Thursday, October 6, 2016

Perkembangan Sistem Operasi Open Source

Perkembangan Sistem Operasi Open Source - Sistem operasi Open source merupakan istilah untuk perangkat lunak yang kode programnya disediakan untuk umum supaya bisat dipelajari dan pahami cara kerjanya, baik itu diubah atau dikembangkan serta untuk disebarl uaskan. Jika pembuat program tersebut melarang untuk merubah dan menyebarluaskan program buatannya tersebut, Berarti program itu bukan open source, walaupun tersedia kode programnya.

Open source adalah salah satu syarat utama bahwa suatu perangkat lunak yang disebut free software. Free software pasti open source software, tapi open source software belum pasti free software. Kita ambil satu contoh program free software seperti Linux. Dan contonh open source software seperti FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak bisa dirubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software bisa dirubah menjadi tidak open source.

Perkembangan Sistem Operasi Open Source
Open Source
Pada tahun 1994-1995, server yang ada di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai memanfaatkan FreeBSD sebagai OS nya. FreeBSD adalah sistem operasi open source dan sangat tangguh tangguh untuk keamanan jaringan atau keamanan server. Akan tetapi para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) Institut Teknologi Bandung lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD dibandingkan sistem operasi lain.

Baca  📣:Pengertian Sistem Operasi

Istilah open source baru dikenalkan tahun 1998. Namun, sejarah perangkat lunak open source bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium komputer di universitas Amerika seperti Stanford University, University of California Berkeley dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di tahun 1960-1970.

Sebelumnya tumbuh dari suatu komunitas atu group pemrograman yang berjumlah kecil, dimana mereka biasa bertukar kode program, dan setiap orang bisa memodifikasi program yang sudah dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasi tersbut juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.

Perkembangan di atas antara lain di motori oleh pendiri perangkat lunak asal amerika bernama Richard Stallman dan rekannya yang mengembangkan banyak perangkat aplikasi di komputer DEC PDP-10. Awal tahun 1980 komunitas hacker di MIT dan universitas lain tersebut berhenti karena DEC menghentikan PDP-10. Akibat dari bubarnya komunitas tersebut banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, mempunyai sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun perangkat lunak bebas.

Oleh karena itu, bulan Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, supaya MIT tidak bisa mengklaim perangkat lunak yang dikembangkannya. Pada tahun 1985 Richard Stallman mendirikan organisasi nirlaba FSF - Free Software Foundation. Tujuan utama FSF ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi. Dengan FSF, Richard Stallman telah mengembangkan berbagai perangkat lunak : gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan utility lainnya, yang dikenal dengan perangkat lunak GNU. Baca juga : Jenis Jenis Sistem Operasi

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 dari suatu Universitas di Finlandia yaitu Helsinki, mengembangkan sistem operasi yang dinamakan Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama. Komunitas Linux terus berkembang dan kemudian akhirnya melahirkan distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya.

Itulah Sekilas tentang Perkembangan Sistem Operasi Open Source, semoga bermanfaat.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 6:58:00 AM

Related : Perkembangan Sistem Operasi Open Source

0 komentar: