Langsung ke konten utama

Pengertian Hujan Orografis Beserta Gambarnya

Pengertian Hujan Orografis Beserta Gambarnya - Hujan Orografis adalah salah satu jenis hujan, Hujan Orografis biasanya juga sering disebut hujan pegunungan karena proses terjadinya hujan di daerah pegunungan, hujan orografis juga sering terjadi pada daerah sekitar lereng pegunungan yang berasal dari pergerakan udara yang mengandung uap air sehingga hujan terhalang oleh sebuah pegunungan. 

Pengertian Hujan Orografis Beserta Gambarnya

Udara yang mengandung uap air tersebut akan dipaksa untuk naik mengikuti lereng pegunungan. Karena hujan orografis membutuhkan udara yang sangat dingin dalam proses pembentukannya sehingga dibagian atas atau puncak pegunungan tersebutlah udara yang dingin tersebut dengan gumpalan-gumpalan uap air yang naik ke puncak gunung dan dengan udara yang dingin sehingga menjadikan uap-uap air tersebut menjadi dingin dan membentuk butir-butir air (peroses pembentukan uap air menjadi bentuk butiran tersebut disebut proses kondensasi).  Baca juga Jenis jenis Hujan dan bentuknya

Setelah terjadinya proses Kondensasi sehingga, kemudian akan terbentuklah awan dari kumpulan uap-uap air tersebut, sehingga kemungkinan awan tersebut akan dapat menyebabkan turunnya Hujan Orografis atau Hujan Pegunungan..

Hujan orografis sangatlah unik, karena hujan orografis hanya terjadi pada satu sisi lereng gunung terjadinya hujan ini Dikarenakan turunnya hujan terdapat pada satu lereng saja, penyebabnya adalah karena satu sisi lereng gunung yang lain memiliki suhu yang lebih pananas dibandingkan dengan sisi lereng yang lainnya maka lereng gunung yang berada di sebelahnya yang tidak menurunkan hujan. 

Lereng pegunungan yang tidak terjadi hujan biasanya disebut daerah bayangan hujan. Dan hujan orografis ini adalah salah satu jenis dari hujan yang turun ke bumi, masing masing jenis hujan memiliki beberapa ciri khusus yang menjadikannya berbeda-beda dan ciri khusus tersebut dapat dilihat dari tempat dan beberapa unsur pembentukan dari hujan, dan berikut ini adalah beberapa ciri dan karakteristik dari hujan orografis. 

Hujan orografis mempunyai ciri-ciri atau karakteristiknya masing-masing. Begitu juga dengan hujan orografis ini,hujan orografis mempunyai karakteristik yang akan membedakan dengan jenis hujan lainnya. Beberapa karakteristik hujan orografis yang akan menjadi ciri khusus yang dimiliki oleh hujan tersebut.

Ada beberapa karakteristik yang dimiliki oleh hujan orografis ini, dan berikut ini di antaranya beberapa ciri karakteristik dari hujan orografis.
  • Yang pertama yaitu terjadi di daerah pegunungan.
  • Yang kedua yaitu Terjadinya hujan,dikarenakan oleh angin fohn.
  • Yang ketiga yaitu terjadi karena adanya udara yang mengandung uap air naik ke atas gunung.
  • Yang keempat yaitu turunnya air dari lereng gunung. Baca juga Pengertian Hujan
Itulah karakteristik yang dimiliki oleh hujan orografis. Karakteristik yang telah disebutkan di atas tadi memanglah sedikit,namun karakteristik tersebut hanya dapat dimiliki oleh hujan orografis,dan tidak terdapat pada jenis-jenis hujan lainnya. Sehingga beberapa karakteristik yang telah disebutkan di atas,sehingga menjadi ciri khas dari huajn orografis.

Postingan populer dari blog ini

Jumlah Pemain Bola Voli Dalam Satu Regu

Jumlah Pemain Bola Voli Dalam Satu Regu - Permainan bola voli adalah olah raga yang sangat digemari oleh kaum laki-laki atau perempuan, dalam permainan ini jumlah pemain nya dibatasi dengan jumlah yang sedikit mengingat lapangan bola voli juga tergolong kecil, berbeda dengan sepak bola yang kita kenal dengan istilah kesebelasan. Jumlah pemain bola voli dalam satu regu maximal ada 6, sedangkan untuk jumlah minumum ada 4 orang.
Baca juga : Ukuran lapangan bola voli standar nasional

Aturan Jumlah Pemain Bola Voli dalam Satu Regu Setiap tim atau regu memiliki jumlah pemain 10 orang, 6 Orang pemain inti dan 4 orang pemain cadanagan. Pada saat pergantian pemain ketika pertandingan berlangsung tidak dibatasi.  Maksimal dalam satu pertandingaan harus ada 6 pemain inti. minimal 4 pemain. Jika kurang dari empat pemain, maka regu bersangkutan dianggap K.O.
Posisi Pemain Saat Pertandingan Bola Voli Posisi pemain ketika pertandingan berlangsung terbagi menjadi 3, diantaranya; 2 Pemain Smasher/spiker…

Tinggi Ring Basket Dari Lantai untuk Putra dan Putri

Tinggi Ring Basket Dari Lantai untuk Putra dan Putri - Ring basket merupakan sesuatu yang termasuk kedalam fasilitas bola basket. Ring basket juga merupakan poin penting dalam permainan bola basket karena ring adalah tempat di mana pemain harus menembak bola ke dalam rangka untuk mengumpulkan poin. Lalu berapakah tinggi ring basket ???
Pada psotingan ini kita akan sama sama mengkaji tinggi ring basket. Ring basket memiliki tinggi yang berbeda. Ketinggian resmi peraturan NBA ring basket adalah 10 kaki dari lantai atau 305cm, dan papan  3,5 kaki vertikal dan 6 kaki horizontal. Hoop berdiameter 18 inci. Ketinggian lingkaran itu adalah standar di semua tingkat bermain.
Baca Juga : Ukuran Lapangan Basket
National Basketball Association memiliki standar yang berbeda untuk hoops basket karena visibilitas dalam permainan dan sifat fisik atlet profesional. Papan pantul basket NBA terbuat dari kaca 1/4-inch-tebal dan 72 inci lebar 42 inci. Konektor terbuat dari  logam, dan lingkaran dan lingkar…

45 Butir-butir Pancasila

45 BUTIR-BUTIR PANCASILA - Sejak tahun 2003, berdasarkan Tap MPR No.I/MPR/2003, 36 butir pedoman pengamalan Pancasila telah diganti menjadi 45 butir butir Pancasila.  Tapi yang sangat disayangkan yaitu tidak adanya kebijakan pemerintah untuk memasukkanya ke dalam kurikulum pendidikan ataupun program doktrinasi lewat media. 
Namun, meski demikian tidak ada salahnya jika kita mengetahui bagaimana cara pengamalan Butir-butir Pancasila tersebut.  Berikut 45 Butir-butir Pancasila beserta contoh sikap yang mencerminkan pengamalannya:

45 BUTIR-BUTIR PANCASILA
A.  Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa…