Saturday, December 31, 2016

Pengertian Bintang Dalam Tata Surya

Pengertian Bintang Dalam Tata Surya - Bintang merupakan salah satu benda langit yang dapat memancarkan cahayanya sendiri tanpa perlu bantuan benda yang lain ataupun tidak seperti bukan yang cahayanya di dapat dari pantulan dari cahaya matahari namun demikian ada juga bintang yang tidak menancarkan cahayanya sendiri biasanya bintang tersebut dinamakan dengan bintang semu. Definisi bintang Menurut ilmu astronomi yaitu benda-benda langit yang massif. Yang dimaksud dengan masif disini yaitu benda langit yang bermassa antara 0,08 hingga 200 kali dari massa matahari yang dapat melakukan pembangkitan energi melalu infusi nuklir. 

Pengertian Bintang Dalam Tata Surya

Oleh karena itu bintang katai putih dan bintang neutron yang sudah tidak memancarkan cahaya atau energi juga tetap disebut sebagai bintang. Bintang yang terdekat dengan Bumi adalah Matahari dengan jarak sekitar 149,680,000 kilometer, kemudian bintang Proxima Centauri dalam rasi bintang Centaurus dengan jarak sekitar empat tahun cahaya. Baca Lebih Lengkap Teori Bintang Kembar dan Penjelasannya

Dari definisi diatas Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya, Terdapat dua jenis bintang yaitu bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu adalah sebuah bintang yang tidak menghasilkan cahayanya sendiri, akan tetapi memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata adalah bintang yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara umum, definisi bintang adalah sebutan dari benda langit atau objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang nyata).

Karakteristik bintang

Dengan diketahuinya karakteristik bintang maka anda dapat membedakan antara bintang dengan benda langit yang lainnya yang tampak seperti bintang.

Diameter Cakram Bintang

Diameter Cakram dari sebagian besar bintang sangatah kecil diameter sudutnya, sehingga tidak dapat diamati dengan teleskop optis bumi yang ada pada saat ini, oleh karena itu untuk mengamati bintang dibutuhkan teleskop interferometer untuk menghasilkan Diameter cakram yang benar dari sebuah bintang. Untuk Ukuran dari bintang sangatlah beragam, mulai dari bintang neutron yang hanya berdiameter antara 20-40 km, hingga bintang maharaksasa seperti Betelgeuse dalam rasi bintang Orion, yang berdiameter sekitar antara 650 kali diameter matahari atau juga sekitar 900 juta km. Namun demikian Bintang Betelgeuse memiliki kepadatan yang jauh lebih rendah dari matahari.

Medan Magnet Bintang

Medan magnet dari sebuah bintang dihasilkan dari bagian dalam bintang, yaitu tempat terjadinya sirkulasi konveksi dari bintang. Gerakan dari plasma konduktif di bintang ini berfungsi seperti dinamo, yaitu menghasilkan medan magnet yang meliputi seluruh permukaan bintang. Kuat atau lemahnya medan magnet dari sebuah bintang tergantung dari massa dan kandungan yang dimiliki bintang tersebut, dan juga dari jumlah aktivitas magnet dari permukaan bintang yang kuat atau lemahnya kecepatan dari rotasi bintang.

Kinematika Bintang

Kinematika atau juga Gerak relatif dari sebuah bintang terhadap matahari dapat memberikan informasi dan gambaran yang penting mengenai bagaimana asal mula Bintang Tersebut dan juga informasi umur dari bintang tersebut, bahkan juga mengenai struktur dan evolusi galaksi yang terjadi di sekitar bintang tersebut.

Komponen Kimia Bintang

Komposisi Kimia dari bintang yang berada di galaksi Bima Sakti yaitu massanya terdiri dari sekitar 71% hidrogen dan 27% helium, dan sisanya sedikit unsur-unsur yang lebih berat.

Laju Rotasi Bintang

Rotasi Laju rotasi bintang dapat diukur dengan mengamati laju rotasi dari bintik bintang. Bintang-bintang muda biasanya memiliki laju rotasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju rotasi dari bintang yang lebih tua, yaitu sekitar 100 km/s yang diukur pada ekuatornya. Bintang degenerat adalah bintang yang telah menyusut menjadi massa yang kompak dan mengakibatkan laju rotasi tinggi. Namun laju rotasi ini masih lebih rendah dari yang diperkirakan oleh hukum kekekalan momentum sudut. Baca juga artikel terkait Teori Nebula Beserta Penjelasannya

Suhu Permukaan Bintang

Suhu dari permukaan bintang deret utama ditentukan dengan laju penghasilan energi pada inti bintang yang diperkirakan dari indeks warna bintang. Suhu di sekitar daerah inti sebuah bintang mencapai jutaan derajat celsius. Suhu sebuah bintang menentukan laju ionisasi berbagai unsur di dalamnya, juga menentukan sifat garis serapan spektrumnya. Suhu permukaan, magnitudo absolut dan sifat serapan spektrografi bintang digunakan sebagai dasar untuk pengklasifikasian bintang.

Umur Bintang

Penentuan umur dari bintang yaitu ditentukan dari massanya yaitu seemakin tinggi massa sebuah bintang maka semakin pendek pula umurnya. Semua ini disebabkan dari massa bintang yang tinggi akan mempunyai tekanan yang tinggi juga pada inti bintang tersebut, sehingga akan menyebabkannya kebakaran hidrogen dengan lebih cepat. Bintang-bintang paling masif bertahan rata-rata hanya beberapa juta tahun, sementara bintang dengan massa minimum (katai merah) membakar bahan bakarnya dengan perlahan dan bertahan hingga puluhan sampai ratusan miliar tahun.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12:48:00 PM

Related : Pengertian Bintang Dalam Tata Surya

0 komentar:

Post a Comment