Sunday, October 30, 2016

Sejarah Kerajaan Pagaruyung

Sejarah Kerajaan Pagaruyung - Pagaruyung merupakan suatu kerajaan yang memang pernah berdiri dan di akui keberadaannya di daerah Sumatera, yang menjadi wilayah sekarang tepatnya di Provinsi Sumatera Barat. Nama kerajaan Pagaruyung ini di ambil dari suatu nama pohon yang di kala itu di sebut dengan pohon NIBUNG ataupun RUYUNG.

lengkap bahasan sejarah pagaruyung

Selain itu, kerajaan Pagaruyung ini sering kita temukan dalam sebutan dari Cap Mohor Sultan Tangkal Alam Bagagar dari Paguruyung. Disana  tertuliskan dalam bahasa jawa yang memang kita tidak mengetahuinya, dalam lingkarang di bagian dalam yang berbunyi sebagai berikut :

Baca Juga: Sejarah Kerajaan di Nusantara Lengkap

“sultan tangkal alam Bagagar Ibnu Sultan Khalifatullah yang mempunyai tahta kerajaan dalam negeri Pagaruyung Darul Qarar Johan berdaulat Zollullah Fil ‘Alam” Namun sangat di sayangkan memangnya, karena dalam cap mohor tersebut tidak ada cap angka yang tertulis mengenai tahun di adakannya tulisan tersebut dan masa pemerintahannya juga tida ada.

Keruntuhan yang terjadi pada kerajaan ini ialah ketika masa PERANG PADRI, yang setelah ditanda tangani nya perjanjian yang di adakan antara Kaum Ada dan kaum belanda yang menjadikannya kawasan kerajaan pagaruyung ini berada di dalam seluruh pengawasan belanda.

Sebelum kerajaan pagaruyung ini di bangun dan di satukan dalam satu kerajaan yang di sebut dalam kata Malayapura, ada suatu kerajaan yang di namakan dan di tuliskan dalam Prasasti Amoghapasa dan di sebutkan oleh di pimpin oleh Adityawarman, yang mengukuhkan sendiri bahwa dirinya sebagai sang penguasa Bhumi Malayu yang ada di Suwarnabhumi.

Berdirinya Kerajaan Pagaruyung

Kerajaan pagaruyung muncul namanya ketika datangnya kerajaan Melayu, memang tidak diketahui dengan pasti bagaimana keberadaannya yang sesungguhnya, tapi di sana diceritakan bahwa memang yang diterima oleh masyarakat minangkabau kala itu ialah penanggalan dari setiap jenis peristiwa yang terjadi dan yang di ceritakan.

Bahkan mereka semua mempunyai anggapan bahwa Adityawarman adalah pendiri dari kerajaan yang besar itu, tidak lain dan tidak bukan bahwa Tambo sendiri sudah tidak jelas sekali menyebutkannya. Dari banyaknya prasasti hasil dari peninggalan zaman itu, tercatat lah bahwa ada yang menunjukan bahwa memang yang menjadi raja kala zaman kerajaan mereka itu adalah Adityawarman.

Jika di lihat kembali, maka ada yang mencatat bahwa adityawarman pernah dikirim oleh penduduk daerah ke Sumatera, dan diberi tahta kerajaan dari Majapahit.

Baca juga : Sejarah Kerajaan Majapahit

Tapi dalam prasasti yang menjadi peninggalan dari raja sebelumnya belum ada satu pun yang berkaitan dengan BhumiJawa dan kemudian dari berita china akhirnya diketahuilah bahwa adityawarman pernah sekali mengirimkan utusannya ke negara Cina sebanyak 6 kali dalam waktu sekitar 1372 sampai dengan 1377.
Sebelum kerajaan ini didirikan, sebenarnnya memang ada masyarakat yang di bawah wilayah Minangkabau yang sudah memiliki suatu sistem politik semacam yang dinamakan Konfeserasi, dan juga merupakan salah satu musyawarah berbagai Nagari dan juga Luhak.

Pengaruh Hindu dan Budha pada Kerajaan Pagaruyung

Kerajaan ini pertama kali di masuki oleh pengaruh dari agama Hindu dan Budha adalah dari Pedalaman daerah Sumatera tengah dan hingga saat ini pun masih saja kita jumpai di sana, tanda masuknya agama hindu budha di daerah tersebut ialah dengan adanya candi Padanglawas dan Muara Takus. Di ketahui bahwa selain kerajaan ini ada juga kerajaan sebelumnya yang pernah didirikan oleh Raja Kertanegara dari Singhasari.

Pengaruh Agama Islam di Kerajaan Pagaruyung 

Perkembangan yang ada pada Kerajaan Pagaruyung terutama yang dimasuki oleh Pengaruh Islam sangatlah berkembang pada masa itu, dan memang tidak lagi banyak yang menentang, malah banyak yang masuk islam kala itu, tepatnya pada masa abad ke 14 dan berkembang saat abad ke 15 dan abad ke 16.

Melalui para Musafir yang ada di Pesisir pantai, dan juga menikahi para gadis di sana. Juga dari jasa para guru guru dan para masyayikh yang kala itu masih ada.

Runtuhnya Kerajaan Pagaruyung

Kekuasaan yang dimiliki oleh Raja Pagaruyung pada saat perang padri mendadak Melemah sekali, meskipun memang raja kala itu masih di hormati, tapi daerah yang ada di pesisir pantai sudah tidak lagi, bahkan mereka terpengaruhi oleh islam di Aceh, bahkan juga Inderapura di Pesisir daerah Selatan telah di nobatkan dengan resmi sebagai Raja Pagaruyung.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 9:44:00 AM
Tags :

Related : Sejarah Kerajaan Pagaruyung

0 komentar:

Post a Comment