Friday, December 30, 2016

Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

Sejarah Gunung Tangkuban Terahu – Siapa orang yang tidak tahu akan legenda ataupun dongeng tentang Sangkuriang? Ya, tentulah tidak ada! Karena dengan cerita rakyat yang begitu kental dan juga sangat menarik tentang sangkuriang ini dijadikan asal muasal adanya Gunung yang sekarang menjadi pusat wisata yang paling laris di kunjungin oleh wisatawan di daerah Bandung ini, yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Wisatawan yang datang pun tidak hanya dari dalam negeri saja, namun luar negeri pun banyak yang penasaran dengan sejarah dan juga panorama alam yang di sajikan di Gunung Tangkuban Perahu ini, ataupun sering juga masyarakat sunda menyebutnya dengan Gunung Sangkuriang.

Di daerah Bandung Jawa Barat itupun tempat ini menjadi tempat yang paling di rekomendasikan juga untuk kita berekreasi bareng keluarga, sahabat ataupun orang yang special. Dan ternyata Gungung Tangkuban Perahu ini pun memiliki arti Perahu yang Terbalik, karena di beri nama ini memang mirip sekali bentuk dan juga kelihatannya dengan posisi perahu yang terbalik, dan menurut rumor dan cerita rakyat yang terkenal itu gunung itu memang benar perahu yang terbalik, mau tahu tentang ceritanya? Terus lanjutkan membaca!

sejarah lengkap tentang tangkuban parahu dan Sangkuriang
Gambar Gunung Tangkuban Parahu

Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

Inilah cerita rakyat yang sering kita dengar dan bahkan sampai ke nusantara pun pernah di film kan dengan berbagai versi dan juga jalan cerita yang hampir berbeda beda, tapi akan saya sajikan dengan kondisi jaman dahulu yang memang membuat cerita ini benar benar adanya, dan menyimpan sejarah nya sendiri di Kabupaten Bandung dengan tempat wisata Tangkuban Perahu.

Pada zaman dahulu, yang tepatnya sekitar beribu ribu tahun lalu, tanah Parahiyangan telah di pImpin oleh seorang raja dan juga sang ratu, yang saat itu mereke dikaruniai seorang anak perempuan yang menjadi Putri amat cantic sekali. Dan putri itu diberi nama dengan Dayang Sumbi. Dibalik kecantikan dan juga kecerdasannya, sangat di sayangkan sekali putri itu sangatlah bersifat manja pada ibu dan ayahnya yang merupakan seorang raja.

Dan pada suatu ketika, dayang sumbi sedang menenun di daerah istana, dan kemudian dayang sumbi pun merasa pusing dan juga sangat lemas sekali, lalu dia pun akhirnya menjatuhkan pintalan benang yang di tenunnya beberapa kali. Dan dengan langsungnya dan tanpa di pikirkan dulu dayang sumbi pun akan menikahi siapapun yang mau untuk mengambilkan pintalan benang nya yang jatuh itu.

Dan seekor anjing yang sakti milik kerajaan juga di beri nama Tumang telah menyerahkan Pintalan itu ke Tangan Dayang Sumbi, namun mau tak mau karena dayang sumbi telah bersumpah, maka pada saat itu juga dayang sumbi harus menikahi tumang yang seekor anjing tersebut. Karena memang tumang bukanlah seekor anjing biasa, dia memiliki kesaktian dengan bisa merubah wujudnya jadi manusia.

Lalu, seiring berjalannya waktu, maka saat itu tumang dan juga dayang sumbi sangat merasa bahagia dengan kehidupan yang mereka miliki, sampai saatnya mereka pun di karuniai seorang anak yang telah di beri nama Sangkuriang. 

Pada awal dia lahir sampai dia dewasa pun selalu di temani dengan seekor anjing yang di beri nama tumang, yang memang merupakan ayahnya sendiri namun dia tidak pernah mengetahui akan hal tersebut. Yang dia tahu tumang merupakan anjing kesayangannya dan juga anjing yang sangat setia, dia pun tumbuh dewasa dengan memiliki kesaktian seperti ayahnya tumang.

Dan suatu hari telah terjadi hal yang sangat tidak di inginkan, dimana saat itu dayang sumbi telah menyuruh sangkuriang untuk berburu rusa untuk keperluan suatu pesta, dan akhirnya sangkuriang pun berangkat ditemani anjing setianya yaitu tumang, tapi di perburuannya dia tidak mendapatkan rusa seekor pun, dengan sangat terpaksa dia pun menancapkan panah pada anjing nya tumang, dari pada dia pulang tanpa membawa apa apa.

Sesampainya di rumah, dia pun menyerahkan daging yang di anggap ibunya sebagai daging rusa untuk di pasak, dan ibu nya pun sangat senang melihat hasil buruan anaknya. Namun, setelah selesai pesta, dayang sumbi teringat akan tumang yang tidak kelihatan dari tadi, lalu dayang sumbi pun menanyakan tumang dimana pada sangkuriang, awalnya dia pun takut marah ibunya, namun ujung ujungnya diapun mengakui apa yang memang sebenarnya terjadi pada tumang. 

Dan dengan seketika dayang sumbi pun menjadi sangatlah murka, dan pada kemarahannya itu dayang sumbi memukul sangkuriang dengan sangat keras sampai memberikan bekas luka yang besar pada kening sangkuriang, melihat kejadian itu ayahnya dayang sumbi pun mengusir nya dari kerajaan.

Dan akhirnya setelah dewasa, sangkurian pergi ke luar untuk mencari kehidupan yang ada sebenarnya, dan luka di keningnya pun masih membekas sampai tidak bisa di hapus walaupun telah remaja dan tumbuh dewasa menjadi pria yang gagah dan tampan juga. Lalu dia pun bertemu dengan seorang gadis yang sangat memiliki wajah yang cantik dan seketika diapun jatuh cinta pada gadis yang di temui nya pertama kali itu. Namun, tanpa dia sadari bahwa wanita itu merupakan dayang sumbi ibunya sendiri.

Dan sebelumnya mereka pun tidak menyadari dan mengetahuinya bahwa mereka adalah anak dan ibu, karena memang saat itu dayang sumbi benar benar tidak berubah sama sekali dari kecantikannya karena itu pun di akibatkan telah memakan hati si tumang suaminya yang sakti itu, dan tibalah sangkurian pun melamar dayang sumbi.

Dengan sangat senang sekali dayang sumbi pun akhirnya telah menerima lamaran dari sangkurian, tapi satu hari sebelum pesta pernikahan meraka, ketika dayang sumbi mengelus rambut sangkuriang dia pun melihat bekas luka yang lebar di kening sangkuriang, akhirnya diapun menyadari bahwa itu adalah anaknya sendiri yang pernah dia pukul sampai memiliki bekas luka seperti itu.

Syarat dari Dayang Sumbi untuk Sangkuriang

Dan dengan berfikir sangat keras dayang sumbi pun berusaha untuk tetap menggagalkan pernikahannya dengan sangkuriang anaknya sendiri, dan akhirnya dia pun mengajukan suatu syarat untuk sangkuriang agar tidak dapat menikahinya dan berfirik sangkurian tidak akan pernah mampu memenuhi syarat tersebut, dan syarat dari dayang sumbi adalah seperti berikut :

sangkuriang harus membuatkan dayang sumbi sebuah bendungan dimana bendungan itu bisa menutupi seluruh bukit yang ada di sekelilingnya, dan dia pun harus membuatkan dayang sumbi perahu untuk menyusuri luasnya bendungan tersebut, dan yang paling berat itu semua harus di selesaikan oleh sangkuriang sebelum fajar menyongsong dan datang, jika tidak maka dayang sumbi tidak akan jadi menikah dengan sangkuriang.

Dan dengan penuh rasa cinta dan juga keyakinan sangkuriang pun mulai mengerjakan itu, karena di mempunyai kekuatan yang sakti juga akhirnya dia pun memanggil para jin untuk membantunya memenuhi syarat dari dayang sumbi, dan memang dengan cepatnya sangkuriang hampir saja telah selesai membuat bendungan dan perahu besarnya itu, dan diapun menebang sebuah pohon untuk membuat kan perahu tersebut. 

Tapi dayang sumbi melihat sangkuriang bisa melakukan syaratnya maka berdo’a dia kepada para dewa untuk membantu mempercepat fajar dan juga akhirnya ayam jantan pun berkokok lebih awal dan juga matahari pun bersinar lebih awal.

Lalu sangkuriang pun akhirnya menyadari bahwa memang dia telah di tipu oleh dayang sumbi, tapi dia pun akhirnya sangat murka sekali dan mengutuk Dayang Sumbi dan juga menendang perahu yang sudah dia buat dan hampir tepat di tengah tengah huta, dan perahu itu pun ada dalam keadaan terbalik dan juga membentuk benar benar perahu, yang sekarang di sebut dengan Tangkuban Perahu yang artinya perahu yang menelengkup.

Dan tidak jauh juga dari tempat dimana dayang sumbi dan sangkuriang menenggelamkan diri dan tidak ditemukan sampai saat ini, dan disalah satu tunggul pohon yang di jadikan perahu itu tepatnya juga tempat dimana dayang sumbi dan sangkurian menghilang. Dan tempat itu pun sekarang menjadi tempat yang sangat luar biasa dan menyimpan sejuta sejarah parahyangan yang sangat lah tenar dan juga popular di daerah kita. Terimakasih karena sudah membaca artikel ini dari awal sampai ke akhir, saya ucapkan terimakasih sekali lagi.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 11:07:00 AM
Tags :

Related : Sejarah Gunung Tangkuban Perahu

0 komentar:

Post a Comment