Thursday, October 20, 2016

Proses Terbentuknya Bumi

Proses Terbentuknya Bumi dan Beberapa teorinya - Bumi adalah sebuah planet yang berada di dalam sistem tata surya yang keberadaanya berfungsi sebagai tempat tinggal seluruh makhluk hidup beserta isi isinya. Dalam terbentuknya bumi, kita tidak akan tahu secara pasti tentang bagai mana proses bumi tercipta, bahkan para ahli arkeologi sekalipun tidak akan mengetahui secara pasti bagaimana proses bumi diciptakan dan keberadaan bumi.




Tetapi yang diketahui bahwa proses terbentuknya bumi tidak lepas dari proses terbentuknya tata surya, sehingga para ahli mengeluarkan pendapatnya yang mengemukakan teori-teorinya tentang proses terbentuknya tata surya yang merupakan juga proses terbentuknya bumi bahwasannya dapat dibagi menjadi beberapa proses, antara lain sebagai berikut.  Baca juga Aspek Geografi Beserta Contohnya

Teori Nebula (Kabut)

Teori Nebula dapat disebut juga dengan Teori Kabut Kant-Laplace yang dikemukakan oleh seorang yang bernama Immanuel Kant pada tahun 1755 dan Peiere De Laplace pada tahun 1796. Teori ini dapaat menjelaskan bahwa di jagat raya terdapat gas-gas yang berkumpul sehingga menjadi kabut (nebula). 

Kabut tersebut dapat berupa debu, es, dan gas-gas yang sebagian besar unsur-unsur gas tersebut dapat berupa hidrogen. Adanya gaya gravitasi dapat membentuk sebuah kumpulan kabut yang sangat besar dan kemudian menyusut dan mengeras serta dapat berputar dengan semakin cepat. Dalam proses terjadinya perputaran yang sangat cepat, materi kabut yang berada pada bagian khatulistiwa terlempar memisah sehingga dapat memadat karena pendinginan. Bagian yang terlepar tersebut kemudian dapat membentuk planet-planet yang terdapat dalam tata surya.

Tahap-tahap terbentuknya bumi pada teori nebula ini yaitu dapa berupa :

Matahari dan planet-planet masih berbentuk gas, sehingga kabut menjadi pekat dan besar.

Kabut berputar dan memadat sehingga dapat terjadi pada pusat lingkaran, karena adanya gaya gravitasi.

Kemudian terbentuk planet-planet dari materi-materi kecil yang pada saat itu dalam keadaan bersamaan sehingga dapat terbentuknya matahari yang lebih kecil dari matahari

Apabila Materi tersebut semakin membesar dan tumbuh sehingga melakukan gerakan teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan dapat membentuk susunan keluarga matahari.

Teori Planetisimal

Teori Planetisimal dikemukakan oleh seorang yang bernama Forest Ray Multon seorang ahli astronomi dan bersama rekannya yaitu Thomas C.Chamberlain, Dia adalah seorang ahli geologi, pada awal abad ke 20. Teori ini mengatakan bahwa matahari terdiri dari gas-gas yang bermassa besar dan ketika bintang melintas disamping matahari dengan jarak yang sangat dekat dan hampir terjadi tabrakan. 

Dekatnya bintang dan matahari tersebut terdapat pengaruh gaya gravitasi yang mengakibatkan tertariknya gas-gas dan materi material yang ringan pada bagian tepi, dari besarnya gaya gravitasi tersebut sebagian materi kemudian terlempar sehingga meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang sehingga membentuk gumpalan-gumpalan akibat dari penyusupan, lalu terjadilah pendinginan dan padat, sehingga terjadilah planet-planet yang mengelilingi matahari yang berada di tata surya.

Teori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori pasang surut ini dikemukakan oleh 2 orang yang bernama James Jeans dan juga Harold Jeffereys pada tahun 1918. Teori ini menjeaskan bahwa terbentuknya bumi yaitu ketika itu terdapat suatu bintang besar yang mendekati matahari sehingga ia masih berbentuk gas, dari besarnya massa matahari dan besarnya massa bintang yang melaju dengan cepat.

Sehingga kecepatan matahari dan bintang itu dapat membentuk sebuah tonjolan-tonjolan pada matahari yang disebabkan oleh gaya tarik bintang yang melaju. Semakin menjauhnya bintang yang melaju dengan matahari maka tonjolan-tonjolan tersebut akan berpisah dan membentuk sebuah gumpalan-gumpalan gas yang membeku sehingga terbentuklah plant-planet baru termasuk diantaranya yaitu bumi.

Teori Bintang Kembar

Teori bintang kembar dikemukakan oleh seseorang yang bernama R.A. Lyttleton yaitu seorang ahli Astronomi, bahwa menurutnya terbentuknya bumi itu berasal dari bintang kembar yang berkombinasi. 

Dimana salah satu bintang tersebut meledak sehingga bahan materialnya terlempar karena dari besarnya gaya gravitas bintang yang tidak meledak membuat material yang terlempar kemudian akan tertarik oleh gravitasi dan kemudian akan mengelilingi matahari. Bintang yang tidak meledak disebut dengan matahari. Sedangkan pecahan bintang yang lainnya adalah planet-planet yang mengelilinya.

Teori Big Bang

Teori Big Bang ini berawal dari puluhan milyaran tahun, yang kemudian awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang berputar pada prosesnya yang lalu. Putaran tersebut dapat memungkinkan bahwa bagian-bagian kecil dan ringan dapat terlempar ke luar serta bagian besarnya berkumpul di pusat dengan membentuk cakram raksasa yang dimana suatu saat akan terjadi ledakan dahsyat dari gumpalan besar tersebut sehingga membentuk galaksi dan nebula-nebula. Baca juga arkilel terkait  Proses Terjadinya Hujan

Kemudian selama kurang lebih 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut membuka dan membentuk galaksi bimasakti, dan membentuk sistem tata surya. Gumpalan-gumpalan yang terlempar keluar dapat mengalami kondensasi, sehingga membentuk sebuah gumpalan-gumpalan yang dingin dan memadat. Kemudian gumpalan tersebut membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Dari teori teori diatas mungkin belum ada kepastian yang lebih benar tentang terbentuknya Bumi, sehingga teori-teori tersebut masihlah belum 100% benar jadi bisa saja semua teori tersebut benar atau juga bisa saja salah. Namun demikian Allah telah menjelaskan bagaimana terbentuknya alam semesta dan juga bumi dalam Al-Qur'an Surat Fushilat (ayat 9 sampai 12). Sekian dan Teriamakasi Wassalamualaikum......
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 3:09:00 AM
Tags :

Related : Proses Terbentuknya Bumi

0 komentar: