Wednesday, December 7, 2016

Peninggalan Kerajaan Pajang dan Gambarnya

Peninggalan Kerajaan Pajang dan Gambarnya Tokoh Jaka Tingkir dalam film yang sering kita lihat, memang benar adanya. Namun dalam pertokohan sangat jauh dari fakta yang ada, dimana jaka tingkir ini siapa yang tahu bahwa beliau merupakan penyebar islam di nusantara juga. Karena kerajaan Pajang merupakan Kerajaan tua juga dalam peradaban Kerajaan Islam di Indonesia ini.

Kerajaan pajang pertama kali di dirikan oleh Jaka Tingkir, asal dari peralihan kerajaan demak yang kala itu mengalami keruntuhan dan kehancurannya. Hingga saat ini pun masih banyak peninggalan yang tersisa  dari kerajaan pajang ini, diantaranya yang paling terkenal adanya dan masih bagus ialah masjid laweyan, pasar laweuyan dan bandar kabanaran.

Daftar Peninggalan Kerajaan Pajang

Berikut di bawah ini rincian penjelasannya dari peninggalan jaman kerajaan pajang :

1. Masjid Laweyan
mesjid laweyan
Gambar Mesjid Laweyan
Masjid ini berada di kampung Batik Laweyan tepatnya di daerah Solo, jika di ukur maka kurang lebih bangunan ini berukuran seluas 162 meter persegi. Siapa yang menyangka bahwa masjid laweyan ini di dirikan dari tahun 1546 Masehi, sampai sekarang pun masih ada dan masih terus di jaga oleh masyarakan setempat.

Pada masa raja JOKO TINGKIR memerintah di kerajaan Pajang, masjid ini lah yang di dirikannya juga masjid ini lah masjid yang sangat kental dengan unsur tradisional yang ada di daerah jawa pada umumnya. Mengingat masjid ini juga dekat dengan makam makam raja dan juga Kerabat Kasunanan, maka masjid ini pun mejadi letak sejarah tentang keberadaan Ki Ageng Henis.

Pada saat itu, ruangan masjid banyak di bagi bagi, bahkan sampai ada 3 ruangan. Diantaranya yaitu Ruang Induk atau sering di sebut ruang utama dan juga serambi masjid tersebut yang juga di bagi menjadi Serambi Kanan dan Serambi Kiri. Masjid ini juga sangat di pengaruhi oleh kerajaan Surakarta yang juga sangat terlihat dalam bentuk masjidnya yang berubah ubah.

Pada salah satu kompleks daerah masjid ini ada pemakaman untuk para bangsawan keraton solo, di makam ini juga banyak tumbuhan yang langka, salah satu nya di sebutkan pohon nagasari yang usianya kurang lebih 500 tahun lebih, juga merupakan suatu perwujudan penjagaan makam oleh naga.

Gerbang makam nya pun terdiri dari Betari Durga, dan terdapat suatu simbolisme penjagaannya dari Betari Durga. Makam ini pun pernah di renovasi oleh Paku Buwono X bersama dengan pas renovasi Keraton Kasunanan.


Berikut nama nama Raja Kerajaan Pajang yang di kuburkan di kompleks masjid laweuyan tersebut:

1.Kyai Ageng Henis
2.Susuhunan Paku Buwono II yang memindahkan Keraton Kartasura ke Desa Sala hingga menjadi Keraton Kasunanan Surakarta. Konon Paku Buwono II ingin dimakamkan dekat dengan Kyai Ageng Henis dan bertujuan untuk menjaga Keraton Kasunanan Surakarta dari serangan musuh.
3.Permaisuri Paku Buwono V
4.Pangeran Widjil I Kadilangu sebagai Pujangga Dalem Paku Buwono II-Paku Buwono III yang memprakarsai pindahnya Keraton dari Kartasura ke Surakarta.
5.Nyai Ageng Pati
6.Nyai Pandanaran
7.Prabuwinoto anak bungsu dari Paku Buwono IX
8.Dalang Keraton Kasunanan Surakarta
9.Kyai Ageng Proboyekso

2. Bandar Kabanaran
bandar kabanaran
Gambar Bandar Kabanaran
Peninggalan yang ke dua dari kerajaan pajang ialah Bandar Kabanaran. Dimana bandar ini merupakan suatu pelabuhan yang terkenal. Pada saat kiyai ageng henis tinggal di daerah laweyang dengan membawa misi dakwahnya maka beliau juga mengada kan suatu bisnis perdagangan di daerah laweyang. Yang tidak lain salah satu dari karyanya yang terkenal ialah teknik pembuatan batik pada penduduk setempat.

Saat itu perdagangan yang ada di daerah laweyan semakin terasa ramai dan juga berkembang dengan pesat. Karena itu terlihat juga arus lalu lintas yang sangat padat dalam perdagangan dan mendukung sangat pekembangan perdagangan daerah tersebut. Bandar kabanaran ini juga merupakan pelabuhan yang menghubungkan kerajaan pajang dengan Bandar Besar Nusupan yang ada di tepi sungai Bengawan Solo.

3. Pasar Laweyan
pasar laweyan
Gambar Pasar Laweyan
Diceritakan tadi juga bahwa di daerah laweyan ada pelabuhan bandar kabanaran, maka dari itu pastilah tidak lepas dari pasar perdagangan yang membuat pelabuhan itu berkembang. Sampai sekarang kerajaan pajang juga meninggalkan pasar laweyang yang ada di timur sebelah kampung setono.

Pasar ini juga merupakan pusat perdagangan bahan pakaina dan juga kain tenun. Semenjak tahun 1546 masehi pasar ini banyak sekali memperoduksi jenis batik yang berasal dari para masyarakat di kampung tersebut juga.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 8:43:00 PM
Tags :

Related : Peninggalan Kerajaan Pajang dan Gambarnya

0 komentar:

Post a Comment