية على التكبير بالزمن اليسير

Artinya: “para Ulama dalam Madzhab kami (Hambali) berpendapat bahwa mendahulukan niat sebelum takbiratul ihram itu BOLEH selama tidak terlalu lama jeda.”


Sudah jelas bukan? Tentang bacaan takbirotul ihram ini saya akhiri, dan selamat belajar sholat.



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 11:48:00 AM
Tags :

Related : Bacaan Takbiratul Ihram

0 komentar:

Post a Comment