Thursday, January 12, 2017

Sejarah RA Kartini Lengkap

Sejarah RA Kartini Lengkap Ibu Kartini adalah sang pahlawan Nasional yang sangat berjasa sekali, terutama dalam memperjuangkan Banga kita dan lebih khususnya lagi pada hak hak perempuan pada masa Penjajahan Belanda dahulu pada Negara kita ini. Dan ketika kita masih dalam masa penjajahan banyak sekali hak yang telah di kesampingkan untuk wanita, termasuk salah satu fasilitas pendidikan yang tidak diberikan kepada kita, dan juga hak untuk mengemukakan pendapat, pada masa itu  kita tidak lah mendapatkannya.

Namun, itu hanyalah sedikit dari luasnya dan banyaknya sejarah yang di tinggalkan dari pejuang perempuan ini yang besar namanya sampai sekarang, dan apa saja kah yang telah di perjuangkan untuk kita oleh RA Kartini ? maka dalam artikel ini saya berikut sejarah lengkapnya.

Baca Juga: Sejarah Kemerdekaan Indonesia Lengkap

sejarah lengkap tentang ra. kartini
Gambar Wajah RA. Kartini

Biografi Singkat ra. Kartini

Wanita kelahiran dari keluarga priyayi ini mempunyai nama kepanjangannya yaitu Raden Adjeng Kartini, ayah beliau yaitu Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, yang merupakan seorang adipatih yang kemudian diangkatlah menjadi seorang Bupati Jepara. Ibu Ra. Kartini ini yaitu M. A. Ngasirah yang merupakan tidak lain dan tidak bukan adalah seorang Guru Agama yang ada di salah satu SEkolah Swasta di daerah Telukawur Kota Jepara.

Baca Juga: Sejarah Sumpah Pemuda Beserta Teksnya

Dan jika di urutkan dari silsilah keturuan keluarga kartini dan juga dari asal usulnya, maka ayahanda beliau merupakan tirah keturunan dari Sultan Hamengkubuwono IV, dan keluarga Ra. Kartini ini pun masih keturunan Sosroningrat yang berasal dari silsilah kerajaan yang ada di Majapahit.

Awal Perjuangan RA. Kartini

Lalu, bagaimanakan awal pertama kali perjuangan ra. Kartini dimulai? Dan bagiamana bisa seorang perempuan yang seperti sosok ra. Kartini bisa menjadi pejuang dalam sejarah? Dan ini lah jawabannya!

Ra kartini awal pertama kali ketika beliau berumur 12 tahun, dan saat itu beliau ingin sekali melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi lagi, namun sangat disayangkan beliau dilarang oleh Orang Tua nya. Dan RA. Kartini ini merupakan wanita yang sangat pintar, beliau pun keluaran dari Europese Lagere School (disingkat dengan ELS) maka beliau sangat fasih sekali dalam bicara bahasa Belanda., sehingga dengan yakinnya beliau merasa sangat sanggup untuk terus melaju ke jenjang yang lebih tinggi lagi dengan apa yang telah ia miliki sekarang.

Sangat di sayangkat, karena apa yang diinginkannya tidak lah terwujud, alasannya yang ia katakana tidak di hiraukan oleh kedua orang tuanya, dan sangat di larang sekali untuk mengejar mimpi dan cita cita nya untuk kembali bersekolah. Karena alasannya yaitu Kartini sudah berusia 12 Tahun dan sudah saatnya lah dia untuk di pingit dan juga sudah saatnya segera menikah.

karena lazimnya memang seperti itu, dimana zaman dahulu anak perempuan yang usia nya sudah melebihi 10 tahun maka sudah harus segera di tikahkan, maka dari itu dia tidak bisa melanggar keputusan dari orang tuanya dan tetap menjalankan apa yang di perintahkan orang tuanya dan kartini pun harus menjalani pingit.

Masa Pingitan Ra. Kartini

Selama dalam masa pingitan, banyak sekali surat yang telah di buat oleh kartini untuk teman temannya yang ada, dan hampir dari sebagian besar teman yang di miliki oleh kartini adalah orang Belanda, dan dari sanalah dia mengenal sosok Rosa Abendanon yang sangat mendukung sekali akan perjuangan yang di lakukan oleh Ra. Kartini ini, untuk terus mendapatkan hak hak dia sebagai manusia dan juga sebagai perempuan.
Sementara waktu terus bergulir, maka selama itulah Rosa sering sekali mengirimkan banyak jenis buku dan juga sering mengirim kartini Surat Kabar dari daerah Eropa, dan akhirnya kartini kecil pun bisa berfikiran lebih dewasa lagi dan juga lebih maju, dalam surat kabar yang di kirimkan kepada Kartini merupakan pemberitahuan tentang bagaimana wanita Eropa yang banyak memiliki kedudukan yang layak dan juga mendapatkan hak nya sebagai perempuan, dan dari Indonesia kartini mengirimkan berita bagaimana wanita Indonesia ini berada pada stara social yang sangatlah rendah sekali.

Akhir Masa Pingitan dan juga Awal dari Cita cita Ra. Kartini

Saat Kartini telah berusia kurang lebih 20 tahun, beliau telah bisa menyelesaikan beberapa buku yang memang di sebut banyak, diantara nya seperti buku yang berjudul De Stille Kraacht milik dari Louis Coperus, dan beberapa surat cinta yang telah di tulis oleh para sastrawan di Belanda, dan juga dari buku yang telah dia pelajari membuat pikiran nya semakin membuka luas pandangannya dan juga semakin membuatnya maju juga membuatnya terus bersemangat.

Tepatnya pada tanggal 12 november tahun 1903, pingitan yang beliau jalani akhirnya berakhir juga dan beliau juga harus menikah dengan sang Bupati Rembang yang namanya K. R. M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, segalanya atas pilihan dari orang tuanya. Dan ketika itu beliau menjadi istri yang ke dua bagi adipatih ini. Meskipun begitu, tapi yang paling beruntung adalah suaminya sangat mendukung akan apa yang telah di cita cita kan oleh kartini selama ini juga beliau pun telah memperboleh kan kartini untuk membuat sekolah khusus untuk wanita untuk pertama kalinya.

Akhir Hayat Kartini, dan Perjuangan yang Diteruskan
Selama masa pernikahannya dengan sang bupati, Ra. Kartini pun memiliki seorang putra yang di namakan Soesalit Djojoadhiningrat, dan kartini pun menghembuskan nafas yang terakhir pada empat hari setelah beliau Melahirkan, dan beliau pun wafat saat usianya masih 25 tahun.

Perjuangan yang dilakukan oleh kartini akhirnya tidak lah berhenti setelah beliau wafat, malah perjuangan tersebut telah di teruskan oleh sahabatnya Rosa Abendanon yang telah diberi oleh kartini surat dan juga buku terakhirnya yang berjudul “dari Kegelapan menuju Cahaya”.

Habis Gelap Terbitlah Terang
Pada tahun ke 1911, Ra. Kartini pun telah di terbitkan Licht buah pikirannya, dan telah di sebarluaskan di Negara Eropa juga kemudian di Indonesia oleh Rosa Abendanon dengan menggunakan Bahasa Belanda, kemudian pada tahun 1922 tersbut di buatlah terjemahannya ke dalam Bahasa Melayu oleh sang Balay Pustaka, dan buku yang di terjemahkan itu di beri judul “Habis Gelap Terbitlah Terang: Buah Pikiran”.

sejarah lengkap tentang ra. kartini
Buku Habis Gelap Terbitlah Terang
Dan pada tahun ke 1938, sastrawan Armijn Pane telah menerbitkan buku terjemah yang judul nya habis gelap terbitlah terng itu yang berisi 5 bab cara pola pikir dari Ra. Kartini. Dan dari sanalah saat itu nama kartini mulai di abadikan dalam sejarah kewanitaan bangsa kita, maka dari itu haruslah kita pun mensyukurinya dan meneladani akhlaqnya.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 1:32:00 PM
Tags :

Related : Sejarah RA Kartini Lengkap

0 komentar:

Post a Comment