Tuesday, December 27, 2016

Sejarah Prabu Siliwangi

Sejarah Prabu Siliwangi – Siapa yang tahu tentang Prabu Siliwangi? Ataukah pernah mendengar tentang Ajian Macan Putih? Ataupun pernah mendengar nama Sri Baduga? Ya, semua itu pastilah tidak akan lepas dengan bahasan yang membahas tentang sosok Prabu Siliwangi. Dengan menyebutkan nama nama di atas tadi membuat kita tidak bisa melepaskannya dengan nama Prabu Siliwangi, karena sekarang yang akan saya bahas pada artikel sejarah kali ini tentang Sejarah Lengkap Prabu Siliwangi.

sejarah lengkap tentang prabu siliwangi
Gambar Lukisan Prabu Siliwangi dan Maung Pajajaran
Raja yang menduduki tahta Kerajaan Pajajaran yang pada saat itu memimpin juga masa Keemasan Kerajaan Pakuan, beliau merupakan ososk yang memerintah kan tidak kurang sekitar 39 tahun lamanya, yaitu jika di perkirakan merupakan tahun antara 1482 sampai 1521 menurut ahli sejarah, beliau pun sering di sebut dengan namanya yang pasti sudah tidak asing lagi yaitu “Sri Baduga Maharaja”.

Terdapat suatu Prasasti dimana Prasasti tersebut sekarang kita kenal Prasasti Batu Tulis, prasasti yang merupakan suatu catatan sejarah dari perjalanan sosok Prabu Siliwangi itu, dan dalam batu tersebut pun di jelaskan bahwa Sri Baduga Maharaja ini telah di nobatkan menjadi Raja selama dua kali. Yang pertamanya ketika Menerima Tahta Kerjaan Galuh dari warisan sang Ayah, yaitu Prabu Dewa Niskala, dan yang keduanya yaitu ketika ia menerima tahka kerajaan sunda yang diterima dari sang Mertua, yaitu Susuktunggal.

Dengan demikian lah Prabu Siliwangi ini merupakan sang penguasa Kerajaan Sunda Galuh yang di nobatkan menjadi Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Kerajaan Pajajaran di juluki dengan Sri Sang Ratu Dewata. Itulah yang tertulis dalam prasasti Batu Tulis dahulu.

Dilihat jaman sekarang, memang banyak sekali yang mendengar Bahasa Prabu Siliwangi di bandingkan dengan nama tahta nya dahulu yaitu Sri Baduga Maharaja, karena kata tradisi lama mengatakan orang orang dahulu pun sangat segan dan juga tidak diperkenankan sekali menyebut gelar raja yang telah di berikan pada Prabu Siliwangi ini yang sesungguhnya dengan sembarangan, itu lah karena sekarang ini yang menyebabkan Bahasa Prabu Siliwangi lebih banyak di populerkan.

Asal Mula Nama Prabu Siliwangi –

Nama yang di sebut dengan Prabu Siliwangi ini terdiri dari dua kata yaitu “silih” dan juga kata “wangi”, silih jaman dahulu itu artinya yaitu Pengganti, sehingga nama yang di juluki dengan Prabu Siliwangi itu di tandakan sebagai “Pengganti dari Prabu Wangi”, dan siapakah Prabu Wangi itu? Yah itulah julukan yang di berikan pada Prabu Maharaja setelahnya mewangikan kebanggaan dari rakyat yang ada di tatar sunda dengan Prestasi dan juga Kemasyhurannya yang begitu luarbiasa.

Kehidupan Muda Prabu Siliwangi –

Pada masa mudanya dahulu, Prabu Siliwangi ini di kenal sebagai seorang Ksatria yang sangat pemberani dan juga Tangkas, bahkan di ceritakan pula bahwa katanya beliau lah satu satu nya orang yang dapat mengalahkan Ratu Japura yang saat itu bersaing dengan beliau sebagai kesatria yang memperebutkan Subang Larang yang akan di jadikan seorang Istri.

Masa Pemerintahannya dan Kepemimpinan Prabu Siliwangi –

Saat ketika beliau telah resmi di jadikan dan dinobatkan sebagai seorang Raja, maka tindakan yang pertama kali di lakukan oleh beliau sebagai seorang pemimpin ialah melakukan yagn yang telha di amanahkan oleh sang kakak, yaitu diantara nya membebaskan tagihan Pajak dari Rakyat, karena Rakyat telah dengan berusaha keras mengamalkan seluruh ajaran dari Dewata.

Dari Permaisurinyan Lara Santang, Prabu Siliwangi ini memiliki cucu Syarif Hidayat, cerita dari syarif hidayat ini cukup menarik juga, karena pada tanggal 12 bagian adanya terang bulan Caitra tahun 1404 Maesehi atau Saka. Syarif Hidayat telah menghentikan pengiriman upeti yang memang seharusnya dibawa setiap tahunnya ke Kerajaan Pajajaran, dan di saat yang sama juga Armada dari Demak telah ada di Pelabuhan Cirebon untuk mencegah datangnya serangan yang di lakukan oleh Pajajaran.

Tanpa mengetahui adanya pasukan Kerjaan Demak saat itu, Tumenggung Jagabaya dikirim dengan 60 orang anggota pasukannya ke daerah Cirebon, dan diapun akhirnya tidak berdaya melawan pasukan gabungan dari daerah Cirebon dan Demak tersebut, dan akhirnya pun menyerahkan diri. 

Mendengar kabar tersebut, tentulah membuat Prabu Siliwangi ini merasa Marah dan beliau akhirnya menyiapkan pasukan yagn sangat besar untuk menyerang daerah Cirebon, namun misi ini dicegah oleh Purohita ataupun Pendeta tertinggi di Keraton, yaitu Ki Purwa Galih. Karena memang prabu siliwangi pun menyadari bahwa Pajajaran hanya mampu kuat di Darat saja.

Tidak heran pula pada saat Prabu Siliwangi menitik beratkan masa Pemerintahannya pada suatu pembinaan keagamaan, pembuat jalan, pembuatan parit pertahanan dan juga pembinaan angkatan perang dan juga pasukan tempur, kareana kerajaan pajajaran lemah ketika ada di Laut, dan dari sana keadaan politik pun semakin sangat tegang saat ada kabar persekutuan kerajaan Demak dan Cirebon yang dikukuhkan dengan PERNIKAHAN yang terjadi dari dua belah pihak kerajaan tersebut.

Melihat kondisi seperti itu prabu siliwangi pun menigirm Suwaisesa untuk menghubungi panglima imperium portugis yang ada di Malaka. Dipihak demak juga mendengar upaya kerajaan pajajaran ini membuat mereka kereseahan, tapi di balik itu semua para raja di demak dan juga Cirebon masih sangat menghormati prabu siliwangi sebagai ayah dan juga kakek. Dan itupun membuat hubungan buruk ini tidak sampai pada peperangan.

Bahkan prabu siliwangi sangat toleransi sekali terhadap ajaran agama islam, karana dia pun sangat tidak keberatan dengan semua itu, bahkan permaisurinya sendiri Subang Larang ia adalah pemeluk agama Islam, dan Prabu Siliwangi juga mengijinkan ketiga anaknya tersebut untuk mengikuti ajaran agama Sang Ibu dari kecilnya. 

Adanya keyakinan memanglah sangat biasa, dan jangan sampai saja menjadi pertumpahan darah, karena sifat itulah yang menjadikan prabu siliwangi ini sering digambarkan dengan masa kerajaan nya yang penuh dengan keadilan dan juga toleransi.

Kejujuran dan juga keadilah tersebut merupakan suatu titik berat pada masa kekuasaannya, karena tak heran sampai saat ini pun namanya terasa masih sangat besar dan juga terkenal sekali di masyarakat kita, khususnya di sunda. Dan meskipun Prabu Siliwangi memutuskan untuk Moksa “menghilang” dari alam nyata sampai saat ini, dan ini juga yang sering menjadi perbincangan jutaan mitos beredar di masyarakat kita.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 11:04:00 AM
Tags :

Related : Sejarah Prabu Siliwangi

0 komentar:

Post a Comment