Selasa, 18 Oktober 2016

Sejarah G 30 S PKI

;
Sejarah G 30 S PKI  - Indonesia mempunyai suatu kisah unik dimana ceritanya sangatlah mengeramkan hati yang membacanya. Apakah kalian pernah mendengan istilah Pahlawan Revolusi? Yap... jawabannya pasti tahu. Karena ini sangatlah baru saja kita peringati hari peringatan Pahlawan Revolusi tepatnya 30 september kemarin.

Sejaran g 30 s pki

Peristiwa yang terjadi pada tanggal tersebut membuat para sejarawan berburu informasi dan para media secepatnya mengetik ulang sejarah tersebut, terdapat suatu kisah menarik yang terbayang oleh mata ketika kita membaca nya pas hari kejadian.

Pada tanggal 01 oktober tahun 1965 waktu dini hari, terdapat enam orang jendral senior  dan beberapa orang dibunuh dalam upaya disalahkannya kudeta kepada para pegawai istana yang telah menganggap PKI loyal dan pki kala itu dibawah pimpinan Letkol. Untunglah saat itu Mayjen Soeharto membuatu penumpasan untuk gerakan sergap tersebut.

Ketika itu, dari 6 jendral yang dibunuh, 3 diantaranya di bunuh dirumahnya, dan yang lainnya lagi di bunuh dalam LUBANG BUAYA, telah lama dari kejadian sana barulah diketahui keberadaan mayat yang sebenarnya dan diangkatlah mayat para jendral tersebut dari dalam sumur lubang buaya dan sehari setelahnya dalam ulang tahun ABRI jenazah para pahlawan tersebut di giring dan di kuburkan layaknya manusia biasa yang seharusnya diurus ketika meninggal.

Sungguh ironis memang mendengarnya juga, namun bagaimana lagi kita hanya bisa menyaksikan sejarah, dan kemudian 6 para jendral yang meninggal tadi di beri julukan untuk mengenang jasa perjuangannya sebagai PAHLAWAN REVOLUSI INDONESIA.

sejarah lengkap peristiwa g 30 s pki

Nama-nama Jenderal yang Dibunuh pada Peristiwa g 30 s pki -

1. Letjen TNI AHMAD YANI (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
2. Mayjen TNI RADEN SUPRAPTO (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
3. Mayjen TNI MAS TIRTODARMO HARYONO (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan)
4. Mayjen TNI SISWONDO PARMAN (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
5. Brigjen TNI DONALD ISAAC PANJAITAN (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
6. Brigjen TNI SUTOYO SISWOMIHARJO (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat)

Yang menjadi sasaran utama para penyergap dan pembunuh tersebut ialah Jenderal TNI ABDUL HARRIS NASUTION. Namun, beliau selamat dari kejaran mereka dan kabur dengan melewati tembok KEDUBES IRAK. Namun terbalik, kasihannya anak perempuan kecilnya dan istrinya yang terbunuh karena ditembak, termasuk polisi penjaga rumahnya pun ikut terbunuh dalam kejadian ini.

Dengan menutupi kedok pembunuhan mereka, akhirnya para korban pun di buang ke lokasi di PONDOK GEDE, JAKARTA yang dikenal oleh kita sebagai LUBANG BUAYA. Mayat para pahlawan revolusi itu pun ditemukan pada tanggal 03 Oktober 1965.


Isu banyak isu, yang beredar di masyarakat sekarang, penyebab atau dalang utama dari kejadian ini adalah PKI dan Ir. Soekarno. Karena terlihat sekali kecendrungan dukungan kepada PKI oleh Presiden Soekarno saat itu, namun entahlah siapa yang benar, permasalahan ini pun sampai sekarang belum terungkap.

Sejarah PAHLAWAN REVOLUSI

Karena atas petunjuk dari Sukitman (polisi), diketahuilah bahwa para pahlawan telah diculik dan dibunuh lalu dibuang di LUBANG BUAYA. Tepatnya Pada tanggal 03 Oktober tahun 1965, ditemukan tempat sumur dibuangnya jendral-jendral itu. Dan Pengambilan jenazah dilakukan pada tanggal 04 Oktober 1965 oleh RPKAD dan Marinir.

Seluruh jenderal korban G 30 S/PKI dibawa ke Rumah Sakit Pusat untuk dibereskan dan kemudian disemayamkan dengan layak oleh pasukan ABRI. Setelahnya esok hari jasad mereka di semayamkan, akhirnya mereka semua diberi Gelar PAHLAWAN REVOLUSI.

akhirnya, Presiden Soekarno mengadakan sidang paripurna Kabinet dalam rangka utnuk menyelesaikan permasalah G 30 S PKI. Tepatnya waktu tanggal 06 Oktober 1965. Isi dari sidang tersebut presiden menyatakan mengapa sikapnya demikian, berikut kata dari presiden:

"Presiden/Panglima Tertinggi ABRI/Pemimpin Besar Revolusi, Bung Karno menandaskan bahwa mengutuk pembunuh-pembunuh buas yang dilakukan oleh petualang-petualang kontra revolusi dari apa yang menamakan diri Gerakan 30 September. Tidak membenarkan pembentukan apa yang dinamakan Dewan Revolusi. Hanya saya yang bisa mendemisioner kabinet dan bukan orang lain.”

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 17.57.00
Tags :

Related : Sejarah G 30 S PKI

0 komentar:

Posting Komentar