Monday, November 14, 2016

Teori Lempeng Tektonik

Teori Lempeng Tektonik - Pergerakan benua dan dasar laut menurut dinyatakan para ahli disebabkan adanya sebuah lempeng didalam kerak bumi. Lempeng-lempeng ini terapung di atas mantel bumi. Arus konveksi yang kuat sangat di dalam astenosfer akan menggerakkan lempeng-lempeng ini di permukaan bumi. Teori Tektonik lempeng inilah yang dinamakan teori lempeng tektonik. Secara garis besar lempeng tektonik di dunia dibagi menjadi dua, yaitu lempeng samudera yang merupakan dasar laut, dan lempeng benua yang merupakan daratan.

Teori Lempeng Tektonik

Lempeng samudera memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan lempeng benua. Lempeng samudera sering kita disebut juga dengan lapisan sima dan lempeng benua disebut juga dengan lapisan sial. Lempeng-lempeng tersebut adalah lempengan penyusun bumi, Lempengan yang menyusun bumi terdiri atas lempeng tektonik yang besar dan juga lempeng tektonik yang kecil. Lempeng tektonik tersebut diantaranya. Baca Lebih lengkap Pengertian Gempa Tektonik dan Penyebabnya

Lempeng tektonik Besar

Lempeng Tektonik Besar merupakan salah satu jenis lempengan penyusun dari bumi ini, berikut ini merupakan lempeng besar yang ada di muka bumi yang menyusun bumi.

  • Lempeng Fasifik, meliputi wilayah lautan Fasifik 
  • Lempeng Amerika Utara, meliputi wilayah Amerika Utara 
  • Lempeng Antartika, meliputi benua dan lautan Antartika 
  • Lempeng Amerika Selatan, meliputi wilayah Amerika Selatan 
  • Lempeng Afrika, meliputi wilayah di Afrika, lautan Atlantik bagian timur, dan lautan Hindia bagian barat. 
  • Lempeng Hindia Australia, meliputi wilayah Lautan Hindia, subkontinen India, dan Australia bagian barat.

Lempeng Tektonik Kecil

Selain lempeng tektonik yang besar, bumi juga tersusun atas lempeng-lempeng taktonik yang berukuran kecil, antara lain:
  • Lempeng Nazca 
  • Lempeng Cocos 
  • Lempeng Filipina 
  • Lempeng Karibia 
  • Lempeng Arab 
  • Lempeng Gorda 
  • Lempeng Scotia 
  • Lempeng Juan de fuca 
  • Lempeng Rivera
Pergerakan antar lempeng tektonik ini menyebabkan bentukan-bentukan alam semesta, sehingga membentuk batas antar wilayah yang memiliki tiga sifat. Tiga sifat lempeng lempeng tersebut antara lain divergen atau menjauh, konvergen atau saling bertumbukan, dan lateral displacement atau sesar mendatar.

Batas Divergen

Batas divergen terjadi ketika lempeng-lempeng bergerak saling menjauh proses saling menjauhnya antara dasar samudera. Magma mengalir keluara dari astenosfer dan terbentuklah sebuah lapisan batuan (litosfer) baru. Tekanan yang berasal dari dalam bumi sangat besar, sedangkan kerak bumi sangat tipis sehingga menyebabkan adanya batas divergen. Daerah yang banyak memiliki batas divergen adalah daerah Afrika bagian timur dan Laut Merah.

Batas Konvergen

Terjadinya batas kovergen yaitu ketika sebuah lempeng terbentuk dan saling menjauh satu sama lain di suatu daerah, maka ditempat lain akan terjadilah sebuah komvergensi dan tumbukan antar lempeng. Besarnya kekuatan tumpukan tergantung pada lapisan batuan lempeng yang ada di daerah tersebut.

Masa lempeng benua yang lebih ringan di bandingkan dengan masa lempeng samudra sehingga Lempeng dengan masa lebih ringan akan mendorong lempeng dengan masa lebih berat kebawah. Proses inilah yang biasanya disebut dengan subdaksi dan daerah yang terbentuk kearena adanya subdaksi disebut dengan zona subdaksi. Baca juga Pengertian Tenaga Endogen dan Eksogen

Zona subdaksi dan batas konvergen akan terjadi jika ada pertemuan dan tumpukan antara lempeng samudra denagn lempeng benua.

Leteral displacement

Lateral displacement terjadi ketika ada dua lempeng yang bergerak pada garis yang sama, tidak saling menjauh dan tidak saling bertumpukan, misalnya satu lempeng bergerak ke arah utara dan yang satunya lagi bergerak ke selatan tanpa ada rekahan atau dikenal dengan pergeseran antar keduanya. Kejadian ini tidak akan menyebabkan penghilangan atau pemunculan kerak bumi, tetapi sepanjang daerah itu akan terbentuk sesar. Gerakan lempeng tektonik tersebut akan menyebabkan gempa bumi dan terbentuknya gunung.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 1:10:00 PM

Related : Teori Lempeng Tektonik

0 komentar:

Post a Comment