Friday, December 23, 2016

Prasasti Kerajaan Sriwijaya dan Gambarnya

Prasasti Kerajaan Sriwijaya dan Gambarnya – Prasasti dari peninggalan kerana Sriwijaya ini banyak juga yang di temukan, karena selaku kerajaan maritime yang terbesar juga, wilayah kekuasaan dari kerajana sriwijaya ini juga sangtlah besar dan juga sangat luas, dan ini pun membuktikan bahwa memang peninggalannya pun sangatlah banyak dan ada sekali di setiap tempatnya.

Kerajaan sriwijaya ini pun memiliki kerajaan kerajaan kecil yang bercabang, dan semakin berjalannya waktu maka di satukan lah kerajaan yang kecil dengan berpusat di sriwijaya. Dan untuk peninggalan dari prasasti nya akan saya rincikan sekarang, selamat menyimak dan semoga bermanfaat.

Prasasti peninggalan kerajaan sriwijaya lengkap dengan gambarnya 

1. Prasasti Ligor

Prasasti yang pertama dari peninggalan kerajana yaitu prasasti ligor, prasasti ini terdapat di daerah yang dinamakan Ligor juga, namun sekarang keberadaan dari prasasti ini di Nakhon Si Thammarat, di Thailand Selatan. Prasasti ini adalah sebuah batu pahatan yang di tuli dalam dua sisi, yang bagian pertamanya di sebut dengan Prasasti LIGOR A atau di sebut juga dengan nama Manuskrip Viang Sa, dan di bagian yang lainnya itu di sebut juga dengan Prasassti LIGOR B.

Isi dari Prasasti ligor ini bertuliskan jenis huruf Pallawa dan juga bahasanya Sansakerta, isi dalam prasasti ini para ahli sejarah menerjemahkan sebagai berikut :

Dari Prasasti Ligor A, ini berisikan tentang berita dari Raja Sriwijaya, memujinya dan juga mengagungkannya, dalamnya juga berisikan Raja dari segala raja yang ada di dunia ini, dan yang mendirikan Trisamaya Caitya untuk Karaja. Lalu dalam prasasti yang ligor B isinya menjelaskan Berangka tahun 775 yang menandakan pembuatan prasasti tersebut pada tahun itu. Dan juga yang isinya itu tentang nama Visnu yang bergelar di Sri Maharaja, dari keluarga Sailendravamsa juga dari yang di juluki dengan sesayvarimadayimathana atau diartikan dengan pembunuh musuh musuh sombong yang tidak bersisa.

2.Prasasti Palas Pasemah

prasasti pelas pasemah
Gambar prasasti kerajaan sriwijaya
Di tulis dengan aksara Pallawa dan memakai Bahasa Melayu Kuno sebanyak 13 baris, ini lah prasasti peninggalan dari kerajaan Sriwijaya yang selanjutnya. Ditemukan di Palas Pasemah yang sekarang di gunakan sebagai nama dari prasasti ini, berbentuk batu dan juga memiliki angka tahun pembuatannya, naming bentuk dari aksaranya ataupun tulisannya itu prasasti ini menurut para sejarawan ada sekitar akhir abad ke 7 masehi, tepatnya sesudah berdirinya kerajaan Sriwijaya ini.

Isi dari prasasti ini menjelaskan tentang kutukan untuk orang orang yang tidak tunduk dan juga tidak patuh pada Sriwijaya. Memang unik juga isi dari prasasti ini, mungkin ini merupakan sebuah ancaman, karena pada saat jaman kerajaan sriwijaya ini memang banyak sekali kerajaan lain yang ingin meruntuhkan kejayaannya dan juga keperkasaannya.

3.Prasasti Leiden

Prasasti ini merupakan sebuah Manuskrip yang telah di tulisakan pada suatu lempengan dari tembaga yang didalamnya pun berisikan tulisan tahun 1005 yang di tuliskan juga dari Bahasa sansakerta dan juga Bahasa Tamil, tamil itu ada di daerah India sekarang. Nama dari Prasasti ini pun sangat unik, yaitu tempat dimana di temukannya prasasti ini tepatnya di daerah KITLV Liden, Negara Belanda. Maka dari itu, jika salah satu dari kalian ingin  melihat langsung prasasti ini silahkan siapkan Visa dulu.

Isi dari prasasti ini pun memperlihatkan adnaya hubungan kerajaan Sriwijaya dengan Dinasi SAILENDRA dari Sriwijaya dan juga Dengan Dinasti Chola dari Tamil yang ada di daerah India Selatan.

4.Prasasti Kota Kapur

prasasti kota kapur
Gambar prasasti kerajaan sriwijaya Kota Kapur
Prasasti yang ada di daerah Pesisir Barat Pulang Bangka sekarang, prasasti inilah yang di namakan menurut tempat penemuannya, juga ini pun merupakan prasasti peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya. Prasasti ini di namakan “Kota Kapur” karena memang lokasi yang menemukannya saat itu di kota kapu. Tulisan yang terdapat pada prasasti ini menggunakan jenis huruf pallawa namun menggunakan Bahasa melayu kuno.

Pnenmu dari Prasasti ini ialah J.K. Van Der Meulen pada bulan Desember tahun 1892 Masehi, ini pun menjadi salah satu dokumen yang tertulis yang tertua berbahasa melayu kuno di Nusantara kita ini. Adapun isi dari prasasti kota kapur ini menjelaskan tentang prasasti yang ada di kota kapur ini merupakan salah satu dari lima buah jenis batu yang telah di kutuk oleh Dapunta Hiyan, seorang penguasa yang menguasai Kedutaan Kerajaan Sriwijaya saat itu.

5.Prasasti Kedukan Bukit

prasasti kedukan bukit
Gambar prasasti kerajaan sriwijaya Kedukan Bukit
Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang selanjutnya ialah prasasti yang telah di temukan oelh M. Batenburg pada tanggal 29 November tahun 1920 masehi. Di kampong yang dinamakan dengan Kedukan Bukit, keluarahan 35 Ilir, daerah Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Lokasi yang lebih rinci nya lagi ialah tempat di tepi sungai Tatang yang mengalir ke Sungai Musi tempat dimana prasasti ini di temukan.

Lagi lagi aksaranya dalam prasasti ini dari pallawa dan juga menggunakan Bahasa Melayu Kuno. Dan pada saat ini parasasti kerajaan sriwijaya ini di simpan di Museum Nasional Indonesia. Dan isi dari Prasasti ini menjelaskan bahwa Dapunta Hyang mengadakan perjalanan suci yang dinamakan Sidhayarta dengan perhu dan juga membawa kurang lebinya sekitar 2.000 orang dalam perjalanan tersebut dan akhirnya hasil dari perjalanan tersebut bisa menaklukan beberapa daerah dan memperluas kekuasaan kerajaan Sriwijaya.

6.Prasasti Hujung Langit

prasasti hujung langit
Gambar prasasti kerajaan sriwijaya Prasasti Hujung LANGIT
Prasasti ini di kenal juga dengan nama Prasasti Bawang, perasasti yang berbentuk batu yang di temukan di daearh Desa Haur Kuning, Lampung. Prasasti yang merupakan Prasasti Kerajaan Sriwijaya ini memiliki isi yang ditulis dengan jenis huruf Pallawa dan menggunakan Bahasa Melayu Kuno. Tulisan yang ada pada Prasasti ini sudah sangat Angus, namun masih bisa teridentifikasi angka pada tahun nya yaitu angka 919 saka atau 997 masehi, ini pun merupakan tahun pembuatan prasasti ini. Isi dari prasast hujung langit ini menjelaskan tentang prasasti ini pemberian tanah Sima.

7.Prasasti Talang Tuwo

prasasti talang tuwo
Gambar prasasti kerajaan sriwijaya Talang Tuwo
Prasasti Kerajaan Sriwijaya ini telah di temukan oleh Louis Constant Wetenenk (seorang residen Palembang Kontemporer) tepatnya tanggal 17 November tahun 1920 di Kaki Bukit Seguntang. Isi dari prasasti ini merupakan do’a do’a dedikasih yang sampai saat ini doa doa ini masih di jalankan dan juga di yakini oleh para masyarakat sekitar. Dengan di temukannya kata kata yang merupaka istilah istlah dari Bahasa sansakerta tersebut memang di guanakan pada umumnya di dalam ajaran yang di bawa oleh Mahayana.

8.Prasasti Telaga Biru

prasasti telaga biru
Gambar prasasti kerajaan sriwijaya Telaga Biru
Prasasti Sriwijaya ini di temukan di sekitar Kolam Telaga Biru kota Palembang Sumatera Selatan, sekitar tahun 1935 masehi, dan prasasti ini juga sekarang masih di simpan aman di Museum Nasional Jakarta, di lokasi sekitar prasasti peninggalan dari kerajaan kerajaan yang ada di tanah air. Terdapat 2 prasasti telaga batu, yang masih masing di temukan dengan terpisah dan juga waktu yang beda.

Isi dari prasasti Telaga Biru ini merupakan kutukan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan pada Kedatuan Sriwijaya dan yang tidak taat kepada pemerintahan Datu, Casparis berpendapat bahwa orang orang yang di sebut dalam prasasti ini merupakan orang yang berkategori berbahaya juga dan berpotensi untuk melawan pada kedatuan sriwijaya sehingga mereka semua perlu di Sumpah.

9.Prasasti Karang Birahi

prasasti karang birahi
Gambar prasasti kerajaan sriwijaya Karang Birahi
Prasasti ini adalah sebuah prasasti yang ada dari zaman kerajaan Sriwijaya yang di temukan pada tahun 1904 oleh Kontrolir L.M. di Tepian Batang Merangin. Prasasti ini juga terletak di daerah Dusun Batu Bersurat, desa KARANG Berahi di Kabupaten Merangin daerah Jambi. Isi dari Prasasti ini merupakan kutukan juga bagi orang yang tidak setia ataupun tidak taat pada raja Sriwijaya dan juga yang berbuat jaha. Kutukan ini pun mirip dengan yang ada pada Prasasti kota Kapur dan Prasasti Telaga Batu.

Dari sekian banyak prasasti yang di tinggalkan, hanya 9 prasasti kerajaan sriwijaya saja yang dapat saya jelaskan, terimakasih dan juga terus berkunjung ke blog ini agar dapat terus mendalami berbagai sejarah di Nusantara kita ini.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 8:54:00 PM
Tags :

Related : Prasasti Kerajaan Sriwijaya dan Gambarnya

0 komentar:

Post a Comment