Thursday, October 5, 2017

Pengertian Senyawa Anorganik Beserta Contohnya

Pengertian Senyawa Anorganik Beserta Contohnya - Senyawa anorganik didefinisikan sebagai senyawa alam (dalam tabel periodik) yang umumnya membentuk bahan yang tidak hidup.

Semua senyawa yang berasal dari makhluk hidup diklasifikasikan dalam senyawa organik, sedangkan yang berasal dari mineral diklasifikasikan dalam senyawa anorganik. Pada saat itu, Dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa terjadi dengan pengaruh kekuatan vital atau vis vitalis.

Dengan keberhasilan Friederich Wohler dalam membuat urea (senyawa organik) amonium sianat (senyawa anorganik) pada tahun 1828, kepercayaan akan pengaruh kekuatan vital dalam pembentukan senyawa organik semakin goyah.

Pengertian Senyawa Anorganik Beserta Contohnya
amonium sianat

Dalam perkembangan selanjutnya disimpulkan bahwa antara senyawa organik dan anorganik tidak ada perbedaan dalam hukum kimia yang berlaku.

Meskipun antara senyawa organik dan anorganik tidak ada perbedaan intrinsik sebagai senyawa kimia, namun penilaiannya masih perlu dilakukan untuk dipisahkan di cabang kimia tertentu.

Secara garis besar alasan yang mendasari pemisahan bidang studi kimia organik dan kimia anorganik adalah:

Jumlah senyawa organik jauh lebih banyak daripada senyawa anorganik.
Semua senyawa organik mengandung atom karbon, yang unik dalam kemampuannya membentuk rantai dengan atom karbon lainnya, dan memiliki sifat khas.

Perbedaan senyawa organik dan anorganik:

1. Dalam prakteknya, senyawa organik berfungsi sebagai bahan bakar. Sedangkan senyawa anorganik tidak berfungsi sebagai bahan bakar.

2. Titik lebur (titik leleh) dan titik didih (titik didih) senyawa organik lebih rendah dari pada senyawa anorganik. Contoh: Senyawa organik (napthalen) memiliki titik didih 218 derajat celcius. Sedangkan senyawa anorganik (sodium klorida) memiliki titik didih 1465 derajat celcius.

3. Kelarutan senyawa organik kurang dari kelarutan senyawa anorganik.

4. Senyawa organik menunjukkan gejala isomerisasi, sedangkan senyawa anorganik adalah sebaliknya. Isomer adalah senyawa dengan rumus molekul yang sama namun memiliki formula bangun yang berbeda.

5. Reaksi senyawa organik terjadi secara molekuler sehingga reaksinya menjadi lambat, sedangkan reaksi senyawa anorganik secara ionik sehingga reaksinya berjalan lebih cepat.

6. Berat molekul senyawa organik (dengan pengaturan kompleks) bernilai lebih dari 1000 gram / gramol, sedangkan berat molekul senyawa anorganik bernilai kurang dari 1000 gram / gramol.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Buku Sekolah
Buku Sekolah Updated at: 6:06:00 AM
Tags :

Related : Pengertian Senyawa Anorganik Beserta Contohnya

0 komentar:

Post a Comment