Sunday, October 23, 2016

Sejarah Kerajaan Mataram Lengkap

Sejarah Kerajaan Mataram Lengkap - Kembali menengok sejarah, bahwa yang harus kita ketahui adalah bagaimanakah sejarah kerajaan mataram? Mengapa harus mengetahui tentang sejarah kerajaan mataram? Karena kerajaan mataram merupakan kerajaan islam yang besar.

Membahas kerajaan mataram, kerajaan mataram di pimpin oleh Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, dua pimpinan tadi merupakan turunan dari para dinasti yang mengklaim dirinya sebagai keturunan dari kerajaan MAJAPAHIT.

Kerajaan mataram islam (kesultanan mataram) adalah kerajaan yang berbasisi islam di pulau jawa yang kita cintai ini, mataram berdiri sejak abad ke - 17 dan saat itu langsung di pimpin oleh  Dinasti dari keturunan Ki Ageng Sela dan juga Ki Ageng Pemanahan sebagaimana yang saya jelaskan diatas mereka menyebut diri mereka sendiri dengan sebutan keturunan dari majapahit.
kerajaan mataram islam lengkap
Sejarah Kerajaan Mataram Lengkap

ASAL USUL KERAJAAN MATARAM

Kerajaan Mataram (kesultanan islam mataram) merupakan asal dari suatu kadipaten yang dipimpin di bawah kesultanna pajang, berpusat di Bumi Metaok yang saat itu diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasa yang telah ia berikan.

Raja yang pertama kali menduduki tahta ialah Sutawijaya (Penembahan senapati) yang tiada lain ia merupakan putra dari Ki Ageng Pemanahan. Kesultanan islam mataram ini pernah menyatukan tanah Madura dan jawa saat masa keemasannya, juga pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah peluasan daerah oleh VOC, namun ironis sekali saat itu VOC menerima bantuan ketika kesultanan Madura sudah dalam masa keruntuhannya.

Kerjaan mataram ini ialah kerajaan yang berbasis agraris ataupun pertanian. Dan juga tercatat kerajaan mataram ini meninggalkan beberapa peninggalan di tanah jawa. Dan peninggalan tersebut dapat kita ketahui dan lihat di jaman sekarang ini. Terutama kampun mataram di Batavia ataupun Jakarta, juga ada sistem persawahan di Pantura (jawa barat), ada juga peninggalannya yaitu beberapa bangunan penggunaan hanacaraka dan beberapa administrasi wilayah yang kala itu masih ada dan diberlakukan oleh kita sampai sekarang.

MASA AWAL KERAJAAN MATARAM

Ketika Sutawijawa merebut wilayah Pajang dari peninggalan raja hadiwijaya ia kemudian dinaikan tahta menjadi penembahan senopat. Ketika itu wilayah kerajaan mataram  hanya sekitar jawa tengah saja, Karena hasil dari peninggalan kerajaan pajang. Pusat pemerintahan kerajaan mataram kala itu ada di daerah mentaok, wilayah mentaok itu kira kira terletak di daerah selatan Bandar Udara Adisucipto, sekarang letaknya di timur kota Yogyakarta.


Lokasi keratin kerajaan mataram ketika awal kali dibangun ialah di Bangutapan, lalu dipindahkan ke Kotagede, setelah nya Sutawijaya meninggal akhirnya kekuasaan dan tahtanya itu di berikan kepada puteranya yaitu Mas Jolang yang ketika sudah naik tahta di beri gelar Prabu Hanyokrowati.

Pemerintahhan Prabu Hanyokrowati ini tidak dengan waktu yang lama, Karena dia wafat saat kecelakaan ketika itu dia berburu di hutan krapyak. Dan setelahnya ia wafat akhirnya kerajaan mataram diberikan kepada putra ke empatnya ialah Adipati Martputro gelar yang diberikan kepadanya. Kemudian selang beberapa saat memimpin adipate martoputro mempunyai penyakit syaraf sehingga tidak lama ia melepaskan tahtanya dan diberikan kepada putra sulung dari Mas Jolang yang dinamakan Mas Rangsang pada masa itulah kerajaan mataram mengalami masa keemasannya dan kejayaannya, sebagaimana kejadian tadi diatas yang dihasilkan dari kepemimpinan Mas Rangsang.

Terpecahnya dan Hancurnya Kerajaan Mataram (Kesultanan Mataram)

Amangkurat I memindahkan lokasi keraton kesultanna mataram ke Plered ketika tahun 1647 M. saat itu, ia tidak lagi menggunakan kata sultan dalam gelarnya, melainkan menggunakan kata sunan yang merupakan asalah dari susuhunan ataupun yang di pertuankan. Pemerintahan amangkurat I ini mengalami hal yang kurang setabil sekali, Karena banyak masyarakat yang ia pimpin merasa tidak pusa dan juga banyaknya pemberontakan kala itu.


Pernah juga saat itu terjadi pemberontakan besar yang telah dipimpin oleh Trunajaya yang memaksa kepada Amangkurat untuk bekerjasama ataupun berkomplot dengan VOC. Pada tahun 1677  Amangkurat I meninggal dunia di Tegalarum ketika mengungsi sehingga ia saat ini diberi ulukan dengan Sunan Telgalarum.

Sebagai penggantinya, naiklah tahta Amangkurat II yang aslinya Amangkurat Amral, ia sangat tunduk sekali kepada VOC sehingga masayarakat istana tidak lah suka dan juga pemberontakan terus menerus terjadi. Ketika itu Kratos dipindahkan lagi ke daerah Kartasura pas dengan tahun 1680 M, dikarenakan kraton yang lama telah mengalami pencemaran yang jelek sekali citra keratonnya.

Setelah Amangkurat II meninggal dunia, akhirnya digantikan oleh turunannya ialah Amangkurat III ketika tahun (1703-1708), lalu digantikan oleh Pakubuwana I tepatnya pada tahun 1708-1729, dan diberikan kembali kepada keturunan dari Amangkurat yaitu pada Amangkurat IV pada tahun  (1719-1726). Slanjutnya tahta sultan kerajaan mataram diberikan pada Pakubuana II saat tahun 1726-1749, lama sekali bukan? Ya Karena ia dikenal sebagai sultan yang tidak patuh pada VOC.

 VOC juga membenci amangkurat III Karena ia tidak pernah patuh dan turut pada VOC selama masa tahtanya sebagai sultan, akhirnya ketika digantikan oleh Pakubuana I sebagai raja, akhirnya terjadilah perpecahan politik, dimana kerajaan mataram kala itu memiliki 2 raja. Disinilah awal mula perpecahan dan kehancuran kerajaan mataram.

Peninggalan Kerajaan Islam Mataram
Mataram menuyimpan sejuta kisah yang bisa kita ambil pelajarannya, juga selain itu peninggalannya yang saat ini masih ada ialah ada 3:
1.Pasar kotagede
2.Masjid agung negara
3.Kompleks makam pendiri kerajaan mataram di imogiri

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12:47:00 PM
Tags :

Related : Sejarah Kerajaan Mataram Lengkap

0 komentar:

Post a Comment