Senin, 02 Januari 2017

Sejarah Ham (Hak Asasi Manusia) di Indonesia

;
Sejarah Ham (Hak Asasi Manusia) di Indonesia - Pengertian Ham : Ham (hak asasi manusia) adalah Suatu Hak Manusia yang melekat pada setiap diri manusia dari sejak awal ia di lahirkan yang berlaku hingga seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.

Kita sebagai warga Negara yang baik haruslah menjungjung tinggi nilai nilai kemanusiaan dan hak hak manusia dan tanpa harus membeda bedakan status, ketururnan, golongan, jabatan dan lain lainnya lagi, karena kita pun hidup harus dengan secara rukun dan saling menerima sebagai makhluk sosia, dengan begitu kita tidak akan menimbulkan masalah di Negeri ini, karena kebanyakan orang orang melanggar Ham dan tidak bertanggungjawab atas semua yang di lakukannya dan akhirnya juga ia harus menerima konsekuensinya.

Yang namanya melanggar Ham sangatlah di larang di Negara kita ini, karena itu merupakan pelanggaran hokum yang berat, Hak Asasi Manusia ini telah memiliki Organisasi yang besar dan tentu sangat kuat, karena organisasi ini mengurus sekitar permasalahan yang ada di public dan seputar hak asasi manusia yaitu yang dinamakan dengan Komnas HAM

Namun, meskipun demikian  masih banyak lagi orang di Indonesia ini yang selalu melanggar hukm Ham, dan masih banyak juga dari sekian kasus masalah Ham yang belum terselesaikan atau dituntaskan sampai di harapkan dengan adanya perkembangan dunia Ham di Indonesia ini dapat terwujud kepada arah yang lebih baik lagi. Salah satu dari sekian tokoh besar Ham ialah Munir, yang mana ia telah di bunuh ketika hendak pulang dari Belanda ke Negara Indonesia.

sejarah lengkap tentang ham
Gambar HAM (hak asasi manusia)

Hak Dasar Ham (hak asasi manusia)

Pada hakikatnya, Ham atau Hak Asasi Manusia ini terdiri atas dua Hak dasar yang paling Fundamental juga, yang mana hak dasar Ham tersebut adalah sebagai berikut:

1.Hak Persamaan
2.Hak Kebebasan

Nah, dari kedua hak dasar Ham itu lah lahir berbagai Hak – Hak yang lainnya untuk manusia, ataupun tanpa kedua hak dasar ini juga hak asasi manusia yang lainnya itu akan sangat sulit untuk di tegakan di Indonesia ini.

Jika kita mengingat akan sangat pentingnya Proses Internalisasi dari Pemahaman Ham (hak asasi manusia) bagi seluruh manusia di Dunia ini, maka bagi setiap orang yang hidup bersosial dengan orang lainnya harus ada suatu kedekatan ataupun proses pendekatan historis, di mulai dari mengenal akan Hak Asasi Manusia sampai ke perkembangan dengan saat ini di Negara kita, dengan begitu orang akan lebih memerahatikan hak orang lain dan dirinya sendiri, dan ini pun bertujuan untuk lebih menegaskan Ham dan keberadaannya pada seluruh individual Manusia.

Lalu, dari manakah Ham (hak asasi manusia) ini berasal sampai bisa masuk ke Negara Indoneisa?

Ham selama ini berlaku secara universal dalam artian menyeluruh, dan asal dasar Ham ini dari Negara Amerika Serikat lewat deklarasi Kemerdekaannya yang tercantum pada UUD (undang undang dasar) yang ada di Republik Indonesia, ini di sebut dengan (Declaration Of Independence Of USA), dari sinilah asal muasal Ham ada di Indonesia sampai sekarang.

Pasal dan Ayat UUD 1945 yang menerangkan masalah Ham (hak asasi manusia)

Berikut di bawah ini beberapa pasal UUD yang mengaskan masalah Ham di Indonesia adalah sebagai berikut:

1.Pasal 27 ayat 1 "Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya"
2.Pasal 28 "Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang"
3.Pasal 29 ayat 2 "Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu"
4.Pasal 30 ayat 1 "Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara"
5.Pasal 31 ayat 1 "Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran"

Sejarah Perkembangan HAM (hak asasi manusia) di Indonesia

Jika kita sudah membahas masalah bagaimana perkembangan sejarah Ham di Indonesia ini, maka kita akan mendapatkan berbagai tingkatan priode yang dilewati perkembangannya dari tahun ke tahun semenjak Ham ini berada di Indonesia ini. Dan Pemahaman Ham di Indonesia ini digunakan sebagai norma, sikap, nilai yang hidup di Masyarakat dan juga acuan sebagai bertindak pada dsarnya memang berlangsung sangat cukup lama.

Sebagai garis besarnya, Profesor Bagir Manan pada bukunya yang berjudul Perkembangan dan Pengaturan Ham di Indonesia pada tahun 2001, menerangkan bahwa masa perkembangan Ham di bagi kedalam dua Priode, yaitu priode sebelum Kemerdekaan Republik Indonesia (tahun 1908-1945) dan Priode setelah Kemerdekaan (tahun 1945-sekarang). Dan berikut di bawah ini penjelasan secara rincinya:

1.Priode sebelum kemerdekaan


Banyak sekali perselihan tentang pemikiran pemikiran Ham, dimana pada masa ini banyak para tokoh besar yang berpendapat dan juga memberikan tekanan tersindiri akan Ham, dan diantara yang memberikan pemikiran tersebut tentang Ham ialah sebagai berikut:

a.Boedi Oetomo, yang telah berhasil memperlihatkan adanya kesadaran untuk berserikat dan juga mengeluarkan pendapat lewat petisi petisi yang telah di lakukan oleh pemerintah Kolonial. Dan dalam bidang Ham ini Boedi menekankan pada bidang hak kebebasan Berserikat dan juga mengeluarkan pendapat
b.Perhimpunan Indonesia lebih memberatkan pada menentukan nasib sendiri
c.Sarikat Islam menitik beratkan pada usaha usaha untuk kehidupan yang layak dan bebas
d.Partai Komunis Indonesia condong akan hak hak yang bersifat social
e.Partai Nasional Indonesia memberatkan pada hak untuk mendapatkan Kemerdekaan
f.Organisasi Pendidikan Nasional Indonesia menekankan pada Hak Berkumpul, Bersekirat dan Mengeluarkan pendapat.
g.Perdebatan pada sidang BPUPKI tentang Hak Persamaan Kedudukan dimuka Hukum yang terjadi antara Soekarno, Moh. Yamin dan lainnya.

2.Priode Setelah Kemerdekaan 


Berikut jangka waktu dalam priode Ham setelah adanya Kemerdekaan :

a.Priode tahun 1945-1950, menitik beratkan Ham pada Hak Untuk Merdeka
b.Priode Tahun 1950-1959, menekankan pada Kebebasan Berdemokrasi
c.Priode tahun 1959-1966, condong pada Demokrasi Parlementer yang mana kekuasaan berpusat pada Presiden, dan disini Ham tidak diberlakukan
d.Priode Tahun 1966-1998, memberatkan pada harus di dirikannya Ham kembali, meskipun memang kita tahu itu berasal dari budaya Barat yang dimaksudkan untuk memojokan Negara lain yang sedang maju
e.Priode Tahun 1998 sampai skarang memiliki dampak yang besar dan juga maju, dimana Ham ini sangatlah di utamakan, namun karena ini banyak juga yang menyalahgunakannya, sehingga setiap harinya selalu saja bermunculan tentang kasus pelanggaran Ham di Negara kita ini.

Contoh Kasus Pelanggaran HAM (hak asasi manusia)

a. Modus kekerasan terhadap anak di Indonesia masuk dalam kategori paling sadis di dunia. Dari mulai penjualan untuk dijadikan budak seks, sampai kekerasan fisik yang menyebabkan korban jiwa.
b. Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, kematian bocah 3,5 tahun bernama Indah Sari di Serpong, Tangerang, yang dibakar ibu kandungnya sendiri, merupakan salah satu buktinya.
c. "Pelaku tega menyeterika, menyiram dengan air panas, bahkan membakar hidup-hidup," ujarnya kepadaVIVAnews.com, Senin, 27 September 2010. Tak cuma itu, Arist membeberkan bahkan ada anak yang digorok ibunya karena tidak punya uang.
d. Kekerasan sadistis yang diterima mereka akan membuat kejiwaan anak bermasalah. Trauma psikologis di masa kecil kemungkinan besar akan memicu mereka membalas dendam kelak atas apa yang pernah mereka alami.
e. Data Komnas Perlindungan Anak menunjukkan sejak Januari hingga September 2010, ada sebanyak 2.044 kasus kekerasan terhadap anak di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya dan 2008.
f. Pada 2009, jumlah kasus hanya 1.998, setahun sebelumnya mencapai 1.826, sedangkan pada 2007 sejumlah 1.510. Pada 2007 kekerasan fisik terhadap anak paling mendominasi. Jumlahnya mencapai 642. Sementara kekerasan seksual berjumlah 527 dan kekerasan psikis mencapai 341.
g. Pada 2009, kekerasan seksual balik mendominasi. Angkanya mencapai 705. Hal yang sama juga terjadi pada 2010. Kekerasan seksual terhadap anak mencapai 592. Semua kasus tersebut paling banyak terjadi di Jabodetabek.
h. Arist menambahkan, kekerasan seperti itu terjadi karena himpitan ekonomi. Anak meminta susu, sementara ibu tidak dapat memenuhi karena tidak ada uang. Akibatnya, orangtua mengalami depresi luar biasa.
i. "Anak menjadi korban karena paling tidak berdaya di dalam sebuah komunitas keluarga," ungkapnya.
j. Budaya patrialineal juga menjadi faktor penyebab kekerasan seksual. Pria begitu dominan dan tidak bisa diajak bermusyawarah oleh istri, atau bahkan menganiaya sang istri. Karena itu, anaklah kemudian menjadi korban penganiayaan. "Anak menjadi korban pelampiasan amarah sang istri," Arist menerangkan.
k.Lingkungan yang kurang berpendidikan juga kerap menjadi pemicu kekerasan.
Yang tragis, sekitar 70 persen pelaku kekerasan terhadap anak adalah ibu, baik itu ibu kandung, ibu tiri, ibu asuh, ataupun ibu guru di sekolah.
l. Menurut Arist, kasus kekerasan anak yang jumlahnya tidak sedikit ini mestinya mulai menjadi keprihatinan nasional.

Cara Penyelesaian Kasus HAM (hak asasi manusia)

Hak Asasi Manusia di miliki sejak dalam kandungan hingga akhir hidupnya. Pada kasus diatas merupakan tindakan pelanggaran HAM karena orang tua yang tega menyiksa anaknya. Kejadian ini sudah sangat sering terjadi di Indonesia.  Kasus ini di picu karena orang tua yang belom siap untuk memiliki anak karena masalah ekonomi, atau mungkin juga kejiwaan yang terganggu dan ini menyebabkan orang tua melakukan kekerasan terhadap anak.

Maka dari itu KOMNAS Perlindungan anak dan KOMNAS HAM segera menyelesaikan kasus ini agar tidak terjadi hal seperti ini lagi karena anak merupakan titipan dari tuhan yang harus di jaga dan di rawat dengan baik dan benar , dengan begitu generasi penerus di Indonesia akan semakin baik jika mental, kejiwaan dan psikologisnya yang di berikan dari kecil hingga sekarang sudah baik.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 17.14.00
Tags :

Related : Sejarah Ham (Hak Asasi Manusia) di Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar