Monday, November 14, 2016

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Penyebabnya

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Penyebabnya - Secara umum terjadinya Gempa Bumi di akibatkan dari adanya aktivitas pergerakan dari lempeng bumi yang dapat menimbulkan atau menyebabkan gelombang seismic yang disebarkan oleh sumber energi elastic secara tiba-tiba. Pengertian Gempa bumi itu sendiri yaitu berguncangnya suatu tempat di muka bumi yang disebabkan oleh tubrukan antar lempeng bumi dengan lempeng bumi yang lain, atau juga gempa bumi dapat terjadi akibat patahan aktif, aktivitas gunung api atau runtuhan bebatuan dalam volume sangat besar.

Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Penyebabnya

Kekuatan gempa bumi yang mengakibatkan proses terjadinya gempa bumi ini biasanya diakibatkan oleh aktivitas gunung api, dan runtuhan itu relatif tidak banyak, sehingga dapat di artikan gempa bumi akibat tumbukan antar-lempeng bumi dan patahan aktif, yang sering disebut gempa bumi tektonik. untuk mengetahui bagaimana proses gempa bumi itu terjadi berikut ini adalah penjelasan mengenai proses terjadinya gempa bumi dan penyebabnya secara lengkap. Baca juga Pengertian Gempa Bumi dan Contohnya

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi pada saat batuan yang berada di kerak bumi mengalami tekanan yang sangat besar yang diakibatkan oleh pergerakan lempeng-lempeng yang menjadi landasan benua. Sebagian besar terjadi ketika dua lempengan yang berada di kerak bumi saling bergesekan. Lempengan yang dimaksud disana yaitu lempeng samudera dan lempeng benua.

Ketika lempeng benua dan lempeng samudera saling bergesek dan bertumbukan, akan menghasilkan sebuah gelombang kejut, glombang kejut tersebutlah yang kita rasakan sebagai gempa bumi. Lempeng samudera yang rapat massanya lebih besar ketika bertumbukan dengan lempeng benua di area tumbukan (subduksi) dan akan bergerak menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami sebuah perlambatan akibat bergesekan dengan selubung bumi, yang selanjutnya akan menyebabkan akumulasi energi di area patahan dan area subduksi.

Akibatnya, di daerah sekitar area-area tersebut terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Ketika batas elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti dengan lepasnya energi secara tiba-tiba. Proses tersebut mengakibatkan getaran antar partikel ke segala penjuru arah yang disebut sebagai gelombang gempa bumi (seismic waves). Dan di sekitar daerah tumbukan lempeng-lempeng itulah gempa bumi bisa terjadi.  Baca Juga artikel lengkap tentang Pengertian Tenaga Endogem dan Eksogen

Gempa bumi dapat terjadi hingga jutaan kali dalam setahun, akibat dari pergerakan lempeng bumi yang sangat aktif. Akan tetapi, semua getarannya tidak akan terasa oleh manusia yang ada di atas permukaan bumi. Gempa bumi yang akan dirasakan oleh manusia hanya puluhan kali pada saja setiap tahunnya dan akibatnya dapat merusak bangunan yang ada di atasnya.

Pengukuran Kekuatan gempa bumi diukur dengan skala Richter. Skala Richter terkecil diukur mulai dari 1 (getaran ringan) sampai dengan 9 (getaran merusak). Gempa bumi terbesar dan terparah terjadi pada akhir tahun 2004, yaitu di lautan Hindia, Banda Aceh, Indonesia yang menyebabkan Tsunami.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12:35:00 PM

Related : Proses Terjadinya Gempa Bumi dan Penyebabnya

0 komentar:

Post a Comment