Kamis, 12 Januari 2017

Sejarah Kerajaan Pajajaran

;
Sejarah Kerajaan PajajaranKerjaan Sunda yang menjadi nama sebenarnya dari kerajaan Pajajaran ini ada di Kota Pajajaran ataupun Pakuan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat dan letaknya di Parahyangan Sunda. Sering sekali kita akrab dengan sebutan kerajaan Pajajaran padahal nama asli dari Kerajaan ini adalah Kerajaan Sunda. dan sekarang akan saya bahas bagaimana sejarah lengkap tentang kerajaan pajajaran ini.

Dan kata Pakuan dari Pajajaran tersebut asal katanya adalah Pakuwuan yang artinya adalah Kota, dan pada Masa lampau di Asia ada sebuah kebiasaan yang menyebut nama kerajaan dengan Nama Ibu Kotanya, dan beberapa catatan sejarah pun menyebutkan bawah kerajaan pajajaran ini telah didirikan pada tahun 923 masehi oleh Sri Jayabhupati, yang mana keterang ini terdapat pada Prasasti peninggalan kerajaan pakuan pajajannya, yaitu prasasti sanghyang tapak yang di temukan pada tahun 1030 masehi di sebuah Kampung Pangcalikan dan juga Bantarmuncang yang ada di Tepi Sungai Cibadak dan juga Cicatih Kota Sukabumi.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Cianjur

sejarah lengkap tentang kerajaan pakuan pajajaran
Gambar Puri Sri Baduga Maharaja yang sekarang ada di Bogor

Asal Mula Pakuan Pajajaran

Dalam sejarah di tuliskan bahwa akhir tahun ke 1400san kerajaan Majapahit telah hampir terus melemah, sampai pemberontakan selalu datang dan juga sering terjadi perebutan kekuasaan antara saudara sekeluarga yang haus akan tahta kerajaannya. Dan dari masa kejatuhan Prabu Kertabumi itulah ada pengungsi dari kerabaat kerajaan majapahitnya, dan mereka berangkat ke Ibu Kota Kerajan Galuh yang ada di Kawali, daerah Kabupaten Kuningan Prov. Jawa Barat.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Galuh Pakuan Pajajaran

Pada rombongan pengungsi yang di bawa oleh Raden Baribin yang tidak lain merupakan salah satu dari Saudara Prabu Kertabumi telah di terima dengan baik dan mendapatkan sambutan hangat dari Raja Dewa Niskala, ia pun bahkan menikahkan putrinya dengan Raden Baribin yang bernama Ratna Ayu Kirana. Dan tidak sampai disitu juga, Raja pun menikahi salah satu orang dari keluarga pengungsi yang di bawa oleh Raden Baribin ke Kerajaannya.

Pernikahan yang di adakan oleh Raja Niskala itu sangat mengundang kemarahan dari Sang Raja Susuk Tunggal yang ada di Kerjaan Sunda Galuh, kareana dia telah melanggar aturan yang telah ia sepakati dan seharusnya di ta’ati oleh nya, karena aturan itu di keluarkan setelah peristiwa Bubat yang di dalamnya menyatakan bahwa Orang Sunda Galuh sangat di larang menikah dengan keturunan yang ada dari kerajaan majapahit. Semenjak itu, hampir nyaris terjadi sebuah peperangan yang sangat besar di antara dua Raja yang memang sebenarnya adalah saling Besan. Mengapa bisa besan? Karena jayadewata yaitu putranya Raja Dewa Niskala merupakan Menantu dari Raja Susuktunggal.

Namun untungnya, kemarahan dan peperangan itu bisa masih dapat di kendalikan dan dapat diredakan dengan keputusan yang di ambil oleh dewan penasehat dari dua pihak kerajaan tersebut, dan mereka berdua di beri kan keputusan yaitu: dua raja yang akan perang itu harus turun tahta jika melakukan peperangan seperti itu. Dan mereka pun harus menyerahkan mahkota yang mereka pakai kepada putera mahkota yang akan di tunjuk. 

Dan Dewa Niskala juga Prabu Susuktunggal telah menunjuk orang yang sama, yaitu Jayadewata yang merupakan anaknya sebagai penerus kekuasaan tahtanya. Dan dengan demikian Jayadewata telah menyatukan dua kerajaan itu, dialah yang di beri kan gelar Sri Baduga Maharaja yang memulai pemerintahannya di kerajaan Pakuan Pajajaran ketika tahun 1482 masehi.

Dan mulailah kehidupan yang baru, dimana nama yang sangat popular dengan sebutan Pakuan Pajajaran ini di resmikan sebagai awal pertama kali nama kerajaan yang di satukan dari Sunda dan Galuh. Dijadikanlah tahun 1482 sebagai tahun pertama kali berdirinya kerajaan pajajaran yang mana di hitung dari awal pertama kali Sri Baduga Maharaja ini berkuasa dan menduduki tahta warisannya.

Baca Juga: Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Prasasti Peninggalan Kerajaan Pajajaran

Dari banyaknya para ahli sejarah yang menceritakan sejarah kerajana ini, dari mulai naskah kuno, catatan bangsa asing, dan lainnya lagi dapat di telusuri oleh kita jejak dari kerajaan pakuan pajajaran itu, salah satunya adanya perbedaan naskah yang ada pada Babad Pajajaran dan juga Carita Parahiangan lalu Carita Waruga Guru. Dan peninggalan yang mereka tinggalkan dari masa lalu adalah salahsatunya prasasti dimana nama nama dari prasasti peninggalan kerajaan pajajaran itu adalah sebagai berikut :

1.Prasasti Batu Tulis, Bogor
2.Prasasti Sanghyang Tapak, Sukabumi
3.Prasasti Kawali, Ciamis
4.Prasasti Rakyan Juru Pangambat
5.Prasasti Horren
6.Prasasti Astanagede
7.Tugu Perjanjian Portugis (padraƵ), Kampung Tugu, Jakarta
8.Taman perburuan, yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor
9.Kitab cerita Kidung Sundayana dan Cerita ParahyanganBerita asing dari Tome Pires (1513) dan Pigafetta (1522)

Letak Geografi dari Kerajaan Pajajaran
Kerajaan yang berkembang pada abad yang ke 8 – 16 ini terletak di Parahyangan atau daerah Sunda. dan Pakuan adalah ibukota dari Sunda yang di catat oleh sejarawan bernama Tom Peres, dan iapun mengatakan bahwa ibu kota dari Kerajaan itu di sebut dengan Dayo atau orang sunda menyebutnya dengan DAYEUH yang artinya adalah kota, dan dari sana hampir dua hari perjalanan dari Jakarta.

Nama – Nama Raja Kerajaan Pakuan Pajajaran
Dari sekian banyak nama raja yang menduduki tahta pajajaran, ini lah daftar namanya:
1.Sri Baduga Maharaja (1482 – 1521), bertahta di Pakuan (Bogor sekarang)
2.Surawisesa (1521 – 1535), bertahta di Pakuan
3.Ratu Dewata (1535 – 1543), bertahta di Pakuan
4.Ratu Sakti (1543 – 1551), bertahta di Pakuan
5.Ratu Nilakendra (1551-1567), meninggalkan Pakuan karena serangan Hasanudin dan anaknya, Maulana Yusuf
6.Raga Mulya (1567 – 1579), dikenal sebagai Prabu Surya Kencana, memerintah dari PandeglangMaharaja Jayabhupati (Haji-Ri-Sunda)
7.Rahyang Niskala Wastu Kencana
8.Rahyang Dewa Niskala (Rahyang Ningrat Kencana)
9.Sri Baduga MahaRaja
10.Hyang Wuni Sora
11.Ratu Samian (Prabu Surawisesa)
12.dan Prabu Ratu Dewata.

Masa Kejayaan Kerajaan Pajajaran
Pada masa puncaknya kejayaan dan keberhasilan kerajaan ini adalah ketika di pimpin oleh raja pertamanya yaitu Sri Baduga Maharaja, yang menjadi alasan ini pun bahwa banyak yang di ingat dan juga di tuturkan oleh masyrakat yang ada di Jawa Barat yang menyatakan bahwa memang seolah olah Prabu Siliwangi yang aslinya adalah Sri Baduga Maharaja itu tidak pernah Purna dan tidak Pernah mati, melainkan selalu hidup dalam pikiran dan hati masyarakat selamanya.

Awal mula pembangunan kerajaan pajajaran ini di ambil dari seluruh aspek kehidupan, yang tentunya kental dengan spiritual nya yang banyak di ceritakan dalam Carita Parahyangan. Karna memang pada saat itu Sri Baduga telah membuat karya yang besar, yaitu Talaga yang sangat besar yang di beri nama Maharena Wijaya, yang membuat jalan ke Ibukota Pakuan dan Wanagiri, ia mempertahankan ibu kota, memberikan perdikan kepada semua pendeta dan juga pengikutnya untuk menggairahkan masyarakat dengan agama yang menjadi tuntunan hidupnya. Dan dia pun membuat Kabinihajian atau Asrama Prajurit, Pagelaran, Pamingtonan dan memperkuat pasukan perang.

Masa Kehancuran dan Kemunduran Kerajaan Pajajaran
Kerajaan ini telah runtuh pada tahun 1579 masehi, yang di akibatkan karena adanya serangan dari kerajaan sunda yang lainnya, yaitu Kesultanan Banten. Dan di sana kehancurannya di tandai dengan di boyongnya Palangka Sriman Sriwacana atau Singgahsana milik Raja dari Pakuan Pajajaran ke Kesultanan Banten yang di bawa oleh pasukan Maulana Yusuf.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 18.17.00
Tags :

Related : Sejarah Kerajaan Pajajaran

0 komentar:

Posting Komentar