Jumat, 28 April 2017

Pengertian Listrik Statis dan Dinamis beserta Contohnya

;
Pengertian Listrik Statis dan Dinamis beserta Contohnya – Bagi anda yang belajar ilmu fisika atau Teknik listrik tentu istilah listrik statis dan dinamis yaitu hal yang biasa. Namun tidak demikian bagi sebagian orang yang baru belajar tentang listrik (termasuk saya pribadi). Karena dulu saya kurang begitu tertarik dgn pelajaran fisika dan cenderung mengabaikannya. Didorong dari permintaan teman-teman bukusekolah.org yang meminta saya untuk membahas tentang listrik meskipun hanya singkat tapi mudah-mudahan bisa di pahami oleh para pembaca.

Masih ingat kan, kemarin kita sudah membahas tentang pengertian listrik secara umum dan alat ukur listrik? Ya.. artikel ini bisa dikatakan sebagai lanjutan daripada artikel sebelumnya.

Listik bisa kita kategorikan menjadi dua, yaitu listrik statis dan listrik dinamis.
 

Pengertian Listrik Statis (Static Electricity)

Listrik statis atau static electricity yaitu kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak bergerak atau tetap (statis), Namun jika terjadi pengosongan muatan akan memakan waktu yang cukup singkat. Singkatnta definisi listrik statis yaitu suatu fenomena kelistrikan yang mana muatan listriknya sama sekali  tidak bergerak dan umumnya terdapat pada benda yang bermuatan listrik.

Listrik statis kontras dgn arus listrik, yang mengalir melalui kabel atau konduktor lainnya dan mentransmisikan listrik.

Sebuah muatan listrik statis dibuat setiap kali dua permukaan terhubung dan terpisah, dan setidaknya salah satu permukaan mempunyai resistensi yang tinggi terhadap arus listrik (dan karena itu yaitu isolator listrik). Efek listrik statis yang akrab bagi semua orang karena orang dapat merasakan, mendengar, bahkan bisa melihat percikan sebagai kelebihan muatan dinetralkan pada saat dibawa dekat dgn konduktor listrik yang besar (misalnya, ground).

Pengertian Listrik Dinamis (Dynamic Electricity)

Berbeda dgn listrik statis yang tidak bergerak. Listrik dinamis atau Dynamic Electricity yaitu listrik yang dapat bergerak. Arus listriknya merupakan aliran muatan listrik yang umumnya melewati kawat penghantar tiap satuan waktu. Arah dari arus listrik searah dgn arah gerak muatan positif dan banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penghantar setiap satuan waktu.

cara mengukur kuat arus pada listrik dinamis yaitu muatan listrik dibagi waktu dgn satuan muatan listrik yaitu coulumb dan satuan waktu yaitu detik. Kuat arus pada rangkaian bercabang sama dgn kuat arus yang masuk sama dgn kuat arus yang keluar. Sedangkan pada rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung-ujung hambatan.

Sebaliknya tegangan berbeda pada hambatan. Pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada hambatan. Semua itu sudah dikemukakan oleh hukum kirchoff yang berbunyi "jumlah kuat arus listrik yang masuk sama dgn jumlah kuat arus listrik yang keluar". Berdasarkan hukum ohm dapat kita simpulkan cara mengukur tegangan listrik yaitu kuat arus × hambatan.

Pengertian Listrik Statis dan Dinamis beserta Contohnya
Hambatan nilainya selalu sama karena tegangan sebanding dgn kuat arus. Tegangan mempunyai satuan volt (V) dan kuat arus yaitu ampere (A) serta hambatannya yaitu ohm.

Hukum Kichoff I menyatakan bahwa "Secara Aljabar jumlah arus-arus cabang pada suatu titik pertemuan dalam rangkaian listrik selalu sama dgn nol ". Hukum kirchoff I ini disebut sebagai Hukum Kirchoff arus.

Hukum Kirchoff II menyatakan bahwa: "Secara Aljabar jumlah gaya-gaya motor listrik (tegangan E) dan kerugian-kerugian tegangan IxR dalam rangkaian listrik tertutup yaitu sama dgn nol". Hukum kirchoff II ini disebut sebagai Hukum Kirchoff tegangan. Perbandingan antara beda potensial dan kuat arus disebut resistansi.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 03.25.00

Related : Pengertian Listrik Statis dan Dinamis beserta Contohnya

0 komentar:

Posting Komentar