Thursday, October 27, 2016

Teori Pasang Surut Beserta Penjelasannya

Teori Pasang Surut Beserta Penjelasannya - Teori Pasang Surut ini merupakan salah satu teori tentang pembentukan tata surya yaitu teori pasang surut. Teori Pasang surut ini sangatlah mengesankan karena dalam terjadinya memerlukan adanya gaya gravitasi yang berada pada gravitasi bumi dan gravitasi bulan. Gaya pasang surut bulan yang berada di permukaan bumi adalah suatu gaya yang menentukan perbedaan selisih gaya gravitasi yang berada di tempat itu sehingga pusat gravitasi bumi dan pusat gravitasi bulan dengan adnya gaya partikel yang diletakkan di permukaan bumi.

Teori Pasang Surut Beserta Penjelasannya

Sehingga terdapat beberapa jenis definisi yang menerangkan tentang teori pasang surut ini, yang dimana mereka menjelaskan tentang peristiwa naiknya suatu massa dan turunnya suatu massa. Hal ini dapat diawali dengan formasi bumi dengan bulan sehingga dapat dikaji dengan menggunakan kosmogoni. Kosmogoni (Cosmogony) ini merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang alam semesta. Sehingga orbit-orbit planet hampir sebidang dan paralel-paralel yang terdapat pada equator matahari.  Baca juga Teori Proses Terbentuknya Bumi

Semua orbit-orbit planet yang berada di matahari memiliki arah putaran yang yang sama yaitu adanya perlawanan arah jarum jam, sehingga hanya beberapa planet yang dapat berotasi searah dengan arah jarum jam tersebut, seperti Planet Venus, Uranus dan Pluto.

Astronom Jeans dan Jeffreys pada tahun 1917 mengeluarkan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya terdiri dari matahari yang saat itu tanpa memiliki anggota atau makhluk hidup. Adanya proses terbentuknya planet-planet dan anggota atau makhluk hidup lainnya terbentuk karena adanya beberapa bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas karena adanya pengaruh gaya gravitasi bintang yang melintas sehingga mendekati matahari.

Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang atau bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil, sehingga dapat berputar mengelilingi matahari. Sehingga proses tersebut akan dapat mendingin sehingga dapat membentuk sebuah bulatan-bulatan yang disebut planet.

Teori pasang surut ini pertama kali dikemukakan oleh seorang geografi yang bernama Buffon pada tahun 1707-1788. Menurut Buffon tata surya berasal dari materi matahari yang terlempar ketika adanya sebuah tabrakan antara matahari dengan komet. Kemudian Astronom Inggris, James Jeans pada tahun 1877-1946 mengemukakan bahwa Tata Surya merupakan sebuah sistem yang merupakan hasil interaksi antara bintang lainnya dan matahari.

Adanya perbedaan ide yang ia munculkan dengan ide Chamberlin dan Moulton ini terletak pada absennya prominensa. Adanya proses pembentukan tata surya menurut teori pasang surut ini menjelaskan bahwa adanya matahari dengan bumi. Dan keadaan keduanya memiliki kadar daya gravitasi yang berbeda. Tetapi massa matahari lebih besar dari pada massa bumi. Namun ketika terjadinya gaya pasang surut antara bumi dengan matahari ini, sehingga akan terbentuk sebuah momentum sudut. Adanya besaran massa yang tidak menjadi patokan utama tentang besaran momentum sudut ini.

Yang paling berpengaruh dalam hal ini adalah adanya kecepatan rotasi dari benda tersebut. Jadi kita tidak perlu resah walaupun matahari tersebut memiliki massa yang sangat besar, sehingga kecepatannya tidak lebih besar dibandingkan dengan kecepatan bumi, maka momentum sudut matahari ini lebih kecil dari pada bumi.

Pada umumnya, struktur planet ini sama seperti struktur tata surya. Sehingga tata surya memiliki beberapa fitur yang sangat berbeda-beda yang harus dijelaskan dengan cara kosmogoni serius. Berikut ini merupakan penjelasan benda-benda angkasa, antara lain :
Baca juga Teori Nebula dan Penjelasannya

Benda-benda luar angkasa

  • Orbit Planet- Orbit Planet ini hampir coplanar dan juga paralel ekuator matahari.
  • Orbit Planet ini hampir berbentuk melingkar.
  • Orbit planet Matahari dapat berlawanan dengan arah rotasi matahari.
  • Planet juga dapat berputar di sekitar sumbu mereka.
  • Adanya jarak planet berada pada sekitar yang dapat mematuhi empiris Titius-Bode hukum i, e.
  • Adanya jarak antara matahari dengan planet-planet lainnya sehingga dapat dihitung dengan menggunakan rumus Hukum Bode.
  • Dimana terdapat sumbu semimajor yang dinyatakan dalam bentuk AU.
  • Planet ini memiliki 98% dari momentum sudut yang berada pada system tata surya, tetapi hanya ada 0,15% dari massa total.
  • Planet terestrial dan raksasa akan menunjukkan bentuk fisik dan perbedaan kimia.
  • Struktur sistem satelit planet sehingga dapat menyerupai miniatur sistem matahari.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 10:57:00 AM
Tags :

Related : Teori Pasang Surut Beserta Penjelasannya

0 komentar:

Post a Comment