Jumat, 06 Januari 2017

Pengertian Awan Cumulonimbus, Ciri-ciri, dan Jenisnya

;
Pengertian Awan Cumulonimbus, Ciri-ciri, dan Jenisnya - Awan Kumulonimbus (Cb) adalah sebuah awan vertikal yang menjulang sangat tinggi, bertekstur padat, dan sebagai pertanda adanya keterlibatan dalam badai petir dan juga cuaca dingin dan lainnya. Kata Kumulonimbus berasal dari dua suku kata bahasa Latin, yaitu "cumulus" yang berarti terakumulasi dan juga "nimbus" yang berarti hujan. Awan cumolonimbus ini adalah awan yang terbentuk dari ketidakstabilan atmosfer. Awan-awan Cumulonimbus dapat terbentuk sendiri akibat adannya ketidakstabilan atmosfer secara berkelompok akan berkumpul di sepanjang front dingin pada garis squall. Awan cumolonimbus ini menyertakan petir bersamanya, petir tersebut trcipta dari jantung awan cumolonimbus tersebut.

Pengertian Awan Cumulonimbus, Ciri-ciri, dan Jenisnya

Ciri-Ciri Awan Cumolonimbus

Awan Cumolonimbus memiliki ciri khas yang sangat berbeda dari awan lain, salah satunya yaitu memiliki puncak yang menyerupai jamur atau juga berbentuk seperti landasan pesawat yang biasa disebut dengan anvil dome. Awan ini berwarna gelap dengan tkstur padat, dan pertumbuhannya terjadi secara vertikal hingga mencapai ketinggian 23 ribu meter atau 39 ribu feet. Baca lebuh lengkap Macam-Macam Awan dan Pengertiannya

secara Sifat fisisnya Awan Cumolonimbus terdiri dari tetes air. Dan juga terdiri dari butiran-butiran kristal salju pada ketinggian sekitar 10 km. Awan Cumolonimbus pada ketinggian tersebutlah adalah Awan Cumolonimbus yang dapat menimbulkan hujan es atau rambun pada kondisi tertentu. Awan Cumolonimbus juga memiliki julukan sebagai baterai raksasa, karena Awan Cumolonimbus memiliki muatan ion positif dan negatif yang ketika berada dalam suatu kondisi tertentu akan dapat dilepas kedalam bentuk petir, guntur, maupun kilat.

Secara Umum Awan Cumulonimbus terdiri dari jutaan tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan juga tetes-tetes salju atau kristal-kristal es pada bagian atas yaitu pada ketinggian sekitar 10 km pada bagian atas Awan Cumulonimbus. Awan Cumulonimbus memiliki bagian updraft dan juga downdraft sehingga memungkinkan terjadinya sirkulasi pada Awan Cumulonimbus ini.

Gesekan antar partikel ion didalam Awan Cumulonimbus dapat menyebabkan timbulkanya muatan listrik, Sehingga awan cumulonimbus akan dapat mengakibatkan timbulnya sebuah kilat (lightining) dan juga guntur (thundestorm), hujan lebat, angin kencang, bahkan juga dapat menimbulkan hujan es.

Demikian juga menurut Para ahli cuaca menuturkan beberapa rincian pembentukan dari awan cumulunimbus, dari strukturnya dan cara kerjanya setelah melalui banyak macam penelitian, pengamatan para ahli yang menggunakan alat-alat canggih itu baru dapat menjabarkan pada sebatas proses tersebut dengan bantuan alat-alat moderen seperti pesawat, satelit, komputer, balon udara dan peralatan lainnya.  Baca juga pengertian Tata Surya Menurut Para Ahli Lengkap
 
Mereka harus mempelajari angin serta arah pergerakannya. Mereka harus mengukur kelembaban udara dan variasinya serta menentukan jenis dan keragaman tekanan udara. Awan kumulonimbus terbentuk dari awan kumulus (terutama dari kumulus kongestus) dan dapat terbentuk lagi menjadi supersel, sebuah badai petir besar dengan keunikan tersendiri.

Jenis-Jenis Awan Cumolonimbus

Jenis dari Awan Cumolonimbus sangatlah beragam, jenis Awan Cumolonimbus dapat dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung pada ukuran, ketinggian awan, kekuatan awan, dan juga letak Awan Cumolonimbus itu berada. Berikut ini beberapa jenis Awan Cumolonimbus.

Kumulonimbus arkus

Kumulonimbus kalvus

Kumulonimbus kapillatus

Kumulonimbus inkus

Kumulonimbus mammatus

Kumulonimbus pannus

Kumulonimbus pileus

Kumulonimbus praecipitatio


Kumulonimbus velum

Kumulonimbus virga


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 12.02.00

Related : Pengertian Awan Cumulonimbus, Ciri-ciri, dan Jenisnya

0 komentar:

Posting Komentar