Tuesday, December 20, 2016

Peninggalan Kerajaan Banjar Beserta Gambarnya

Peninggalan Kerajaan Banjar Beserta Gambarnya – Kerajaan yang berlokasi di daerah Banjarmasin ini dahulu dikenal dengan Kerajaan Banjar bahkan sampai sekarang pun seperti demikian, melihat dalam sejarah, banyak sekali peninggalan dari kerajaan banjar ini juga, namun yang terkenal adanya sampai sekarang itu ada 3 peninggalan yang masih bisa di rawat dan juga di jaga dengan baik oleh Negara.

Mengenai peninggalan ini, saya akan tanya dulu? Pernah kah kalian mendengar candi? Ataupuun prasasti? Ataupun stupa? Hehe. Tentu yang tahu udah tahu, yang belum tahu mungkin bengong aja nyampe nanti ya, na salah satu dari peninggalan kerajaan banjar yang dahulu ada itu adalah candi dan juga masjid.

Baca juga : Sejarah Kerajaan Banjar Lengkap

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Banjar

1. Candi AGUNG AMUNTAI

candi agung suriansyah - peninggalan kerajaan banjar
Gambar Candi Agung Amuntai
Candi ini merupakan peninggalan yang pertama dalam sejarah dari kerajaan banjar, yang pada masa ini di sebut dengan Masa Peradaban Kuno, candi agung amuntai ini adalah candi yang telah di bangun oleh Sang Empu Jatmika yang saat itu abad ek 14 M. pada mula kerajaan ini lah akhirnya lahir beberapa dan banyak sekali kerajana hindu yang ada di banjar saat itu, salah satunya melahirkan kerajaan Daha yang ada di Negara dan juga Kerajaan Banjarmasin.

Dan konon katanya sejarah berkata bahwa Kerajaan Hindu Negaradipa di dirikan pada saat tahun ke 1438 masehi di suatu persimpangan sebuah sungai yang ada 3 aliran sungai, diantaranya yatiu Balangan, Tabalong dan juga Negara. Cikal bakal adanya suatu kerajana banjar ini pada saat di perintahkan oleh Pangeran Surianata dan juga Putri Junjung Buih yang merupakan Pemerintah Patih Lambung Mangkurat juga. Negaradipa ini akhirnya di kembangkan menjadi sebuah Kota AMUNTAI.

Dan candi agung amuntai ini  telah di perkirakan oleh para ahli sejarah sebanyak berusia 740 tahun kurang lebihnya. Bahan yang di buat untuk candi agung amuntai ini telah di dominasikan oleh sebuah kayu dan juga sebuah batu.

Kondisinya sangatlah masih kokoh sampai saat ni, pada tulisan candi ini banyak juga di temukan beberapa benda lainnya yang masih merupakan Peninggalan Kerajaan Banjar juga yang katanya usia nya juga sekitar kira kira 200 tahun sebelum masehi adanya.

Perlu kalian ketahui juga, bahwa candi ini  merupakan candi yang di dalamnya mirip sekali dengan batu batuan merah yang sekarang sering kita pakai buat rumah. Namun sepertinya jikalau di sentuh tetap saja ada perbedaannya, yaitu batu yang ada di candi ini lebih berat dan lebih kuat juga di bandingkan dengan batu bata merah yang sering kita pakai sekarang ini.

Akhirnya candi ini di jadika sebuah situs wisata yang dapat kita kunjungi kapan saja, Karena katanya sekarang ini candi ini di buatkan seperti rumah banjar dan terlihatnya sangat nyaman.

2. Masjid Sultan Suriansyah

Masjid Bersejarah
Gambar Masjid Bersejarah Sultan Suriansyah
Masjid ini merupakan masjid yang menyimpan sejuta sejarah yang juga sekaligus merupakan masjid yang tertua yang ada di daerah Kalimantan Selatan, masjid ini jika di lihat dalam sejaran ada dan di bangun saat pemerintahan Sultan Suriansyah yaitu tepatnya pada tahun ke 156 sampai 1550 sebelum masehi. Ia merupakan raja banjar yang pertama dan juga pemeluk agama islam yang kuat.

Masjid ini berada di daerah Kelurahan Kuin Utara yang tidak lain adalah ibukota Kesultanan Banjar yang pertama kalinya ada. Di banjarmasih utara lah tepatnya adanya masjid ini , dan kanya ini juga di kenal dengan sebut Banjar Lama.

Masjid sultan ini merupakan Masjid bersejarah yang juga di buat dengan arsitektur yang uni dan menarik di padu dengan konstruksi panggung dan juga beratap Tumpang, masjid ini bergaya tradisional Banjar. Masjid ini di dirikan di sebuah tepi sungan KUIN.

Kondisi Ruangan Mesjid Sultan Suriansyah

Ada yang mengatakan bahwa masjid sultan ini merupakan salah satu pola yagna da pada arsitektur MASJID AGUNG DEMAK, yang di bawa juga dari nya agama islam ke daerah banjar ini oleh sang Khatib DAYAN. Sedangkan masjid demak juga di pengaruhi oleh arsitektur jawa kuno yang ada pada masa kerajaan hindu, makanya tidak aneh jika masjid ini terlihat unik juga dan banyak sekali terlihat percampuran arsitekturnya.

Bentuk dari gabungan beberapa arsitektur tadi dapat kita lihat pada 3 aspek yang paling penting juga paling pokok di ruangan Masjid Sultan ini. Yaitu sebagai berikut :

a. Atap meru
b. Ruang Kramat atau masyarakat di sekitarnya menyebutnya CELLA
c. Tiang guru yang mengelilingi Ruang Cella

Nah, terakhir kata nya masjid ini di berikan pada cucu dari Sultan Suriansyah yaitu Pangeran Hidayatullah lewat suatu surat wasiat yang panjang, berikut surat wasiat dari Sultan yang aslinya menggunakan huruf arab dan berbahasa dengan melayu Banjar. Namun saya akan memberikan terjemahannya saja.

Terjemahan :

Bismillahirrahmannirrohim

Asyhadualla ilaha ilalloh naik saksi aku tiada Tuhan lain yang di sembah dengan se-benar2nya hanya Allah

Wa asyhaduanna Muhammad- arasululloh naik saksi aku Nabi Muhammad itu se-benar2nya pesuruh Allah Ta’ala

Dan kemudian dari pada itu aku menyaksikan kepada dua orang baik2 yang memegang hukum agama Islam yang pertama Mufti Haji Jamaludin yang kedua pengulu Haji Mahmut serta aku adalah didalam tetap ibadahku dan sempurna ingatanku.
Maka adalah aku memberi kepada cucuku Andarun bernama Pangeran Hidayatullah suatu desa namanya Riyam Kanan maka adalah perwatasan tersebut dibawah ini ;

Mulai di Muha Bincau terus di Teluk Sanggar dan Pamandian Walanda dan Jawa dan terus di Gunung Rungging terus di Gunung Kupang terus di Gunung Rundan dan terus di Kepalamandin dan Padang Basar terus di Pasiraman Gunung Pamaton terus di Gunung Damar terus di Junggur dari Junggur terus di Kala’an terus di Gunung Hakung dari Hakung terus di Gunung Baratus, itulah perwatasan yang didarat.

Adapun perwatasan yang di pinggir sungai besar maka adalah yang tersebut dibawah ini;

Mulai di Teluk Simarak terus diseberang Pakan Jati terus seberang Lok Tunggul terus Seberang Danau Salak naik kedaratnya Batu Tiris terus Abirau terus di Padang Kancur dan Mandiwarah menyebelah Gunung Tunggul Buta terus kepada pahalatan Riyam Kanan dan Riyam Kiwa dan Pahalatan Riyam Kanan dengan tamunih yaitu Kusan.

Kemudian aku memberi Keris namanya Abu Gagang kepada cucuku.

Kemudian lagi aku memberi pula suatu desa namanya Margasari dan Muhara Marampiyau dan terus di Pabaungan kaulunya Muhara Papandayan terus kepada desa Batang Kulur dan desa Balimau dan desa Rantau dan desa Banua Padang terus kaulunya Banua Tapin.

Demikianlah yang berikan kepada cucuku adanya.

Syahdan maka adalah pemberianku yang tersebut didalam ini surat kepada cucuku andarun Hidayatullah hingga turun temurun anak cucunya cucuku andarun Hidayatullah serta barang siapa ada yang maharu biru maka yaitu aku tiada ridho dunia akhirat.
Kemudian aku memberi tahu kepada sekalian anak cucuku dan sekalian Raja-raja yang lain dan sekalian hamba rakyatku semuanya mesti me-Rajakan kepada cucuku andarun Hidayatullah ini buat ganti anakku Abdur Rahman adanya.

Sekian dulu artikel mengenai Peninggalan Kerajaan Banjar nya, sering mampir ya ke blog ini untuk dapat kan sejarah kerajaan yang lain di sajikan dengan lengkap dan actual juga.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 4:38:00 PM
Tags :

Related : Peninggalan Kerajaan Banjar Beserta Gambarnya

0 komentar:

Post a Comment