Tuesday, January 10, 2017

Sejarah Sunan Kalijaga

Sejarah Sunan KalijagaSunan Kalijogo adalah seorang tokoh ulama besar dan salah satu dari bagian Wali Songo (wali yang Sembilan), dan sangat lekat sekali dengan peradaban masyarakat muslim khususnya di pulau jawa, dan dengan kemampuannya yang sangat luar biasa mampu membiuskan pengaruh agama islam ke Tanah yang mana di dalamnya terdapat tradisi Jawa yang sangat kuat dan juga sangat popular atau terkenal dengan mistisnya.  Sunan Kalijaga ini sangat lah menjadi idola para masyarakat jawa sekarang, maka dari itu akhirnya saya pun membuat artikel lengkap tentang sejarah sunan kalijaga ini ataupun sunan Kalijogo.

Sejarah Sunan Kalijaga

Pada masa hidupnya, sunan Kalijogo ini telah di perkirakan hidup mencapai usia sampai lebih dari 100 tahun lamanya, dan beliau pun telah mengalami masa masa akhir yang di alami oleh kekuasaan kerajaan Besar Majapahit, yang berakhir saat itu pada tahun 1478 masehi, dari Kesultanan Demak , Kesultanan Cirebon dan juga Kesultanan Banten, dan Kerajaan Pajang.
Yang ada saat tahun 1546 dan pada awal keberadaan kerajaan Mataram di bawahi oleh pimpinan yang dinamakan Panembang Senopati, dan ia pun ikut merancang Pembangunan Masjid Agung Cirebon dan juga Masjid Agugn Demak, yang mana di kenal sekarang sebagai Tiang “TATAL” yang artinya pecahan kayu, yang jadi salah satu tian utama di masjid Demak ini merupakan Kreasi dari Sunan Kalijaga.

Pada suatu keterangan, aya yang menyebutkan bahwa sunan Kalijaga ini merupakan orang Jawa Asli, ada juga yang menyatakan orang Arab, karena kuatnya Nasab Sunan Kalijaga sampai ke Rosulullah SAW.

Sejarah Lahirnya Sunan Kalijaga

Sunan Kalijaga ini menurut para ahli sejarah di lahirkan pada tahun 1450 masehi, dengan nama dari orang tuanya RADEN SAID, dan dia merupakan putra dair salah satu Adipati Tuban yang di namakan Tumenggung Wilatikta atau sering di kenal dengan nama Raden SAHUR, dan nama lain yang dimiliki oleh Sunan Kalijaga itu pun diantaranya Lokajaya, Pangeran Tuban, Raden Abdurrahman dan juga Syekh Malaya. Dan dari sejarah versi orang Cirebon, nama Kalijaga ini berasal dari suatu daerah yang dinamakan kalijaga yang ada di Cirebon. Dan pada saat sunan ini berdiam disana, beliau sangat sering merendam di sungai (kali) yang di sebut kalijaga tersebut.


Pernikahan Sunan Kalijaga

Dalam sebuah riwayat dan juga keterangan, sunan Kalijaga ini di sebut telah menikah dengan Dewi Saroh Binti Maulana Ishak, dan juga dari pernikahan tersebut beliau mempunyai 3 orang Putra, yang namanya, Raden Umar Said (menjadi SUNAN MURIA), Dewi Rakayuh, dan juga Dewi Sofiah. Dari ketiganya itu yang laki laki akhirnya menjadi penerus ayahnya dan menjadi salah satu WALI SONGO yang sering kita sebut dengan nama Sunan Muria. Maulana Ishak juga memiki anak yang bernama SUNAN GIRI dan juga Dewi Saroh, mereka memang kaka beradik.

Strategi Dakwah Sunan Kalijaga

Ada salah satu cerita yang konyol tentang Sunan Kalijaga ini, karena didalamnya beliau di sebutkan awalnya adalah sebagai seorang perampok, dan dia bertemu dengan sunan Bonang, dan dari cerita tersebut banyak ahli Sufi dan para Ulama yang menentangnya karena tidak masuk akal juga sangat menghinakan akan kebesaran nama dari Sunan Kalijaga ini.

Dan yang terpenting yang perlu kita ketahui adalah alat yang pertama kali di pergunakan untuk berdakwa sekaligus salah satu strategi yang dimiliki sunan kalijaga ini adalah dengan Kesenian dan juga dengan Kebudayaan, karena pada zaman itu memang sangat lazim sekali orang orang berbondong bonding ke tempat hiburan dan ingin menjadi kesenian, maka dari itu di ambilah menjadi strategi dakwah yang jitu, dimana kesenian yang dibawakan oleh Sunan Kalijaga ini dapat mengalihkan perhatian masyrakat untuk menjadi masuk Agama Islam.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Aceh Darusaalam

Dalam ciptaanya, karya seni tersebut sangat bertoleransi pada budaya local saat itu, dan akhirnya sunan pun mengunakan seni Gamelan, Wayang dan Seni Ukir, bahkan sampai ke Suluk sebagai sarana untuk berdakwah, dan banyak sekali lagu lagu suluk yang sampai saat ini masih popular di tengah tengah kita, yang merupakan ciptaan dari sunan kalijaga ini salah satu nya yaitu lagu Ilir-Ilir dan juga laug GUNDUL GUNDUL PACUL. Dan Sunan Kalijaga pun menemas Baju Takwa, Garebeg Maulud dan juga Lakon Carangan Layang.

Dari sekian banyak metode Dakwah yang di gunakan oleh sunan Kalijaga ini, maka banyak sekali yang menjadi sangat efektif bahkan sebagaian besar Adipati di Jawa telah memeluk Agama Islam dari apa yang di perjuangkan oleh Sunan Kalijaga. Diantara adipate tersebut ialah Pandanaran, Kebumen Banyumas, Pajang dan juga Kartasura.

Wafatnya Sunan Kalijaga

Saat wafat beliau di makamkan di Desa Kadilangu, dekat dengan Kota Demak Bintara, dan makam ini pun sampai sekarang dari berbagai penjuru dunia datang untuk menziarahinya. Subhaanalloh.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 8:07:00 PM
Tags :

Related : Sejarah Sunan Kalijaga

0 komentar: