Langsung ke konten utama

Sejarah Kerajaan Galuh Pakuan Pajajaran

Sejarah Kerajaan Galuh Pakuan Pajajaran- Kerajaan Sunda Galuh ataupun sering di sebut dengan Kerajaan Sunda Galuh adalah suatu kerajaan yang ada karena adanya penggabungan kekuasaan antar dua kerajaan, yaitu kerajaan besar yang kala itu ada di tanah jawa dengan nama Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Awalnya kedua kerajaan tersebut adalah pecahan dari hasil kerajaan Tarumanagara yang pernah berdiri dengan gagah dan juga memiliki wilayah kekuasaan yang besar di tanah jawa.

Baca Selengkapnya: Sejarah Kerajaan Pajajaran
sejarah kerajaan galuh

Kerajaan sundan dan galuh pun di dalam sejarah tertuliskan bahwa kerajaan sunda ada di daerah yang sekarang menjadi Kota Bogor sebagai mana kita ketahui, dan kerajaan Galuh ada di Kota Kawali yang tiada lain merupakan suatu kota di mana kita kenal dengan kota tersebut sekarang dengan sebutan Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Ciamis (Kerajaan Panjalu)

Asal Mula Kerajaan Galuh

Kerajaan Galuh dilihat dari segi sejarah, nama kerajaan ini berdasarkan oleh penyatuan antara dua kerajaan yang mana di dalamnya terdapat kerajaan SUNDA dan Kerajaan GALUH, perjalanan pertama yaitu dari Prabu Jaya Pakuan yang mengelilingi Pulau Jawa lalu membuat sajak tulisan sejarah seperti di bawah ini:

“Sadatang ka tungtung sunda, meuntasing cipamali, datang ka alas jawa”

Yang artinya ialah sebagai berikut:

“ketika aku mencapai perbatasan Sunda, aku menyebrangi Cipamai (sekarang yang kita kenal dengan nama Kali Brebes) lalu masuk lah aku ke hutan Jawa”.

Jika kita lihat dalam prasasti yang ada di Bogor, banyak sekali tentang tulisan yang menerangkan kerajaan Sunda juga penjelasan tentang pecahannya dari kerajaan Tarumanagara. Bahkan jika kita main ke Sukabumi banyak sekali yang di tuliskan dalam prasasti tentang kerajaan yang pernah ada dalam tatar sunda ini.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Galuh Sunda

Jaman dahulu kala, di katakan bahwa dalam kerajaan sunda ada raja yang bernama Tarusbawa, dia di angkat menjadi raja karena menggantikan posisi Mertuanya sendiri yaitu Raja Linggawarman yang merupakan pemegang Tahta Raja di Kerajaan Tarumanegara yang terakhir, karena kala itu kerajaan Tarumanagara sudah dalam masa hampir kejatuhan, akhirnya Tarusbawa pun ada keinginan untuk mengembalikan pamor eksistensi nya kembali dari kerajaan Tarumanagara.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Tarumanegara Lengkap

Pada tahun ke 669 Masehi, adalah Peristiwa penggantian Nama yang di lakukan oleh Raja Tarusbawa sebagai kerajaan SUNDA, pendiri dari kerajaan Galuh pun masih merupakan keturunan dari keluarga kerajaan Tarmanagara, ini di jadikan alasan pemisahan dirinya kerajaan Galuh saat itu.

Lokasi Ibu Kota Kerajaan Sunda Galuh

Lokasi kerajaan ini, ada di daerah sekitar pedalam dekat dengan hulu Sungan Cipakancilan yang dalam cerita di ceritakan bahwa tokoh Tarusbawa ini hanyalah di sebut dengan gelarnya yang di namakan Tohaandi Sunda ( yang artinya Raja  Sunda ). Inilah yang menjadi adanya cikal bakan kerajaan sunda dan galuh bersatu sampai dengan tahun 723 Masehi.

Daerah sunda banyak memiliki jutaan sejarah di dalamnya, yang mana tercatat juga terdapat dua buah perasasti yang ada di Daerah Bogor dan juga daerah Sukabumi. Adanya Prasasti ini terdapat di daerah Cibadak dugaan besar pada daerah ini ialah Jadinya kerjaan Sunda yang menjadi Ibu Kota Kerajaan Sunda Galuh.

Postingan populer dari blog ini

Jumlah Pemain Bola Voli Dalam Satu Regu

Jumlah Pemain Bola Voli Dalam Satu Regu - Permainan bola voli adalah olah raga yang sangat digemari oleh kaum laki-laki atau perempuan, dalam permainan ini jumlah pemain nya dibatasi dengan jumlah yang sedikit mengingat lapangan bola voli juga tergolong kecil, berbeda dengan sepak bola yang kita kenal dengan istilah kesebelasan. Jumlah pemain bola voli dalam satu regu maximal ada 6, sedangkan untuk jumlah minumum ada 4 orang.
Baca juga : Ukuran lapangan bola voli standar nasional

Aturan Jumlah Pemain Bola Voli dalam Satu Regu Setiap tim atau regu memiliki jumlah pemain 10 orang, 6 Orang pemain inti dan 4 orang pemain cadanagan. Pada saat pergantian pemain ketika pertandingan berlangsung tidak dibatasi.  Maksimal dalam satu pertandingaan harus ada 6 pemain inti. minimal 4 pemain. Jika kurang dari empat pemain, maka regu bersangkutan dianggap K.O.
Posisi Pemain Saat Pertandingan Bola Voli Posisi pemain ketika pertandingan berlangsung terbagi menjadi 3, diantaranya; 2 Pemain Smasher/spiker…

Tinggi Ring Basket Dari Lantai untuk Putra dan Putri

Tinggi Ring Basket Dari Lantai untuk Putra dan Putri - Ring basket merupakan sesuatu yang termasuk kedalam fasilitas bola basket. Ring basket juga merupakan poin penting dalam permainan bola basket karena ring adalah tempat di mana pemain harus menembak bola ke dalam rangka untuk mengumpulkan poin. Lalu berapakah tinggi ring basket ???
Pada psotingan ini kita akan sama sama mengkaji tinggi ring basket. Ring basket memiliki tinggi yang berbeda. Ketinggian resmi peraturan NBA ring basket adalah 10 kaki dari lantai atau 305cm, dan papan  3,5 kaki vertikal dan 6 kaki horizontal. Hoop berdiameter 18 inci. Ketinggian lingkaran itu adalah standar di semua tingkat bermain.
Baca Juga : Ukuran Lapangan Basket
National Basketball Association memiliki standar yang berbeda untuk hoops basket karena visibilitas dalam permainan dan sifat fisik atlet profesional. Papan pantul basket NBA terbuat dari kaca 1/4-inch-tebal dan 72 inci lebar 42 inci. Konektor terbuat dari  logam, dan lingkaran dan lingkar…

45 Butir-butir Pancasila

45 BUTIR-BUTIR PANCASILA - Sejak tahun 2003, berdasarkan Tap MPR No.I/MPR/2003, 36 butir pedoman pengamalan Pancasila telah diganti menjadi 45 butir butir Pancasila.  Tapi yang sangat disayangkan yaitu tidak adanya kebijakan pemerintah untuk memasukkanya ke dalam kurikulum pendidikan ataupun program doktrinasi lewat media. 
Namun, meski demikian tidak ada salahnya jika kita mengetahui bagaimana cara pengamalan Butir-butir Pancasila tersebut.  Berikut 45 Butir-butir Pancasila beserta contoh sikap yang mencerminkan pengamalannya:

45 BUTIR-BUTIR PANCASILA
A.  Ketuhanan Yang Maha Esa 1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaanya dan ketaqwaanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama anatra pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa…